Permata Hatiku

Permata Hatiku
Siapa Dia ?


__ADS_3

braaakk,


baru saja ia tiba di meja kerjanya, seseorang meletakkan beberapa lembaran kertas di meja dengan kasarnya.


" kau tahu, betapa sakitnya kepalaku. " keluh seorang wanita di samping meja kerja Berlian dengan duduk bersandar serta memijit mijit keningnya yang terasa berdenyut.


" ada apa ? " tanya Berlian dengan enggan menatap ke arah wanita itu. Berlian lebih fokus untuk mengeluarkan benda benda yang ada di tasnya.


" andaikan ada pria tampan saat ini, mungkin rasa sakit ini berkurang. " ck, mulailah dia dengan halusinasinya.


wanita yang menjadi rekan kerja Berlian ini, selalu mempunyai imajinasi yang lebih tinggi dari yang lainnya. sehingga membuat yang lainnya tak ingin berdekatan dengan keanehannya.


hanya Berlian lah yang sudah beberapa tahun selalu setia mendengarkan keluh kesahnya.


Berlian kini meraih lembaran demi lembaran yang ditaruh wanita itu dan membacanya satu persatu.


atas dan bawah Berlian melihatnya dengan teliti serta kepala yang di angguk anggukan tanda mengerti.


" lihatlah, kau lihat bagaimana aku harus mengulangnya ! " wanita itu makin menyandarkan tubuhnya di kursi dengan menggoyang goyangkan seluruh tubuhnya.


" oh pria tampan bawalah aku pergi jauh dari kehidupan ini. " ucap wanita itu dengan merentangkan tangannya.


bawalah !


dan jangan kembalikan dia dengan keanehannya !


" jangan bermimpi di pagi hari ! " Berlian pun mulai mengamati satu persatu.


" ck, andaikan kau tahu rasanya tidak dihargai. " wanita itu berdecak dan berkumat Kamit mengeluarkan suasana hatinya.


pagi ini Berlian tidak ingin mengacaukan hari indahnya. ia ingin segera membungkam kata kata wanita itu.


" kau tahu rasanya ...... " eh apa ini ?


wanita itu yang tadinya berkumat Kamit sendiri menjadi tertegun saat Berlian memberikan lembaran kertas di hadapan nya.


" sudah ku perbaiki, kau pergilah ! " Berlian pun menaruhnya di tangan wanita itu.


" wooowww ,, kapan kau perbaiki ? " tanya wanita itu dengan melihat semua yang dikerjakan Berlian.


" sejak sumpah serapah itu keluar dari mulutmu ! " ucap Berlian membuat wanita itu tersenyum lebar menampilkan gigi nya.


" aaahhh, terimakasih sayang. kau yang terbaik. " wanita itu kegirangan dan berlompat serta bertepuk tangan.


" sudah kau pergilah ! " Berlian melambaikan tangannya mengusir wanita itu.


dan wanita itupun pergi dengan tumpukan lembaran ditangannya.


mengingat ucapan teman kerjanya, Berlian menjadi terdiam dan tak lama menggelengkan kepalanya.


aku lebih tahu rasanya apa itu tidak dihargai !


mengalah pada takdir yang mempermainkannya. dan membuat takdirnya sendiri dengan kehidupan barunya.


___________

__ADS_1


drap


drap


drap


Berlian berlari mengejar waktu. ia terus berlari menelusuri jalanan yang padat akan aktivitas.


jika saja temannya tidak menegur dirinya, mungkin ia sudah lupa untuk menjemput kedua putranya.


Berlian berharap kedua putranya masih di dalam kelas dan belum keluar untuk pulang sekolah.


Berlian beberapa kali melihat arloji di tangannya. ia masih ada waktu lima menit lagi sebelum kedua putranya keluar.


saat di persimpangan jalan, Berlian kurang berhati hati. sehingga hampir saja tubuhnya menjadi sasaran empuk untuk tulang besi itu.


cciiitttt,,


sebuah mobil berhenti mendadak saat Berlian menyebrang berlari tanpa melihat keadaan.


hampir saja mobil itu menabraknya. untung saja sang supir itu pun dengan sigap menginjak rem.


" hei, apa kau mu mati ! " sang supir itu pun keluar dari mobilnya menghampiri Berlian yang duduk tersenggol oleh mobil.


Berlian berdiri dan menepuk-nepuk kaki serta tangannya yang kotor.


" maafkan aku ! maaf aku kurang berhati hati. " ucap Berlian dengan menundukkan tubuhnya.


