Permata Hatiku

Permata Hatiku
Orang Asing


__ADS_3

" Aah aku suka aahh " ******* seorang wanita begitu menggema disana.


Rianti bergetar tak percaya dengan suara itu. Ia menahan tangannya untuk membuka kamarnya, ia berharap semua hanya ilusi semata.


" Kau sexy sayang. " Parau suara itu Rianti mengenalnya. Itu adalah suara suaminya.


Braaaakkk


Suara pintu terbuka lebar membuat Keduanya yang hampir menuju nirwana itu terhempas kembali.


Mata Arya begitu membulat saat melihat Rianti ada di depannya. Ia tak menyangka Rianti akan pulang tanpa memberitahunya.


______________________


ini sedikit potongan dari yang akan aku keluarkan selanjutnya.


kapan sieh timingnya ? pasti akan aku jawab. nanti tunggu yang satu ini tamat.


aku gak mau diuber waktu karena waktuku bukan hanya untuk tak tik Tek tapi untuk pekerjaan ku yang menggunung dan tak surut surut.


______________________


seminggu sudah berlalu


keadaan Mark sudah jauh membaik dan sudah bisa dipindahkan ke ruangan rawat inap.


Berlian selalu datang menemui Mark untuk melihat kondisi Daddynya. mungkin sedikit aneh menurut Amey karena Amey berfikir Berlian bukan kerabatnya atau kerabat Daddynya tapi sering datang berkunjung.


seperti kali ini Amey hanya bisa diam melihat interaksi antara Mark dan Berlian. ia dapat melihat kebahagiaan yang tak biasa diantara keduanya. tapi Amey tak mau berfikir jauh ia hanya ingin Daddy nya bahagia dan lekas sembuh.


" kak, apa kak Rean tak marah jika kau terus saja berkunjung kesini ? " Berlian berhenti menyuapi Mark dan menatap Amey.


ya Berlian pun dapat merasakan bahwa apa yang di fikirkan Amey itu. aneh bukan jika dia terus saja datang menemui Mark yang menurut Amey bukanlah siapa siapa.


" sayang, apa tidak boleh jika kakakmu sendiri datang menemui Daddy ? " ucap Mark membuat jantung Berlian lose begitu saja.


Berlian lupa jika Mark tidak boleh mengatakan pada siapapun tentang dirinya.


Amey yang mendengar itu menekuk alisnya dan terheran. ' kakak ? ' kata hatinya.


" bukankah Rean kau anggap kakak ? makanya ia adalah kakak mu juga " oh, dewa penyelamat. akhirnya Berlian berkurang degup jantungnya saat Gustav berkata seperti itu.


Mark hanya bisa diam tak mengerti. ia menatap Gustav meminta penjelasannya.


" baiklah, maka kau akan ku repotkan nantinya " kata Amey dengan mematikan ponselnya untuk menatap Berlian. pun Berlian membalas dengan senyuman.


senyuman itu mirip sekali dengan kakak

__ADS_1


Amey merindukan kakaknya yang telah tiada. ia membalas Berlian dengan senyum tipis dan mata yang sedikit berair.


adik kecilku !


aku merindukanmu.


di sebuah tanam, Rean mengajak Elvis dan Ray berjalan jalan. Rean ingin memperkenalkan negara ini pada keduanya.


" kalian bersenang senanglah dan jangan jauh jauh dari pandangan Daddy ok. " mereka yang diperbolehkan untuk bermain disekitar, menjadi bersorak gembira.


Elvis berlari menuju penjual permen kapas. sejak tadi dirinya ingin sekali makan permen yang menggodanya.


jika ada mommynya pasti dengan tegas berkata. ' jangan nanti gigimu akan rusak ! ' padahal mommynya juga pecinta permen kapas.


" aku mau paman. " Elvis meminta permen kapas itu pada penjualnya.


penjualnya pun mengambil salah satu dari permen kapas yang Elvis inginkan. tapi sebelum sampai ditangan Elvis, Ray berkata " apa kau mau mommy memarahimu ? "


" kau jangan bilang ke mommy ! " mereka berdua akhirnya berdebat membuat semua mata memandang tertuju akan kelucuan mereka.


" baik baiklah, jika kau gigi mu sakit jangan salahkan aku karena aku sudah memperingatkan dirimu. " Ray menyerah akan mata Elvis yang terkesan memohon.


