
hari demi hari terlewati. lusa adalah hari pernikahan Ruby dan Diordan, begitu cepat rasanya hati ini mulai memudar.
semua telah siap untuk menyambut hari bahagia itu. sempat menjadi trending topik mingguan karena pernikahan sekarang dan pernikahan kemarin masih ada kaitannya dengan sebuah ikatan.
sebuah ikatan keluarga, bagaimana bisa berganti hari berganti mempelai wanitanya. apakah ini hanya sebuah settingan atau ada unsur tersendiri.
pro dan kontra terjadi. tapi dengan kekuasaan Diordan, berita itupun lenyap dalam seketika waktu. memang uang sungguh berkuasa.
drrrtt
drrtt
ponsel pintar Berlian berdering. saat melihat siapa yang meneleponnya, Berlian hanya tersenyum tipis.
Ruby.
sungguh aneh rasanya baru kali ini Ruby menghubungi nya.
di tatapnya lama layar ponsel itu sehingga dalam ketiga kali Ruby menghubunginya, ia baru mengangkatnya.
" ya " jawab Berlian dengan sedikit mengacuhkannya.
tapi yang diseberang sana hanya terdengar suara tawa sehingga membuat Berlian menggerenyit terheran.
cukup lama Berlian berdiam menunggu Ruby untuk berbicara.
" hallo kakak ku yang cantik ! " sapaan itu terdengar seperti sebuah lelucon.
__ADS_1
" kau tahu kak, lusa aku akan menikah. " Ruby kembali tertawa. " dan aku menikahi seseorang yang seharusnya menjadi milikmu ! "
Berlian masih terdiam dan tak menjawab. baginya ini hanya sebuah masa lalu yang tak harus difikirkan.
" aku senang kau menderita ! " senyum mengejek mengembangkan diwajah Ruby.
" apa kau menikmati itu kak ? aku sungguh puas sekali membuatmu seperti itu ! "
Ruby ternyata memiliki kelainan jiwa fikir Berlian.
" kau dengar itu kak ! aku bahagia ! "
Berlian yang tadinya diam mulai tertawa dan itu membuat Ruby terdiam.
" selamat atas kebahagiaanmu. semoga pernikahanmu berjalan dengan lancar. " doa tulus dari Berlian.
Ruby menggertakkan giginya menahan kesal. ternyata Berlian tidak mudah untuk di provokasi.
" aku tulus bahagia ! " ucap Berlian.
" oh ya kamu sudah pastikan bahwa raga dan cintanya hanya milikmu seorang ? atau kamu hanya bisa memiliki raganya tapi tidak dengan jiwanya ? " ucapan Berlian kali ini mampu membuat keadaan terbalik.
Ruby mulai terprovokasi oleh perkataan Berlian. matanya mulai memerah menajam.
" kalau tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku tutup ! " ucap Berlian mengakhiri percakapan.
Berlian mendesah mengadahkan kepalanya menatap langit cerah itu. Berlian sedikit termerenung di dalam ayunannya. kadang tersenyum nanar menatapi apa yang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
" apa aku boleh bergabung ? " ucap sang kakak yang berdiri tak jauh darinya.
kini Gustav duduk disebelah Berlian menatap sang adik dengan tersenyum.
di usapnya kepala Berlian dengan penuh kelembutan.
" esok aku akan pergi dengan Daddy. aku ingin kau tetap disini apa kau keberatan ? " Gustav akan menghadiri pernikahan Ruby.
Gustav tidak ingin Berlian berada disana karena itu akan membuat dia terluka. dan Gustav tak ingin itu terjadi.
Berlian hanya menganggukkan menyetujuinya. " ya aku tidak akan ikut kak. " ucap Berlian dengan tatapan kosong.
" maafkan aku " ucap Gustav.
Berlian menoleh ke arah sang kakak. " tidak apa yang lalu adalah masa lalu. " jawab Berlian dengan tersenyum.
dipeluknya sang adik dengan hangat. Gustav tak ingin menyakiti adiknya lagi karena sang adik sudah cukup terluka.
" ingat jika ingin bepergian jangan sendirian karena kamu harta kami satu satunya. " perintah Gustav yang tidak ingin dibantah. Berlian mengangguk mengerti.
*********
" tuan. besok tuan Gustav dan ayahnya akan pergi berapa hari melandas meninggalkan negara " ucap seorang kaki tangan.
seperti kabar angin segar, sang Tuan besar itupun tersenyum kemenangan.
" jalankan perintah secepatnya. lakukan apa yang aku minta ! " perintah sang tuan.
__ADS_1
anak buahnya itu patuh dan memberi hormat tanda mengerti akan tugasnya.
' darah akan di balas dengan darah ! '