Permata Hatiku

Permata Hatiku
Siasat


__ADS_3

aaaaaaaaaarrrgggghhh,,,


jerit Ruby tak terima saat Diordan menceraikan dirinya.


Ruby begitu terpukul saat dirinya menerima surat perceraian dirinya dengan Diordan dari seorang pengantar surat.


tubuhnya begitu bergetar, piluh piluh membasahi wajahnya. matanya memerah tak kuasa menahan derai air matanya.


" aku tidak ingin bercerai ! " pekik Ruby tak terima.


" aku tidak ingin ! " Ruby merobek kertas itu dan menghamburkannya.


ia duduk mencekram selimut yang ada di tempat tidurnya. deru nafasnya naik turun seakan ingin menerkam mangsanya.


" Berlian ! semua ini gara gara kau ! " ruby makin membenci Berlian.


semua rencananya yang ia susun kini sudah benar benar hancur tak tersisa. bahkan Ruby berfikir anak yang ada dalam kandungannya saat ini sudah tidak ada gunanya lagi.


" aku tak mau anak ini ! " guman Ruby dengan bibir bergetar.


" keluarlah ! kau anak sial ! " Ruby menggila, ia memukul perutnya bertubi tubi.


bercak darah keluar di sela sela kedua pahanya dan rasa sakit kini menerjang perut Ruby.


aaaaaaaaa,, Ruby menjerit kesakitan. ia merasa penglihatannya mulai memudar. ia benar benar kesakitan.


brug,


Ruby terjatuh pingsan di lantai dengan wajah yang pucat dan bersimbah darah di bagian bawahnya.


***********


" apa yang ingin kau sampaikan ? " tanya Diordan dingin dengan aura tak bersahabat.

__ADS_1


" calm down ! jangan terburu buru ! " ucap seorang wanita cantik duduk dihadapan Diordan.


wanita itu menyesap minumannya dan tersenyum pada Diordan membuat Diordan memandang jijik pada wanita itu.


" kau membuang waktuku ! " Diordan berdiri dan bersiap meninggalkannya.


" ini tentang Berlian ! " ucap wanita itu membuat Diordan mengurungkan niatnya untuk pergi.


Diordan mengangkat sebelah alisnya dan menatap wajah wanita itu. ia sungguh tidak mengenalnya, dan apa urusan wanita itu dengan Berlian.


" aku menawarkan kerja sama denganmu ! " ucap wanita itu dengan sebuah senyuman.


" kerja sama ? dalam hal ? " tanya Diordan yang tidak mengerti.


wanita itu tertawa akan kebodohan Diordan. " pantas saja Berlian tidak ingin bersamamu, ternyata kau pria Yang bodoh ! " wanita itu menghina Diordan.


Diordan tak terima akan hinaan wanita itu kemudian ia menggebrak meja membuat wanita itu terkejut bukan main.


Diordan makin tak suka, kini ia hempaskan tubuhnya bersandar pada bangku yang ia duduki.


" aku ingin Aaron ! " wanita itu berterus terang.


" maksudmu ? " Diordan makin tak mengerti.


wanita itu berdecak kesal, ia berfikir Diordan tak mengerti akan maksudnya.


bodoh !


dia tidak sebanding dengan Aaron.


Aaron sungguh pria luar biasa !


" kau, benar benar tak mengerti maksudku ? " vanilla mulai kesal.

__ADS_1


" aku bilang aku menginginkan Aaron dan aku ingin kau bekerjasama denganku untuk memisahkan mereka ! "


Diordan cukup diam memperhatikan vanilla dari atas hingga bawah. ia tidak mengerti apa yang ada dipikiran wanita ini.


mengajaknya untuk berkolusi memisahkan Berlian dan Aaron. tanpa bantuan vanilla, Diordan mampu memisahkan mereka.


tapi ia berfikir dengan hadirnya vanilla sebagai pion, cukup membuat Aaron dan Berlian berpisah.


" apa kau mau ? " tanya vanilla gusar karena tak ada jawaban dari Diordan.


" apa rencana mu ? " tanya Diordan dengan suara dinginnya.


vanilla yang merasakan angin segar, kini mulai membicarakan tentang rencana yang ia susun untuk membuat Aaron dan Berlian berpisah.


cukup lama mereka membicarakan rencana yang akan mereka lakukan, kini waktunya mereka berpisah dan bertemu kembali di waktu yang tepat untuk melaksanakan rencana mereka.


sebuah senyum terbit di bibir Diordan saat ia merasa bahwa Berlian sebentar lagi menjadi miliknya.


kau akan kembali padaku sayang !


akan dan segera !


" tuan, nyonya Ruby koma ! "


______________


...udah dulu ya gengs, jangan lupa jaga kesehatan....


...tetap semangat dan tetap teguh....


...love untuk kalian semua....


...semoga suka dan jangan lupa likenya ya...

__ADS_1


__ADS_2