
" jangan pernah berani menyentuh adikku ! " ucap Berlian dengan penuh amarah walaupun tubuhnya masih lemah.
mereka semua yang melihat Berlian sudah sadar, menangis terharu. bahkan Johan sang dokter pun dibuat terkagum dengan apa yang dibuat oleh Aaron.
Aaron tersenyum menggoda ke arah Berlian sehingga sicantik yang baru saja sadarkan diri itu terheran.
" apa kau baik baik saja ? " ucap khawatir Berlian.
Amey terkekeh geli, seharusnya ialah yang berucap seperti itu pada kakaknya tapi kakaknya lah yang mengkhawatirkan dirinya.
" aku baik baik saja kak " ucap Amey masih dengan air mata bahagianya.
" biar aku periksa dia dahulu " ucap Johan yang beranjak menghampiri Berlian.
Aaron pun menggeser tubuhnya memberi ruang untuk Johan memeriksa keadaan Berlian.
saat hendak memegang tangan Berlian, Aaron menepis tangan Johan dengan kasar.
" apa yang kau lakukan ? " ucap kekesalan Johan.
" apa yang akan kau lakukan ! " Aaron benar benar membuat Johan sakit kepala.
" kau bodoh ! aku ingin memeriksa keadaannya ! kau mending pergilah jangan menggangguku ! "
" kau ! " geram Aaron yang ingin memukul kepala sang dokter itu.
setelah Johan selesai memeriksa Berlian, Johan menatap muka kesal Aaron yang sedari tadi tidak hentinya memerhatikan dirinya.
" dia sudah tidak apa apa. jadi kalian jangan khawatir ! " ucap Johan yang membuat mereka bernafas lega.
" kak, kau membuatku takut " lirih Amey menatap wajah Berlian dengan dalam.
" jangan pernah tinggalkan kami ya " ucap Tasya sambil mendekap tubuh Amey.
__ADS_1
Berlian tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
matanya tak sengaja menatap beberapa pria asing yang berada di ruangan itu. tapi salah satu pria yang membuatnya heran adalah pria yang pernah mencuri satu ciuman darinya.
ingin rasanya saat ini ia merendamkan kepalanya ke dalam air untuk mencuci segala dosa dosanya, tapi saat ini dirinya sedang tidak bertenaga. tubuhnya terasa sangat kaku dan remuk seakan tak bertulang.
Aaron berjalan mendekati Berlian dan itu membuat Berlian menatapnya dengan tajam. rasa kesal menyelimuti dirinya.
" kau masih mengenaliku ? " ucap Aaron
" siapa kau ? " tanya Berlian dengan nada sinis
" aku calon suami mu ! " ucap Aaron dengan sebuah senyum yang melukis di wajah tampannya.
Berlian merotasikan kedua matanya menatap jengah pada Aaron. bukan hanya Berlian tapi semua orang yang berada disana menatap tak percaya pada Aaron.
tuan sungguh bodoh ! menyatakan rasa cintanya tidak romantis. guman Rao tak percaya pada tuannya.
pria ini sungguh membuatku kesal !
hari terus berlalu, mereka hilir mudik menjaga Berlian. bahkan Mark sudah tak sabar untuk memboyong Berlian kembali ke mansionnya.
Aaron pun tak pernah absen untuk tidak berada di sisi Berlian walaupun berkali kali Berlian menyuruhnya pergi.
Aaron tak ambil pusing baginya kemarahan Berlian adalah hal yang menggemaskan untuk dirinya. setiap ucapan yang keluar dari mulut Berlian adalah sebuah lagu indah untuknya.
cinta membuatnya gila. Berlian pun dibuat tak bisa berkata banyak akan kegigihan pria satu ini.
mereka semua pun tahu Berlian sudah dalam keadaan baik. Rean dan Diordan beberapa kali ingin menemui Berlian tapi mereka berdua tak pernah berhasil mendekati Berlian.
penjagaan yang begitu ketat dari Gustav dan Aaron membuat mereka hanya bisa bertangan kosong. tapi mereka tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan Berlian kembali.
Ruby yang mengetahui sang suami masih terus mengejar cinta Berlian, kini dia bergegas pergi ke rumah sakit tempat Berlian di rawat.
__ADS_1
saat ia masuk ke dalam ruangan ia melihat hanya Berlian seorang saja, disana Berlian sedang duduk bersandar membaca buku.
ini kesempatan fikir Ruby untuk membuat perhitungan pada Berlian. Ruby berjalan mendekati Berlian dengan senyum jahat di bibirnya.
Berlian yang melihat kedatangan Ruby hanya mengangkat sebelah alisnya. ada angin apa yang membawa Ruby datang menemui dirinya.
" hai kak " sapa Ruby dan tidak di jawab sepatah katapun dari Berlian.
" apa kau tahu kak. aku fikir kau mati dalam kecelakaan itu. " Ruby pun tertawa mengejek Berlian.
" apa kau bahagia ? " tanya Berlian.
" ya aku bahagia saat mendengar mu akan mati. " ucap Ruby dengan gembiranya.
tapi senyum itu kembali redup dan menatap penuh kebencian pada Berlian.
" dan aku benci pada takdir yang membawamu kembali hidup ! " ucap Ruby.
" kau merebut semua dariku. Keluarga ku, ayah, ketenaran, bahkan suamiku ! " ucap Ruby dengan penuh kesal.
" dia masih saja mengejarmu dan aku tidak suka itu ! " Berlian tertawa membuat Ruby terdiam.
" apalagi yang ingin kau sampaikan. maka katakanlah aku akan mendengarkan ! " ucap Berlian.
Ruby menggeram kesal mengepalkan kedua tangannya. ia mengeluarkan sebuah pisau dan ingin menghabisi Berlian saat itu juga.
saat hendak ingin mengarahkan pisau itu pada Berlian, sebuah tangan besar menahan tangan Ruby.
Ruby terkejut bukan main saat seseorang mengetahui akan perbuatannya.
Aaron ternyata berada di ruangan itu. dia berada di kamar mandi dan mendengarkan semua ucapan Ruby. saat merasa cukup apa yang ia dengar, ia yang keluar begitu terkejut saat melihat Berlian berada dalam bahaya.
dan disinilah ia sekarang melindungi Berlian.
__ADS_1
" menjauhlah dari calon istriku ! "