
" mereka gila hanya karena j*l***Ng itu ! " sumpah serapah keluar dari mulut Ruby saat dirinya berhasil melarikan diri.
betapa mengerikan saat dirinya merasakan siksaan dari anak buah Gustav. dan beruntungnya bukan Aaron yang turun tangan langsung. mungkin saja saat ini ia sudah terbaring tak bernyawa.
*
*
*
*
praaaanggg !
suara gelas dihempaskan kuat dekat kaki kaki mereka.
" sudah tiga hari kalian tidak dapat menemukan istriku ! apa kalian tidak berguna ! " hardik Aaron saat tak mendapatkan sosok Berlian kembali.
Aaron benar benar kehilangan Berlian. separuh jiwanya telah terhempas mendalam begitu saja.
" sudah hilang baru kau menyesalinya ! " tawa lepas Rao membuat Aaron menatapnya tajam.
Rao yang ditatap hanya membalas dengan senyum mengejeknya. ia benar benar puas akan kehancuran tuannya akibat kebodohannya.
Aaron beranjak menarik kasar kerah baju Rao. matanya menyala penuh kemarahan.
" kau ! apa kau belum puas mengejekku, hah ! " suara Aaron menggema penuh amarah.
__ADS_1
Rao tertawa. " kau dulu memujanya tapi saat sebuah kejadian kau tidak mempercayainya. dan sekarang lihatlah dirimu. sungguh menyedihkan ! " ucap Rao tanpa rasa takut sedikitpun membuat mereka yang melihat merasa meremang.
" apa yang kau lakukan ! " ucap seseorang yang baru saja tiba disana.
vanilla berjalan cepat memisahkan Rao dan Aaron.
Rao yang melihat kehadiran vanilla hanya memutar kedua bola matanya malas.
" kau itu hanya bawahan ! seharusnya kau lebih hormat pada tuanmu ! " suara cempreng itu membuat telinga Rao sakit. beberapa kali pula Rao menusuk nusuk telinganya yang berdenyut.
" kau tidak apa apa ? " tanya vanilla mencemaskan Aaron. ia memegang kedua lengan Aaron dan meneliti tubuh Aaron.
vanilla begitu sedih saat melihat wajah Aaron yang kusam dan tubuh yang berantakan.
" lihat betapa kacaunya dirimu. sekarang kau makanlah setelah itu istirahat." vanilla menarik tangan Aaron untuk mengikutinya.
" ck, kalian sungguh cocok. yang satu penjilat dan satunya lagi bodoh ! " ucap Rao yang membuat vanilla dan Aaron tak suka.
" tanpa kau pinta pun. aku Rao mulai saat ini bukan lagi orangmu ! " deklarasi Rao membuat Aaron dan Hans membulatkan matanya.
Aaron marah dengan Rao tapi ia tak akan sampai memecatnya. bagaimanapun Rao sudah menjadi bagian dari dirinya.
Hans dan Rao keduanya adalah saudara bagi Aaron. sifat semaunya memang sudah ada dari awal ia mengenal Rao.
Hans menarik jauh Rao dari Aaron. ia tak ingin Rao pergi meninggalkan dirinya dan juga Aaron.
" jangan bodoh ! aku tahu tuan salah tapi kau seharusnya jangan mengambil keputusan sendiri ! " ucap Hans yang masih tak di dengar oleh Rao.
__ADS_1
Hans menaruh kedua tangannya di pundak Rao. " kau ingat sepotong roti itu ? " Rao meraba masa lalunya tentang sepotong roti yang Hans maksud.
ia ingat saat sepotong roti itulah yang membuat mereka bersama.
" sudahlah, aku tetap akan pergi. " Rao menepis kedua tangan Hans. pun ia berlalu meninggalkan Hans yang masih terpaku.
pemilik hati dan fikiran siapa yang tahu. semua berubah dan tak lagi sama.
" kau pulanglah ! aku tak ingin di ganggu oleh siapapun ! " Aaron duduk disudut ruangannya dengan menatap luar sana.
" aku tidak ingin pulang ! " tolak vanilla. ia pun ikut terduduk disamping Aaron membuat Aaron tak suka.
" pergilah ! " ucap Aaron dengan nada meninggi membuat vanilla terkejut.
" kau mengusirku ? " tanya vanilla dengan wajah sedihnya.
" kau seperti ini demi dirinya ? apa kau lupa jika wanita itu sudah bermain gila dengan pria lain dibelakangmu ? " vanilla benar benar tak menyukai Aaron masih saja membela Berlian.
Aaron tersenyum smirk. " kau benar ! dia sudah bermain gila dibelakangku. tapi ... " Aaron pun menatap vanilla tak suka.
" aku sudah tahu bahwa dia hanya terjebak oleh permainan seseorang. " vanilla menegang dan tenggorokannya kering seketika.
" si siapa ? " tanya vanilla terbata.
" jika aku tahu dalangnya, mungkin saja saat ini dia akan mati. sayangnya ia memilih mati daripada memberitahu siapa dalangnya. " tangan Aaron mengepal geram.
vanilla menghembuskan nafas leganya karena Aaron tidak mengetahui siapa dalang dari rencana itu. jika saja Aaron tahu, maka dirinya akan benar benar mati ditangan Aaron.
__ADS_1
sungguh keberuntungan milik vanilla. ia mendapatkan sosok orang yang rela berkorban dan menyelamatkan dirinya.
' semoga kau tenang disana. ' ucap vanilla didalam hatinya.