
aku ingin seperti ini.
selalu seperti ini.
aku ingin merasakan memeluk dan menjagamu dalam hidupku.
selama hidupku akanku habiskan untuk bersamamu.
*
*
" Re... " Berlian mencoba berdiam sejenak membiarkan Rean memeluknya.
ia pun ingin mengetahui apakah rasa itu sama atau telah berubah.
" aku akan terus menunggumu. selalu menunggu mu " Rean pun memperdalam memeluk Berlian.
Berlian pun kini mendapatkan jawabannya. ia tetap tak bisa menghapus rasa pahit yang menyayat hatinya.
" apa mereka sudah tidur ? " Berlian mencoba untuk melepaskan dari belenggu dilema. ia berharap Rean tak lagi mengungkit tentang perasaannya dan tentang jawabannya.
Rean yang menyadari bahwa Berlian masih belum bisa melupakan kejadian itu, hanya bisa tersenyum dan mengikuti kemauan Berlian.
" mereka sunggguh mudah untuk ku tidurkan. " ucap Rean dengan memberi jarak antaranya dan Berlian.
Berlian pun menggeser tubuhnya menjauh dari Rean dan menenggak habis isi yang ada dalam gelas genggamannya.
taaak, suara gelas kosong itu Berlian letakkan dengan sedikit tekanan membuat Rean menatap gelas itu.
" apa kau sangat haus ? " tanya Rean dengan menuangkan air dalam gelasnya.
Berlian dengan cepat menggelengkan kepalanya. " tidak, aku sudah tidak haus. " ucap Berlian dengan bola mata yang menari kesana dan kemari.
" apa kau m..... " ucap Rean yang terpotong suara Berlian.
" aku sudah mengantuk, selamat malam ! " ucap Berlian sebelum meninggalkan Rean yang terdiam disana.
Rean terus saja menatap bayangan Berlian yang perlahan menjauh dan menghilang disana.
__ADS_1
" aku benar benar mencintaimu. sangat mencintaimu ! " Rean berharap Berlian akan menerima dirinya dengan semua perasaan yang ia berikan.
sementara itu, Berlian merebahkan tubuhnya dengan menatap langit langit kamarnya.
nafasnya seakan tercekat kekurangan oksigen. sungguh sesak rasanya saat Rean masih terus saja menuntut akan perasaannya.
" apakah harus ? " tanya Berlian pada dirinya sendiri.
ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. rasa benci dan perasaan nya masih melekat pada masa lalunya. ia berharap esok hari akan menjadi lebih mudah untuk ia lalui.
______
dan inilah yang terjadi dengan pagi ini. pun itu selalu terjadi di pagi sebelumnya.
" mom, dimana tasku ? " rengek Elvis tak kala dirinya menemui Berlian dengan masih memakai piyama.
Berlian menengok ke arah jam yang membuatnya menggeleng kepalanya.
" ayolah sayang, jika kau belum bersiap nanti kau akan kesiangan. " ucap Berlian dengan meletakkan dua gelas susu diatas meja.
Elvis masih terdiam disana melihat sang ibu hilir mudik menyiapkan sarapan untuk mereka.
" sayang. " tegur Berlian saat melihat Elvis tidak meresponnya.
" tas ku hilang mom. " rengeknya dengan menghentak hentakan kaki kecilnya.
" sudahlah kau bersiap dahulu nanti daddy bantu Carikan. " Rean mengusap kepala Elvis dan mengecup dahinya. seketika Elvis pun berlari ke kamarnya untuk bersiap.
" morning mom ! " Rean menggoda Berlian dengan senyum merekahnya membuat Berlian berdecak kesal.
" jangan menggodaku atau aku pukul dengan spatula ini. " jawab Berlian dengan melebarkan kedua matanya.
Rean bukannya takut, justru ia makin melebarkan senyumannya.
manis sekali !
" pagi mom, pagi dad " sapa Ray saat dirinya duduk bergabung untuk sarapan.
" paagi sayang. " Rean pun membantu Ray untuk mengambil sarapannya. sepotong roti dengan telur setengah matang di atasnya menjadi kesukaan Ray.
__ADS_1
" apa saudaramu sudah menemukan tasnya ? " tanya Rean membuat Ray tertawa kecil.
" hmmm, dia sungguh pelupa. seperti... " Ray menunjuk seseorang dengan isyarat matanya. saat Rean menelusuri siapa yang di lirik Ray, tawanya sungguh pecah.
Berlian yang mendengar kericuhan dimeja makan pun menoleh dan menatap tak suka.
" jangan meliriknya nanti kau bisa dihukum. " bisik Rean ditelinga Ray membuat mereka terkekeh kecil.
setelah usai sarapan, Rean serta kedua anak Berlian itu pun bersiap untuk berangkat pergi.
sebelum pergi ke kantornya, Rean selalu mengantar kedua anak itu sekolah.
" ingat mom, kau jangan telat menjemput kami. " ucap Ray saat dirinya hendak masuk ke dalam mobil.
" iya, mommy akan menjemput kalian. " jawab Berlian dengan melambaikan tangannya melepas kepergian mereka.
" ingat mom ! " ketiga nya kompak mengingatkan Berlian di dalam mobil dengan jendela kaca yang dibuka.
nampak jelas sekali mereka tertawa sebelum pergi mengejek Berlian.
" semakin hari tingkah mereka sama." keluh Berlian dengan berjalan kedalam rumahnya.
setelah mereka pergi, dirinya pun bersiap untuk bekerja.
Berlian tak memerlukan waktu yang begitu lama untuk sampai ditempat kerjanya. karena hanya melewati beberapa blok, ia sudah akan tiba di tempatnya.
langkah demi langkah Berlian berjalan menyapa semua yang ia temui. siapa yang tidak mengenal dirinya, ibu dari dua orang anak yang masih sangatlah cantik.
" selamat pagi nyonya. " sapa Berlian dengan senyum indahnya membuat siapa saja terpana saat melihatnya.
" pagi cantik. " pujanya membuat Berlian tersenyum.
" apa kau akan pergi sekarang ? " tanya ramah wanita tua itu pada Berlian.
Berlian pun memeluk tubuh wanita tua itu dengan hangat. " iya aku akan pergi. " jawab Berlian.
" berhati hatilah cantik. " wanita tua itupun mengusap pipi lembut Berlian.
Berlian pun berlalu dengan melambaikan tangannya meninggalkan wanita tua itu.
__ADS_1
ku harap semua akan terus membaik.
Berlian terus melangkahkan kakinya melanjutkan ke tempat yang ia tuju dengan semangatnya.