Permata Hatiku

Permata Hatiku
Wanita Cacat


__ADS_3

betapa bahagianya Aaron saat melihat wajah cantik Berlian dipagi hari.


inilah yang Aaron inginkan saat membuka mata yang ia lihat sosok Berlian dalam dekapannya. sungguh cantik wajah Berlian saat sinar sang Surya menyinari dirinya.


Aaron tersenyum membelai wajah cantik itu dengan usapan kecil. ia usap dengan telunjuk jarinya pelan agar tak mengganggu tidur Berlian.


Aaron mencubit hidung mancung Berlian dengan pelan karena dirinya benar benar gemas akan wanitanya ini.


***aku sungguh bahagia


sangat bahagia*** !


Aaron teringat dengan benda yang ia temukan semalam. ia beranjak mengambil benda itu dirinya pun pergi meninggalkan Berlian yang masih nyenyak dengan tidurnya.


" tuan " sapaan dari Hans saat melihat Aaron keluar dari kamarnya.


Aaron memberikan benda yang ia bawa pada Hans. Hans ada sedikit rasa penasaran apa benda ini.


" kau suruh si bodoh itu untuk mencari tahu apa itu ! " perintah Aaron pada Hans.


" baik tuan ! " Hans pun menaruh benda itu pada sakunya.


" tuan apakah hari ini kau ingin bekerja ? " tanya Hans yang padahal dirinya tahu pasti jawaban dari tuannya.


inilah yang disebut basa basi karena dirinya pun ingin merasakan liburan saat tuannya benar benar akan libur.


sungguh malang nasib pria ini.

__ADS_1


" aku ingin bersama istriku dan aku akan menemaninya. jadi kau bisa gantikan aku untuk bekerja beberapa hari ini. " sungguh malang Hans saat mendengar jawaban tuannya.


penantian dari kata libur kini meluap begitu saja saat dirinya harus menggantikan tuannya untuk bekerja.


" baik tuan. " Hans sangat patuh walaupun dirinya benar benar ingin pergi berlibur.


" setelah selesai kau boleh berlibur ! " wajah yang tadi merenung kini kembali cerah.


Aaron mengetahui bahwa Hans benar benar ingin berlibur. saat perubahan wajah itu sungguh tampak nyata di hadapannya. jadi ia tidak Setega itu pada orang yang benar benar menumpahkan segala perhatian pada dirinya.


" apa tuan bersungguh sungguh ? " tanya Hans dengan mata berbinar.


" ya. kau bisa bawa dia bersamamu ! jangan biarkan dia merusak pemandangan mataku ! " tunjuk Aaron pada Rao yang sedang duduk dengan sebuah ponsel pintar dihadapannya.


sungguh anak buah yang luar biasa. Rao dikala dirinya sedang bosan benar benar menghabiskan waktunya untuk bermain game. karena dirinya benar benar lupa akan segala hal jika main, pun membuat Aaron kesal.


Hans melirik ke arah Rao yang benar benar asik dengan permainannya. jangankan tuannya, dirinya pun merasa geram. pria ini benar benar menyusahkan.


saat urusannya sudah selesai dengan Hans, pun ia kembali masuk memperhatikan Berlian yang masih terlelap.


ia ikut berbaring di tempat tidur melingkarkan tangannya di atas perut Berlian.


Berlian meleguh merasa tidurnya terganggu dengan guncangan yang dilakukan oleh Aaron.perlahan mata cantiknya terbuka, sayup sayup dirinya melihat senyuman Aaron untuk dirinya.


" kau sudah bangun sayang ? " tanya Aaron yang masih tersenyum.


Berlian yang sudah terkumpul kesadarannya, menyentak Aaron dan memundurkan tubuhnya. tapi Aaron menarik tubuh Berlian mendekat.

__ADS_1


" apa yang kau lakukan ? buat apa kau disini ! " ucap Berlian dengan sedikit nada tak suka.


sepertinya Berlian melupakan bahwa dirinya sudah menikah dan Aaron dan disinilah ia sekarang. di kamar Aaron, kamar milik mereka.


" apa kau lupa sayang kalau aku ini suamimu ? " bisik Aaron membuat Berlian tersadar.


" tolong lepaskan, a aku sungguh sesak " pinta Berlian dengan perlahan menjauhkan tangan Aaron yang melingkar di pinggangnya.


cup, sebuah ciuman singkat mendarat dibibir Berlian membuat Berlian terkejut.


" morning kiss sayang."


Aaron memegang tengkuk leher Berlian, dan kali ini dirinya memberikan sebuah ciuman yang mendalam.


Berlian memukul bahu Aaron dan barulah ia melepaskan Berlian. diusapnya bibir merah Cherry itu yang sudah basah akibat dirinya.


" bersiaplah, aku akan membawamu ke sebuah tempat. "


Aaron kini pergi meninggalkan Berlian. saat dirinya pergi, datanglah seorang pekerja rumah di hadapan Berlian.


" saya diperintahkan tuan untuk membantu nyonya untuk bersiap. " ucap seorang wanita muda yang merupakan pekerja rumah dikhususkan untuk membantu Berlian.


" tidak perlu aku bisa melakukannya sendiri. " tolak Berlian.


Berlian tidak suka dirinya diperlakukan berbeda. karena dirinya ingin melakukan sendiri walaupun keadaan saat ini menyulitkan dirinya.


' apa yang tuan lihat dari wanita cacat ini '

__ADS_1


__ADS_2