
maaf !
hanya satu kata itulah yang mampuku ucapkan.
kau tahu, mencintai seseorang itu tidaklah mudah. dan aku benci itu !
aku benar benar membenci tapi aku tak bisa berhenti memikirkan tentangnya.
___________________
' aku merindukanmu bee ' kalimat sederhana yang mampu membuat Berlian terdiam.
saat ini dirinya entah harus menjawab iya atau tidak. karena ia sudah tak ingin berharap untuk sebuah ikatan lagi.
terakhir kali ia di pandang rendah oleh cinta. pun itu masih menyisakan luka yang masih menyayat hati.
dunia nya sekarang hanyalah untuk kedua putranya. bersama mereka berdua seakan terasa damai walaupun ia harus kehilangan semua kehidupan awalnya dan memulai hidup yang baru.
kedua putranya pun tak kekurangan kasih sayang dari orang sekitarnya. pun Rean menyayangi mereka seperti anak nya sendiri.
pria yang di anggap Daddy oleh kedua putra Berlian, benar benar memerankan sosok pelindung untuk mereka.
siapa Daddy mu ?
mereka akan menjawab Daddy Re !
begitulah saat mereka sekolah. Rean yang pertama kali mengantar dan menunggu mereka berdua.
__ADS_1
bahkan kehidupan seperti itu pun berlanjut dengan Rean yang tinggal di atap yang sama dengan Berlian dan kedua putranya.
keluarga yang sempurna !
dengan beralasan Rean berkata ' biar mereka tahu bahwa akulah ayahnya. '
" Daddy, apakah Daddy akan pergi lagi meninggalkan kami ? " tanya Elvis pada Rean.
Elvis dan Ray merupakan nama dari kedua putra Berlian.
" jangan tinggalkan kami. aku tidak akan bisa naik motor lagi jika Daddy tidak ada. " keluh Ray dengan tangan memeluk lengan kekar Rean.
Rean begitu gemas dengan kedua anak Berlian. mereka selalu saja membutuhkan Rean. pun Rean sangat menyukai jika mereka seperti itu.
" apa mommy selalu tepat waktu menjemput kalian ? " tanya Rean dengan memeluk keduanya.
" mommy selalu saja lupa jika sudah bekerja. aku tak suka itu ! " Ray merajuk dengan memukul ranjang dengan tangan kanannya.
" bisakah Daddy meminta mommy untuk tidak bekerja ? " pinta Elvis pada Rean.
Rean mengerti jika kedua putra itu butuh perhatian Berlian penuh. tapi Berlian tetaplah Berlian yang ingin melakukan hal yang ia sukai.
menjadi seorang designer sudah mendarah daging dalam tubuhnya jadi hal yang tak mungkin untuk melepaskannya.
" dengarkanlah daddy. apa mommy tidak menyayangi kalian ? " tanya Rean dan di jawab dengan gelengan kepala kedua anak tersebut.
" no mommy Sangat menyayangi kita. " ucap Elvis dan Ray mengangguk setuju.
__ADS_1
" apa kalian mau jika Daddy jauhkan dengan kesukaan kalian ? " tanya Rean kembali dan membuat mereka berdiam.
" no, itu menyakitkan ! " jawab Ray dengan rawit wajah yang sedih.
" dan itu lah yang akan terjadi pada mommy kalian. " Elvis dan Ray pun terdiam dengan mata yang berkaca-kaca.
" sudahlah, sekarang kalian tidur. " Rean pun menarikan selimut kepada keduanya.
Elvis dan Ray merebahkan tubuh mereka dengan tubuh terbalut selimut yang diberikan oleh Rean.
" kami akan tidur. tapi Daddy jangan pergi lagi. " Elvis berkali kali meminta kepastian pada Rean.
Rean tersenyum dan mengangguk kepalanya. setelah mendapatkan perjanjian dengan Rean, kedua anak itu pun kini tertidur.
dengan perlahan, Rean pun melangkah pergi dari kamar Elvis dan Ray menuju dapur. sudah sejak tadi dirinya merasa sangat haus tapi kedua anak tersebut tidak mengijinkan dirinya pergi.
langkah Rean terhenti saat melihat Berlian yang sedang minum dengan rambut terikat ke atas.
sungguh indah !
Rean dengan tak sabarnya, berjalan mendekati Berlian dan memeluknya dari belakang sehingga membuat Berlian terkejut dan tersedak.
" uhuk uhuk apa yang kau lakukan b***h ! " hampir saja gelas yang ia pegang tergelincir ke bawah.
Berlian memberontak dan memukul kedua tangan Rean untuk melepaskan dirinya.
" menikahlah denganku ! "
__ADS_1