Permata Hatiku

Permata Hatiku
Kepemilikan


__ADS_3

" Berlian ! "


suara bass itu seperti pernah ia kenal. saat menoleh kearah sumber suara, Berlian tersenyum miris menatap sosok yang berdiri dengan setelan jas mahal bewarna navy.


ia melangkah menghampiri Berlian. Berlian yang hendak pergi menghindarinya ditahan oleh pria itu.


Diordan, pria yang pernah menjadi calon suaminya.


" jangan menghindari ku. aku mohon " lirih Diordan.


Berlian menatap manik mata Diordan serta tersenyum meremehkan.


" apa yang ingin kau bicarakan ? " tanya Berlian dengan tatapan dinginnya.


" aku masih mencintaimu " ucapan itu sanggup membuat Berlian tertawa pelan.


" aku berjanji setelah bayi itu lahir, kita akan menikah seperti waktu itu. " ucap Diordan dengan penuh permohonan.


Berlian menepis tangan Diordan dengan kasar. " hubungan kita sudah berakhir saat kau tidak datang pada hari dimana kita akan menikah. "


" dan satu hal lagi. yang akan kau nikahi itu adik ku ! jadi aku sebagai kakaknya tidak menginginkan itu terjadi " ucap Berlian dengan melipat kedua tangannya.


Diordan berlutut memohon pengampunan dari wanita yang masih dalam hatinya.


" aku mohon kembalilah padaku ! " Berlian masih enggan untuk menjawab. baginya semua sudah usai.

__ADS_1


" jauh jauh kau kesini hanya untuk menemui kekasihku ! " kini Rean muncul di tengah tengah keadaan ini.


Rean meraih pinggang Berlian untuk ia peluk serta menunjukkan kalau Berlian adalah miliknya.


Berlian memijit pelipisnya yang terasa pusing melihat kedua makhluk ini yang enggan berdamai.


" lupakan dia ! bukankah kau sudah meninggalkan dirinya dihari pernikahan kalian ! " ucap Rean sinis.


" kau ! ini bukan urusanmu ! " tegas Diordan.


" ini urusanku karena dia wanitaku " Rean mulai mendeklarasikan Berlian adalah miliknya.


Berlian merotasikan kedua bola matanya menatap jengah pada kedua pria yang ada dihadapannya ini.


" kau pergilah pada adikku " tunjuknya pada Diordan


" dan kau pergilah tenggelam dalam cita citamu " tunjuknya pada Rean.


" semua pria membuatku gila " umpat Berlian sebelum meninggalkan tempat itu.


hari ini Berlian benar benar menjadi pusat perhatian. sebelumnya dengan ibu tiri sang anak laki laki sekarang dengan kedua pria masa lalunya yang datang.


Aaron sedikit tertarik dengan kisah Berlian ini. ternyata wanita yang selama ia cari mempunyai beberapa misteri.


ditatapnya kedua orang yang sedang memperebutkan Berlian. dan ia berjalan menghampiri mereka serta Merta tersenyum kepada mereka.

__ADS_1


Diordan dan Rean yang melihat pria dihadapannya ini tersenyum menatap dengan aneh.


" kalian adalah masa lalunya. dan aku adalah masa depannya " ucap sinis Aaron memercikkan api kekesalan di kedua Pria itu.


Aaron pun pergi meninggalkan mereka, Rean yang ingin menghajarnya pun ditahan oleh Diordan.


" pria itu membuatku kesal ! " geram Rean.


" kau pun sama " jawab Diordan dengan senyum mengejek pada Rean.


kini Diordan dan Rean pun sama sama menatap tajam pada lawannya.


********


" sayang, sudah Daddy katakan jangan pernah jauh jauh dari mereka ! " ucap cemas Mark pada Berlian.


Mark begitu terkejut melihat putrinya pulang dalam keadaan berantakan. di putar putar nya Berlian agar Mark mengetahui apa ada luka di tubuh putrinya.


setelah memastikan bahwa tidak ada luka satupun ditubuh Berlian, semua bodyguard yang menjaga putri nya itu pun turut ia beri peringatan untuk tidak lalai dalam menjaga. semua pun ikut patuh dalam aturan.


" aku tidak jauh jauh dari mereka Daddy. hanya saja mungkin cara mengendara ku jauh lebih cepat dari mereka " ucap Berlian memberi pembelaan.


" besok besok Daddy akan siapkan kau supir untuk bepergian. " sebuah ide muncul dalam Mark agar putrinya menurut.


" baiklah. aku patuh ikut aturan Daddy "

__ADS_1


__ADS_2