Permata Hatiku

Permata Hatiku
Mendadak Bangkrut


__ADS_3

hari yang ditunggu tiba. Berlian kini diperbolehkan untuk pulang, walaupun ia masih belum bisa berjalan dengan sempurna dan harus menggunakan kursi roda.


semua menyambut kepulangan Berlian dengan suka cita. bahkan Mark begitu bersuka cita mendengar kembalinya pulang sang putri.


" apa mereka semuanya sudah siap ? " tanya Mark pada kepala pelayan di mansionnya.


" sudah tuan besar " jawab kepala pelayan itu dengan hormat.


" baguslah ! " senyum Mark mengembang melihat semua penyambutan sudah siap.


dirinya terus memperhatikan keadaan menunggu sang putri tiba di mansionnya.


Amey dan Tasya pun ikut hadir dalam penyambutan itu. mereka pun tak kalah gembiranya untuk menyambut kepulangan Berlian.


tin


suara mobil terdengar membuat mereka semua bergegas keluar menyambut Berlian.


nampak beberapa mobil beriringan masuk kedalam mansion milik Mark membuat sang tuan rumah terheran.


mobil siapa yang masuk selain dua mobil milik gustav dan anak buahnya.


nampak mereka keluar dari dalam mobil serta Aaron yang keluar menggendong Berlian.


lagi dan lagi Gustav sang kakak dibuat kesal oleh Aaron karena tak memperbolehkan dirinya berada di dekat sang adik.


padahal kan ia kakaknya, mengapa ia yang dijauhkan.


" turunkan aku ! " bisik Berlian yang tertunduk malu dalam gendongan Aaron.

__ADS_1


" tidak " jawab Aaron dengan tersenyum mengembang diwajahnya.


" Daddy senang kau pulang sayang. " ucap Mark dengan seuntas senyum hangat diwajahnya.


Berlian menatap wajah sang Daddy dengan hangat. " aku juga Daddy. " jawab Berlian.


" kak, aku juga bahagia kau sudah kembali " ucap Amey dengan setetes air mata bahagia di sudut matanya.


Berlian menatap adiknya dan tersenyum serta menganggukkan kepalanya.


dirinya merasa bahagia karena masih ada yang menginginkan dirinya. mereka dengan senan tiasa berada di dekatnya dalam keadaan suka maupun duka.


" apa kau akan terus menggendong adikku seperti itu ? " pertanyaan Gustav mampu membuat semua bola mata menatap Aaron yang sedang menggendong Berlian.


Aaron yang di tatap terlihat cuek bahkan tak peduli. tapi Berlian kini dirinya seperti kepiting rebus menahan malu.


pria ini benar benar tak punya rasa malu pikir Berlian.


Mark berdeham menutupi rasa kecanggungan ini. " sudah mari kita semua ke dalam. " jawab Mark.


Mark memboyong semua ke dalam ruang keluarga. disana Aaron mendudukkan Berlian dalam sofa panjang. ia tersenyum menatap wajah cantik Berlian.


" sudahlah kau pergi ! terimakasih sudah mengantar kami pulang ! " ucap ketus Gustav pada Aaron.


Aaron menatap tajam pada Gustav dan begitupun sebaliknya. mereka berdua tak hentinya menyindir satu sama lain.


" kakak ipar, jangan terlalu mengusirku seperti itu. sungguh itu tidaklah sopan. " ucap Aaron membuat semua menatap terkejut pada Aaron.


Mark pun sampai dibuat terbatuk oleh ucapannya. bagaimana bisa pria ini begitu terang terangan mencintai anaknya.

__ADS_1


" sejak kapan aku menjadi kakak iparmu ! " Gustav menggeram kesal.


" sejak aku melihat dirinya." ucap Aaron dengan tersenyum menatap Berlian.


" terlalu banyak mimpi ! " ucap Berlian dengan begitu ketusnya.


" aku tidak bermimpi. aku akan menikahi dalam waktu dekat ini. " ucap Aaron dengan penuh percaya diri.


Gustav mencibir ucapan Aaron. pria yang dulu menjadi musuhnya kini terang terangan ingin menjadi adik iparnya.


" apa kau benar benar mencintai kakakku ? " suara ini keluar dari mulut kecil Amey.


Aaron pun menjawab dengan anggukan mantap bertanda benar benar ingin menikahi Berlian.


Amey mendekat pada Aaron dan berbisik. " jika kau ingin menikahi kakakku, apa yang bisa aku dapat darimu ? " bisik Amey yang masih terdengar oleh semua orang.


Aaron terkekeh geli. ternyata ada sosok yang ingin membantu dirinya meluluhkan hati Berlian.


" apa yang kau inginkan ? " tanya Aaron dengan mengangkat sebelah alisnya.


Amey pun tersenyum penuh siasat. " aku ingin seluruh hartamu atas nama kakakku bagaimana ? " ucap Amey dengan penuh kemenangan.


Gustav tersenyum atas ucapan Amey. pria mana yang akan rela menaruh seluruh hartanya dan menjadi miskin demi menikahi wanita pujaannya.


begitupun Rao dan Hans, ia nampak terkejut atas tawaran yang diberikan Amey.


keduanya menatap sang tuan dengan penuh kecemasan. karena mereka berdua tahu apa yang akan di jawab oleh tuannya.


" aku terima ! " ucap Aaron membuat semua membeku.

__ADS_1


pria ini benar benar tak kenal menyerah. sesuatu yang harus menjadi miliknya maka akan terus ia raih sampai benar benar menjadi miliknya.


bahkan ia tidak peduli jika ia akan mendadak bangkrut dan tak punya apa apa demi mengejar cinta Berlian.


__ADS_2