" paman, tolong berikan padaku. " Elvis akhirnya mendapatkan keinginannya. matanya sungguh berbinar melihat permen kapas itu ada ditangannya.


" kau bayarlah ! " mulut kecil Ray terbuka. ia tak membelinya tapi ia yang disuruh membayarnya.


saat hendak memasukkan tangannya kedalam kantong celana miliknya, ia tak mendapatkan selembar uang pun. ia pun memeriksa kantong yang lainnya dan hasilnya pun sama tidak mendapatkan uang selembar pun.


" a aku pun tak membawa uang. " cicit Elvis dengan kesedihan diwajahnya.


Elvis melihat sana dan sini berharap menemukan Daddynya, tapi sayang sekali Daddy nya tak terlihat oleh mata kecilnya.


kini kesedihan ia menjadi saat tak menemukan Daddynya. " Dimana Daddy " ucap Elvis yang hampir menangis.


Ray pun ikut melihat mencari Daddy nya sama tak menemukannya. " kau jangan menangis. " Ray panik ia menggigit kukunya takut akan Elvis yang menangis dan takut akan hilang dari orang tuanya.


" aku yang akan membayarnya. dan ambillah lebihnya" ucap seorang pria pada penjual permen kapas. ia pun mengeluarkan selembar uang di dalam dompetnya dan memberikannya pada penjual.


" terimakasih. " ucap penjual permen kapas.


Ray dan Elvis melihat pria itu. ia terlihat sangat tampan dan juga menakutkan.


apa ia penculik ?


hati Elvis dan Ray bercicit kecil. ia teringat pesan mommynya untuk tidak banyak berbicara pada orang asing.


tapi ia sangat tampan. kedua bocah itu terus saja mengagumi si pria.

__ADS_1


" terimakasih paman. " ucap Elvis dengan suara yang serak karena ingin menangis.


" dimana orang tua kalian. " pria itu berjongkok untuk melihat wajah Ray dan Elvis.


" jangan berbicara dengan orang asing. " bisik Ray pada Elvis membuat pria itu tersenyum mengejek pada keduanya.


" benar, jangan menerima pemberiannya juga. " pria itu terkekeh kecil menggoda mereka berdua.


" ini aku kembalikan padamu paman. " Elvis dengan berat hati menyerahkan permen kapasnya pada pria itu.


pria itu tertawa lepas dan mengacak ngacak rambut keduanya. " aku hanya bercanda. " ucap pria itu dengan senyumannya.


" siapa nama kalian ? " tanya pria itu.


" aku ... " ucapan Elvis terpotong saat suara Daddynya terdengar.


" anak anak. apakah kalian baik baik saja ? " tanya Rean.


Rean begitu mencemaskan mereka berdua. ia kehilangan mereka berdua saat dirinya tengah berkomunikasi oleh seseorang di ponselnya.


mereka berdua lepas dari penglihatan nya. saat menemukan mereka yang tengah berbicara dengan orang asing, Rean menerobos untuk mengambil mereka berdua.


ia tak mengetahui siapa pria yang berbicara pada kedua anaknya. yang ia fokuskan untuk melihat keadaan anak anaknya.


" Daddy. " sorak keduanya saat melihat Rean. pria itu menoleh dan terdiam saat melihat sosok yang menghampiri kedua bocah tersebut.


" kami tidak apa apa Daddy. " ucap Ray. tapi Rean tetap memeriksa keadaan mereka.


" seharusnya kau tidak membiarkan mereka berdua lepas begitu saja. " ucap pria itu dengan nada yang menyindir.


Rean yang merasa tersindir, menoleh dan....


oh, pria b******n itu ada dihadapannya.


" lama tak berjumpa dan kau sudah punya dua anak. " pria itu terkekeh membuat api di tubuh Rean hendak membakar jiwanya.


____________


...aku buat part lebih untuk kalian karena aku lagi dalam masa nyantai....


...maafkan jika diriku jarang update / lama updatenya. ...


...ingatlah pada kesibukan kita masing masing....


...tetap jaga kondisi tubuh kalian karena akhir akhir ini banyak yang sakit....


...begitu juga dengan keluarga kecil ku selalu bergilir sakitnya....

__ADS_1


...semua pasti akan indah pada waktunya....


...so, nikmatilah 😊...


__ADS_2