
maafkan aku
maafkan aku Daddy !
ku mohon maafkan aku !
Berlian menangis tersedu sedu memeluk tubuh Mark yang lemah. ia begitu terpuruk melihat kondisi Mark yang seperti ini.
" Dad Daddy, aku bersalah. bangunlah dan hukumlah aku ! " ucap Berlian dengan bibir yang bergetar serta air mata yang terus mengalir.
" maafkanlah aku yang tak memikirkan perasaanmu. " lirihnya lagi.
keheningan ini begitu menyesakkan hatinya. ia tak menyangka jika Mark menyayangi dirinya seperti ini. begitu rapuh dan terpuruk akibat kehilangan dirinya.
ia berjanji tidak akan meninggalkan Mark lagi. ia akan selalu menemani Mark dan akan selalu seperti itu.
" sa yang. " Mark dengan suara lemahnya memanggil Berlian. pun Berlian menghapus air matanya dan melihat Mark yang perlahan mulai membuka suaranya.
dengan cepat ia menekan tombol kecil untuk memanggil tim medis datang.
" a aku tahu itu kau. " ucap Mark dengan nafas yang tersengal-sengal. ia tersenyum melihat Berlian dihadapannya walaupun dengan sedikit berbeda.
" dad daddy. " lirih Berlian menggenggam kedua tangan Mark. " maafkan aku " Berlian sungguh menyesali itu. ia sungguh tak berniat membuat Mark seperti ini.
" ja jangan pergi lagi. " pinta Mark yang di angguk cepat oleh Berlian. " ya Daddy, aku tidak akan meninggalkan dirimu lagi. " janji berlian pada Mark.
__ADS_1
Mark benar benar tenang seketika saat melihat sosok yang ia rindukan kini dihadapannya lagi. biarlah yang lalu ia pernah lalai, tapi tidak dengan kali ini. ia akan menggenggam Berlian nya itu dengan sepenuh kekuatannya.
tak lama pun beberapa tim medis datang memeriksa keadaan Mark. Berlian pun sedikit mundur memberikan ruang waktu pada mereka.
setiap gerakan medis itu tak luput dari pandangan Berlian. pun begitu Mark ia terus menatap Berlian seakan enggan membiarkan dirinya pergi menjauh dari pandangannya.
*********
" sudah ku bilang bukan, jangan tertidur maka kita akan ditinggal oleh mereka ! " keluh Elvis dengan memukul bantal yang ada dalam genggamannya.
Ray melirik kemudian kembali terdiam acuh tak acuh. pasalnya bukan kah Elvis yang terus saja meminta menemaninya berbaring di kamar dengan alasan meluruskan tubuhnya. kini ia dengan biasa selalu melemparkan masalah pada dirinya.
" biarkan Daddy dan mommy berkencan, kita tunggu saja mereka pulang. lagi pula mereka tidak akan tega meninggalkan kita di negara asing ini begitu saja. " Ray bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dapur.
" jika nanti mereka pulang tanpa coklat, aku akan meminta mereka supaya tidak usah pulang saja ! " keluh Elvis dengan makin memukul mukul bantal itu.
" Daddy pulanglah ! " Elvis menangis kehilangan induknya.
" hei, kenapa menangis ? " tanya Rean yang baru saja tiba.
Elvis yang melihat Rean pun berhamburan memeluk Rean. ia begitu takut jika dirinya ditinggalkan oleh orang tuanya.
" jangan tinggalkan kami Daddy. " Isak Elvis dalam pelukan Rean membuat Rean tersenyum.
" ck, dasar manja ! " ledek Ray yang baru saja keluar dari dapur dengan dua gelas air ditangannya.
__ADS_1
" tidak, Daddy tidak akan meninggalkan kalian. " Rean mengusap air mata Elvis dengan jari jarinya.
" mommy dimana Daddy ? " tanya Ray yang kala itu tak melihat Berlian.
" mommy mu ada kesibukan sedikit. " ucap Rean.
Rean meninggalkan Berlian dirumah sakit untuk melihat kondisi kedua anaknya. ia takut jika Elvis akan menangis ketika tidak menemukan orang tuanya walaupun sudah ada yang menjaga mereka.
dan tebakan Rean benar saat dirinya pulang, ia melihat bocah itu sudah menangis. Elvis benar benar anak yang mudah menangis berbeda dengan Ray yang sedikit kuat darinya.
Berlian masih setia menunggu Mark di ruang itu, ia pun enggan untuk berpisah dari Daddynya.
" Daddy harus segera sembuh. " Mark tersenyum dan mengangguk lemah kepalanya.
ia belum bisa banyak berbicara dan bertanya tentang Berlian yang menghilang karena nafasnya masih begitu lemah.
" kau pulanglah, anak anak pasti membutuhkanmu. " Gustav datang membawa makanan dan minuman untuk dirinya serta Berlian.
ia memberinya pada Berlian dan Berlian pun menerimanya. " aku mau menunggu Daddy kak. " ucap Berlian dengan tersenyum ke arah Mark.
Gustav pun berjalan ke arah Mark. ia duduk di samping Mark dan mengusap lembut kepala Mark. " Daddy, bolehkan Berlian pulang terlebih dahulu. ia mempunyai anak anak yang harus diurusnya. " Mark sedikit sedih saat Berlian nya akan pergi, tapi ia ada kebahagiaan bahwa ia mempunyai cucu dari Berlian.
Mark tersenyum serta mengangguk kepalanya. mulutnya ingin terbuka dan berkata ' kau harus kembali ' tapi apalah daya kata kata itu hanya bisa ia telan.
Gustav yang mengerti maksud Mark, menatap Mark dan berkata " Daddy jangan takut, putrimu tidak akan pergi darimu lagi. " Mark pun tenang dibuatnya.
__ADS_1
" aku akan mengantarnya. " Gustav mengambil kunci mobil yang ada di nakas itu dan meminta Berlian pulang bersamanya.
" aku akan kembali Daddy. " Berlian mengecup kening Mark berpamitan untuk pulang.