
" sayang, jangan marah ! " Aaron mengetuk pintu kamar mereka saat Berlian mengusirnya keluar dan mengunci pintu kamar.
" aku salah apa ? tolong jangan marah ! " ucap Aaron kembali.
Berlian saat ini sedang merajuk akan perkataan Aaron. bagaimana bisa ia tidak tahu apa yang sedang Berlian hadiahkan untuk dirinya.
Pria bodoh !
apa ia tidak pernah tahu apa kegunaannya !
menyebalkan !
Berlian terus saja mengumpat kesal. hilang sudah moodnya membuat design untuk Aaron.
" apa aku salah bicara ? " guman Aaron pelan.
" tapi ini memang seperti jepit rambut ! " ucap Aaron kembali saat memperhatikan design milik Berlian.
" kau kenapa ? "
Aaron melirik ke arah Gustav yang sedang berdiri tak jauh darinya.
Aaron beranjak mendekati Gustav membuat Gustav mengerutkan alisnya.
" apa kau tahu ini ? " Aaron memberikan sebuah design pada Gustav.
Gustav mengambil dan memperhatikan design itu.
" ini Berlian yang membuat ? " Aaron menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Gustav.
" sepertinya adikmu marah denganku. " Gustav kini mengangkat sebelah alisnya.
" marah ? " tanya Gustav yang ingin tahu mengapa adiknya marah dengan Aaron.
" ya, dia marah saat aku menyebutkan jepit rambut ini indah. "
terjawab sudah rasa ingin tahu Gustav. jelas saja Berlian marah karena Aaron benar benar tidak menghargai hasil karyanya.
__ADS_1
" baguslah ia marah, kau pantas untuk itu ! " Gustav menaruh kembali karya Berlian tepat di dada Aaron.
" itu bukan jepit rambut bodoh ! apa kau tidak pernah menggunakan jepit dasi ? " ucap Gustav memaki Aaron
Aaron memperhatikan pintu kamar miliknya dengan nanar.
" pantas saja ia marah, aku benar benar tidak pernah mengetahui dasi pun bisa dijepit " lirih Aaron dengan mata yang terus memperhatikan pintu kamarnya berharap Berlian keluar dan memaafkan dirinya.
" ya kau benar benar bodoh ! " ucap sinis Gustav.
Aaron kembali melangkah mendekati kamarnya dan mulai mengetuk kembali pintu kamarnya.
" sayang, buka pintunya. maafkanlah aku ! aku benar benar bodoh ! "
Gustav makin menepuk keningnya. Aaron benar benar terlihat bodoh saat ia jatuh cinta.
" kau bisa mengambil kunci cadangan dan membuka pintunya tanpa harus kau berlama lama mengetuk pintu ! " ucap Gustav membuat Aaron baru tersadar akan kebodohannya lagi.
" shit ! " Aaron merutuki kebodohannya.
pria bodoh !
pertama yang ia lakukan adalah menemukan sosok istrinya yang sedang merajuk.
Aaron melihat Berlian yang sedang duduk di kursi rodanya dekat meja riasnya.
umpatan demi umpatan keluar dari mulut Berlian membuat Aaron terkekeh pelan.
istrinya benar benar manis saat marah seperti ini.
aaaaaaaaaa, jerit Berlian terkejut saat Aaron mengangkat tubuhnya tiba tiba.
" apa yang kau lakukan ! kenapa kau bisa berada disini ! " teriak Berlian
" ini kamarku juga, kenapa aku tidak boleh di kamarku ? untuk masalah aku bisa berada disini, apa kau lupa jika aku punya kunci cadangan ? " goda Aaron dengan menaik turunkan alisnya.
Aaron duduk di atas tempat tidur dan mendudukkan Berlian dilahunannya. betapa gugupnya Berlian saat posisi seperti ini.
__ADS_1
terpaan hangat nafas Aaron terasa jelas di tengkuk leher Berlian, pun ingin rasanya saat ini juga Berlian melompat menahan hawa sesak di rongga dadanya.
" maafkan aku " bisik Aaron di telinga Berlian.
Aaron semakin memeluk Berlian erat tak ingin melepaskannya.
" a aku ... a aku. " Berlian gugup menahan detak jantungnya tak beraturan.
Berlian menunduk bersemu merah membuat Aaron tersenyum merekah.
" apa kau mau memaafkanku ? " bisiknya kembali membuat Berlian makin gugup.
" a aku ... a aku ! aku ingin memukul mu ! " Berlian mengalihkan perhatian agar tidak terlalu sesak.
Aaron tertawa keras melihat tingkah Berlian yang membuatnya makin menyukai istrinya.
" baiklah baiklah ! kau boleh memukulku, menggigitku bahkan.... " Aaron tersenyum menyeringai " kau boleh meniduriku ! "
Berlian makin merasa panas dalam dirinya dan makin menimbulkan rona merah di pipinya.
aaawwwwww, Aaron menjerit mendapatkan capitan panas tepat diperutnya.
" ya ya, aku masih akan bersabar sampai kau benar benar siap. " Berlian akhirnya bisa bernafas lega.
" besok aku akan membawamu dan yang lainnya ke sesuatu tempat. " ucap Aaron masih dengan memeluk Berlian.
" pergi ? kemana ? " tanya Berlian dengan rasa ingin tahu.
" rahasia. " ucap Aaron dengan tersenyum renyah.
__________
...happy reading guys. ...
...semoga suka ya....
...tetap semangat dan ceria ya......
__ADS_1
...jangan lupa like dan komen nya bagi yang suka....
...🥰🥰🥰🥰🥰...