" menyingkirlah ! " usir supir itu membuat Berlian berkali kali menundukkan tubuhnya sebelum ia pergi menjauh.


sang supir itu kesal bukan main. ia terus saja berkata kasar sebelum dirinya masuk ke dalam mobilnya.


sang supir itu bingung dengan tak ada jawaban dari penumpangnya. apakah penumpang itu marah atau tidak, ia tidak tahu.


" ikuti wanita itu ! " perintah penumpang itu membuat sang supir mengerutkan alisnya.


" tapi ..... " sang supir tak melanjutkan perkataannya saat melihat wajah menyeramkan di balik pantulan cermin itu.


" baik, sir ! "


mobil itu pun melaju mengikuti kemana Berlian pergi.


" mommy selalu saja lupa ! " Elvis duduk bersandar di depan sekolahnya.


Ray hanya bisa terdiam dengan memperhatikan jalan mencoba mencari seseorang yang ia tunggu.


dari kejauhan ia telah melihat seseorang itu yang terus berlari. Ray hanya bisa tersenyum tipis menatap bayangannya.


" ma maafkan mommy ! " ucap Berlian dengan mengatur nafasnya yang terengah-engah.


Elvis berdiri dan menghampiri Berlian dengan kesalnya. muka kecil Elvis dengan bibir yang mengerucut itu terlihat sangat menggemaskan.


" mommy selalu lupa ! " Elvis pun berjalan mendahulukan Berlian dan Ray.


Berlian tertegun dengan ke kesalan Elvis. anak itu cenderung sering merajuk berbeda dengan Ray yang sabar dan bisa memahami dirinya.

__ADS_1


Ray dan Berlian pun mengikuti langkah Elvis dari belakang menuju halte bis.


" kenapa mommy telat ? " tanya Ray si anak yang bisa menjadi teman bercerita Berlian.


Berlian hanya tersenyum kaku dan tidak bisa menjawabnya. karena Ray dan Elvis pun tahu bahwa Berlian lupa.


" apa mommy berlari dari tempat mommy bekerja ? " Berlian mengangguk kepalanya menjawab pertanyaan Ray.


Ray tertawa keras membuat Elvis membalik badannya menatap mereka berdua.


" ada apa ? " teriak Elvis membuat Ray makin tertawa.


" kau tahu, mommy pun lupa untuk naik taksi menjemput kita. " jawab Ray dengan menahan tawanya. pun akhirnya Elvis ikut tertawa mendengar ucapan Ray.


astaga, mereka berdua mentertawakan kebodohan ku !


" maaf kita kehilangan wanita itu sir ! " ucap sang supir yang tak bisa membawa tulang besi itu memasuki sudut kecil kota itu.


penumpang itu pun menatap sudut itu dengan tatapan tak biasa. entah apa yang ada di fikirannya hanya ia yang tahu.


apa aku salah lihat ?


apa benar itu dia ?


" apa kita kembali ke tujuan utama, sir ! " ucap sang supir membuyarkan lamunannya.


*


*


*


*


sssttt,,, rasa sakit kini terasa di pergelangan kaki Berlian. ia pun mengambil air dingin serta kain untuk menekan rasa sakit yang menjalar di kakinya.


Berlian melihat kemerahan di sekitar kaki kanannya. mungkin itu terkilir saat dirinya hampir tertabrak tadi.


Berlian menempelkan kain yang sudah di beri air itu pada kakinya. ia berharap rasa sakitnya akan berkurang.


" apa yang kau lakukan ? " Berlian terhenyak menumpahkan wadah air itu saat mendengar suara Rean.


" kau sudah pulang ? " tanya Berlian yang melihat Rean baru saja pulang bekerja.


Rean tak bersuara. ia terus berjalan ke arah Berlian dan menaruh jas serta tas kerjanya di meja.


" apa yang kau lakukan ? " tanya Rean menatap Berlian yang mencoba merapihkan kekacauan.


" ti tidak ada. " Berlian gugup dan tak berani menatap Rean.


aaawwwww, Berlian menjerit saat tubuhnya melayang ulah Rean. dan Rean pun menaruh Berlian di atas meja.


" Re, apa yang kau lakukan ! " pekik Berlian yang tak dijawab oleh Rean.


aawww, Berlian kembali mejerit saat Rean menarik kakinya yang terkilir. rasa sakit kini menjalar yang Berlian rasakan.

__ADS_1


ini sakit !


Rean pergi meninggalkan Berlian yang menahan sakitnya. sungguh rasanya saat ini juga ia ingin menarik kasar rambut Rean. sudah membuat sakit, kini ia ditinggalkan.


__ADS_2