Permata Hatiku

Permata Hatiku
Aku Ingin Dia Hidup Kembali !


__ADS_3

" Berlian ! "


" kakak ! "


Amey dan Tasya menangis melihat Berlian tenggelam dan tak sadarkan diri yang terlihat di layar ponsel Tasya sebelum layar itu gelap karena ponsel Berlian mati karena terendam air.


mereka semua berkumpul menanyakan apa yang terjadi pada mereka apalagi mereka menyebut nama Berlian disana.


" ada apa ? " tanya Rean yang terlebih dulu tiba disana.


Amey dan Tasya tak sanggup membuka mulut mereka. begitu bergetar tubuh mereka berdua.


" hey katakan ada apa ! kenapa kalian menyebut nama Berlian ! " Rean mulai panik melihat reaksi mereka berdua.


" Mey ! " di guncangan tubuh Amey oleh Rean.


Arnold yang tiba menepis tangan Rean dan dipeluknya Amey dengan erat.


" Amey katakan, ada apa ? " pinta Arnold dengan sedikit melembut.


Amey yang merasa dipeluk menjadi meringan. " ka. kak. " ucap Amey tersendat.


" kakak kecelakaan. " pecah kembali tangisannya.


semua mematung mendengar kabar bahwa Berlian mengalami kecelakaan. dan itu pun membuat Diordan terpukul.


" bagaimana bisa ! aku sudah melarangnya untuk datang ! " ucap Gustav yang masih terkejut.


melihat Tasya menatap ponselnya yang terjatuh membuat dada Gustav bergemuruh hebat.


" a. aku yang memaksanya untuk datang " ucap Frans dengan terbata.


makin menyala amarah dalam diri Gustav. Gustav menatap menyala pada Frans. tanpa aba aba ia layangkan sebuah pukulan tepat di wajah Frans.

__ADS_1


" kau ! " geram Gustav. Mark yang melihat sang anak ingin memukulnya kembali, kini menghalanginya.


" kendalikan emosimu ! yang terpenting sekarang kau cari adikmu ! aku ingin dia baik baik saja " pintas sang Daddy padanya.


Gustav akhirnya pergi meninggalkan mereka semua. benar apa yang dikatakan Daddy nya bahwa Berlian yang lebih utama.


saat sudah kepergian Gustav, Mark menatap sinis pada Frans. " aku telah bodoh menitipkan anak dan istriku pada mu ! ternyata kau hanya seorang pecundang yang tak berharga ! hina Mark.


" jika terjadi apa apa pada putri ku, kau akan menanggung semua akibatnya ! ancam Mark sebelum meninggalkan tempat itu.


semua ingin mencari Berlian tanpa terkecuali Diordan. tapi langkahnya terhenti saat Ruby menggenggam tangannya. ada tatapan tidak suka pada Diordan dan dihempasnya kasar tangan Ruby.


" kau mau kemana ! kita baru saja menikah ! " ucap Ruby dengan meremas gaun pengantinnya.


Diordan yang mendengar kata menikah hanya menyunggingkan senyumannya.


" aku akan mencari Berlian ! aku memang sudah menikahimu tapi kau tidak berhak dalam semua urusanku ! " ucap Diordan dengan nada ketidak pedulian.


" aku sekarang istrimu ! " ucap Ruby dengan sedikit meninggi.


deg, tubuh Ruby membeku sempurna. dengan mudahnya Diordan berkata akan menceraikan nya setelah anak mereka lahir.


hanya karena Berlian semua karena Berlian. makin membenci sudah Ruby pada Berlian.


******


Berlian tenggelam tak sadarkan diri saat keningnya membentur setir. tubuhnya terhimpit karena benturan keras dari pembatas jalan membuat mobilnya rusak.


brraaaakkk


Aaron memecahkan kaca mobil Berlian untuk menyelamatkan dirinya.


saat kejadian itu, Aaron sudah mengikuti Berlian. Aaron terkejut bahwa anak buahnya sudah memotong rem mobil milik Berlian.

__ADS_1


Aaron khawatir terjadi sesuatu pada Berlian. dan benar dugaannya kejadian itu pun tak terhindari.


Aaron yang melihat mobil Berlian terjun bebas pun ikut menceburkan dirinya menyelamatkan Berlian.


Aaron mengalami kesulitan saat ingin mengeluarkan Berlian dari dalam mobilnya.


dengan usah yang panjang, Aaron berhasil mengeluarkan Berlian dan segera membawanya ke rumah sakit.


tubuh Berlian penuh luka dan wajahnya kini telah pucat Pasih menambah kecemasan dalam diri Aaron.


Aaron tidak peduli seberapa cepat ia melaju yang ia inginkan nyawa Berlian terselamatkan.


" bertahanlah ! " ucap Aaron dengan nada kekhawatiran.


*


*


*


*


di sebuah rumah sakit ternama, Aaron meminta semua untuk menangani Berlian.


rumah sakit ini milik Aaron, ia meminta semua yang terbaik untuk perawatan Berlian.


kini Berlian berada dalam tangan para dokter di ruang UGD. Aaron terus memantau setiap apa yang diberikan pada Berlian.


Aaron tidak ingin menunggu diluar, ia ingin melihat semua yang dilakukan para dokter itu. marah bukan main saat salah satu dokter mengatakan Berlian tidak terselamatkan. ditariknya dokter itu dengan amarah.


" apa yang ingin kau lakukan hah ! " ucap Aaron dengan lantangnya.


" ta tapi tuan ! nona tidaj menunjukkan detak jantungnya " ucap dokter itu dengan takutnya dan menunjuk alat pendeteksi jantung.

__ADS_1


Aaron melempar dokter itu dan memperhatikan detak jantung yang tak menunjukkan reaksi itu.


" aku ingin dia hidup kembali ! "


__ADS_2