Permata Hatiku

Permata Hatiku
Aku Kembali


__ADS_3

" hallo Nona apakah masih disana ? " Ucap Tasya membuyarkan lamunan Berlian.


terdengar dari seberang sana helaan nafas Berlian sehingga membuat kedua alis Tasya mengkerut.


" are you ok honey ? " Berlian masih diam tak membalas ucapan sahabatnya.


" ok, aku tahu. jadi kau tidak perlu menjelaskannya. so , aku tutup ya. besok harus cerita ok ! " ucap Tasya sebelum menutup pembicaraannya.


Tasya memang sahabat Berlian. dia tahu saat ini sahabatnya itu butuh waktu seorang diri. jadi dia akan menunggu Berlian untuk menceritakannya. bukan Tasya tidak peduli tapi Tasya memahami Berlian. dan Berlianpun memahami akan sifat dan karakter Tasya.


tring


sebuah notifikasi muncul dilayar hp pintar Berlian. ditatapnya pesan itu yang tak bernama.


dibukanya isi pesan itu dan ternyata pesan dari Diordan.


' aku merindukanmu sayang. Diordan '


bagaimana Diordan mendapatkan nomor ponselnya. Berlian tidak ingin banyak berfikir karena sudah pasti dengan uang yang dia miliki, apapun itu akan mudah jalannya.


Berlian hanya membalas pesannya dengan sebuat emoticon senyum. apa yang ingin dibalas lagi, sementara hati Berlian masih ragu dengan keputusannya ini.


" apa yang harus aku lakukan. " bingung itulah yang Berlian rasakan.

__ADS_1


beranjak dari kasurnya kini berlian berdiri di balkon apartemennya. hembusan angin malam menerpa seluruh tubuh Berlian. rambutnya yang terjuntai kini menari nari menambah kesan kecantikannya malam ini.


******


seiring perjalanan waktu, Diordan sudah menyambangi keluarga Berlian untuk meminta pernikahan dua Minggu lagi. tapi berlian meminta pernikahan dilaksanakan dua bulan lagi.


Berlian beralasan ingin lebih mengenal sosok suaminya nanti. sempat terjadi perdebatan antara Berlian dan Diordan tapi akhirnya Diordan mengalah untuk pernikahan akan dilaksanakan dua bulan lagi.


setiap hari Diordan datang dan menjemput Berlian. menanyakan keadaan Berlian. bahkan Diordan memerintahkan anak buahnya untuk menjaganya.


sempat Berlian kesal akan sifat protektifnya Diordan. tapi kekesalan Berlian menambahkan bumbu cinta di hati Diordan. gemas sudah dengan calon istrinya ini.


berani menentang, berani mengutarakan isi hatinya. Diordan tidak sabar menunggu hari pernikahannya itu. hari dimana Berlian miliknya utuh.


Berlian sudah tidak heran jika langkah kakinya yang biasa sepi kini telah ramai. Berlian tahu bahwa Diordan menyuruh beberapa orang untuk menjaganya dari jauh.


sudah tidak asing dengan Diordan yang tiba tiba pagi hari di apartemen nya demi sarapan bersama dan itu Diordan yang memasaknya. padahal di dalam kata sarapan bersama Diordan selalu mencuri untuk menciumnya.


malam harinya Diordan akan pulang setelah Berlian tertidur lelap dalam mimpinya. perlahan cinta datang dengan sendirinya.


*


*

__ADS_1


*


*


kini dua Minggu sebelum hari pernikahan mereka, Diordan dan Berlian sedang melakukan fitting baju pengantin mereka.


Diordan menatap kagum akan calon istrinya ini. gaun putih tulang dengan belahan dada rendah melekat cantik di putih susu kulitnya.


gemas sudah Diordan sehingga ia mendekati Berlian yang sedang bercermin dengan memutar mutarkan tubuhnya.


" apa ada yang kurang dengan gaun ini ? " tanya Berlian dengan masih memperhatikan gaunnya.


Diordan memeluk Berlian dari belakang dan tersenyum. tampak dari cermin menampilkan kemesraan mereka berdua. Berlian tersenyum melihat itu.


" kau tampak menggoda sayang. " ucapan itu mampu menimbulkan Roma merah di pipi Berlian.


*******


di Bandara Negara F


seorang pria berjalan menarik kopernya memasuki pintu masuk keberangkatan luar Negeri. setelah melakukan prosedur kini Pria tampan itu duduk di sebuah kursi penumpang.


Sebuah senyum kebahagiaan tergambar diwajahnya. pria tampan itu mengeluarkan liontin di saku celananya. dengan senyuman hangat ia tatap liontin itu.

__ADS_1


" aku kembali " ucap sang pria itu dengan senyum merekah.


__ADS_2