
senyum mengembang penuh kemenangan nampak terlihat jelas di wajah Aaron saat dirinya berhasil memisahkan kakak beradik.
Aaron kini telah membawa Berlian jauh dari pandangan mata Amey. ia membawa Berlian dengan sebuah kapal pesiar miliknya menjelajahi lautan yang indah.
biarlah anak kecil itu meraung kesal karena ulahnya asalkan saat ini dia dapat membawa sang istri dari gangguan adik iparnya.
dan Rao yang menjadi tameng akan pemisahan mereka kini telah dijadikan bahan amukan dari sang adik ipar.
beberapa kali terdengar Amey mengumpat dengan kata kata yang sungguh diluar dari bijaksana dapat ia dengar. bahkan tak sedikit Amey memukul dada bidang milik Rao.
sakit ?
jelas !
karena Amey memukul dengan sekuat tenaga agar amarahnya tersalurkan.
bagaimana bisa ia di kunci dikamar mandi oleh sang asisten kakak iparnya yang bijaksana itu. sungguh menyebalkan mereka.
" kau dan tuan mu sama ! " tunjuk Amey dengan kemurkaan.
dan yang ditunjuk hanya terdiam tanpa memperdulikan akan kemarahan Amey.
***ck, aku harus menemani wanita bar bar ini sepanjang hari.
tuan sungguh maha adil*** !
" pergilah jangan mengikuti ku ! " Amey mengusir Rao dengan melambaikan tangan mengusir.
dengan senang hati Rao meninggalkan wanita cerewet seperti Amey. ia pun berbalik badan berjalan meninggalkan Amey yang masih berguman guman tak jelas itu.
jika nanti tuannya menanyakan adik iparnya kemana, Rao akan dengan santainya berkata ' tidak tahu ! '
" kau mau kemana ! " teriak Amey menghentikan langkah kaki Rao.
__ADS_1
baru saja beberapa langkah gadis itu mulai menghentikan rencananya.
Amey berjalan kesal mendekati Rao. ia tepuk bahu kanan Rao dan memutarnya berbalik ke arah Amey.
" kenapa kau meninggalkanku ! " lihatlah itu, dia yang meminta Rao meninggalkan dirinya tapi sekarang dia yang menyalahkan Rao.
" kenapa kau tidak bicara ! " kesal kesal dan kesal karena Rao lagi lagi mendiamkannya.
" aku tidak tahu wilayah ini, kenapa kau tidak mengikuti ! "
sudah tahu tidak hafal jalan masih saja mengusir petunjuk arah meninggalkannya.
aneh !
" kau seharusnya lebih kebal mendengar ucapanku, bukan kau pergi begitu saja saat aku menyuruhmu pergi ! " bibir itu terus bergerak berceloteh.
bergerak dan terus bergerak sampai akhirnya Amey merasakan tenggorokannya kering dan sakit.
sudah kering kan !
" mau bicara lagi nona ? " goda Rao dengan menaik turunkan alisnya makin membuat Amey kesal.
menyebalkan !
" apa adikku baik baik saja ? " Berlian mengkhawatirkan Amey yang ditinggal dengan Rao disana.
Aaron memeluk tubuh Berlian menghadap laut dengan eratnya.
" dia akan aman bersama Rao. " Aaron mencoba menenangkan Berlian.
Aaron Sangat yakin jika Rao mampu menjaga Amey walaupun sosok Rao adalah sosok yang berjalan dengan kemauannya sendiri.
" aku takut mereka akan terus bertengkar ! "
__ADS_1
mata Aaron membuka lebar. ia melupakan jika Rao dan Amey sama sama orang yang keras kepala. semoga saja Rao bertahan dengan semua ocehan adik iparnya itu.
" aku punya kejutan untukmu. " Aaron menyusupkan yang wajahnya pada tengkuk leher Berlian.
" kejutan ? kejutan apa ? " tanya Berlian penasaran.
" nanti kau juga akan mengetahuinya. "
sungguh romantis kali ini yang mereka rasakan. menatap laut lepas dengan saling berpelukan. semoga saja selamanya seperti ini.
*************
Tut
Tut
Tut
" jalankan sesuai rencana ! " ucap pria itu setelah sambungan teleponnya terhubung dengan yang jauh disana.
pria itu merebahkan tubuhnya pada kursi kebesarannya. ia menatapi sebuah foto yang baru saja ia dapat dari anak buahnya.
amarah cukup ia rasakan. ia tidak ingin terus menerus menahan sakit penderitaan seperti ini.
_________________
...happy reading guys....
...semoga suka ya....
...mamak sayang kalian semua....
...tetap semangat menjalani hari hari kalian ok....
__ADS_1
...jangan lupa like, komen dan rate-nya ya 🥰...