Permata Hatiku

Permata Hatiku
Taman Bermain


__ADS_3

dengan menggunakan hotpants biru tua, serta kaos berlengan pendek putih, sneaker berwarna merah muda, serta topi putih menambah kesan cantik pada dirinya.


Berlian berkeliling dengan di kawal oleh lima bodyguard sang Daddy. sungguh seperti putri raja yang harus di jaga.


walau begitu, ia tetap bisa mengendarai mobilnya sendiri dan para bodyguard itu beriringan dengan dua mobil dibelakangnya.


sungguh menyebalkan pikirnya. tapi dia memaklumi itu semua karena sang Daddy menyanginya.


di sebuah pertigaan jalan, ia berhenti karena lampu lalu lintas berubah menjadi merah dan hijau untuk pejalan kaki.


ia melihat salah satu sosok kakek tua dengan setelan jas mewah yang ingin menyebrang ke arah lain. beberapa orang ingin membantunya tapi sang kakek tidak ingin dibantu oleh siapapun.


berjalan tertatih tatih karena termakan usia, serta membawa sekeranjang buah yang ada dalam genggamannya itu tak luput dari pandangan mata Berlian.


sungguh keras kepala.


Berlian turun dari mobilnya dan berjalan ke arah sang kakek tua itu. Berlian yang tahu akan sang kakek tidak ingin dibantu, Berlian hanya berjalan mengiringi setiap langkah kaki sang kakek.


semua mata memandang sosok cantik yang berada di samping sang kakek tua.


dan itupun juga terlihat di pandangan mata Aaron.


Aaron tersenyum melihat wajah cantik Berlian. " aku mencarimu ternyata kau datang dengan sendirinya. " ucapnya dengan mentertawakan dirinya.


" pergilah bodoh ! " umpatan sang kakek yang ditujukan pada Berlian.


Berlian dengan acuhnya tetap berjalan di samping sang kakek. sinar matahari menari di atas kepala Berlian yang menambah kesan cantik pada dirinya.


semua pria yang ada disana menatapnya dengan rasa kagum. wanita cantik yang baik hati adalah hal yang jarang mereka temui.


setelah sampai di ujung persimpangan jalan, sang kakek memutar badannya untuk memperhatikan Berlian.


Berlian yang ditatap tajam oleh sang kakek hanya diam dan tak berkata.

__ADS_1


" kau sudah ku maki kenapa tidak pergi juga. apa kau tuli ? " tanya sang kakek dengan memarahinya.


Berlian masih diam tak menjawab. " ternyata selain kau tuli kau juga tak bisa bicara. " ucap sinis sang kakek.


Berlian tersenyum ramah. " hati hati kek. " ucap Berlian dengan memberi hormat pada sang kakek sebelum kembali ke dalam mobilnya.


sontak sang kakek menatap tak percaya pada gadis itu. " luar biasa. " seulas senyum nampak diwajah sang kakek.


lampu lalu lintas berganti berubah menjadi hijau, Berlian melajukan kembali kendaraan ketempat wisata yang akan ia kunjungi.


" ikuti mobil wanita itu. " perintah Aaron pada sang supir.


" tapi Tuan. " ucap Hans menggantung tak kala melihat tatapan mata tak suka ada yang menentang keputusan tuannya itu.


kini Berlian menambah kecepatan mobilnya. berbelok-belok untuk mengindari para bodyguard sang Daddy.


sekian lama mengitari jalan, akhirnya dua mobil yang berada di belakangnya pun menghilang. ya mobil bodyguard itupun kehilangan jejak Berlian.


siapa mereka ?


Berlian tak ingin mengambil pusing pun segera melajukan mobilnya.


*


*


*


*


tempat pertama yang ia kunjungi adalah taman bermain. sontak membuat Aaron tak percaya bahwa ini adalah kali pertama ia menginjakkan kakinya ke tempat seperti ini.


demi mengikuti wanita cantik itu, dia rela berlama lama dalam tempat wahana seperti ini.

__ADS_1


Berlian berhenti tepat di depan penjual permen gula kapas. warna yang sungguh cantik dan manis memanggil dirinya.


' aku ingin menggigit nya ! ' seru berlian di dalam hati.


Aaron memperhatikan gadis cantik itu menatap ingin pada permen gula kapas itu. bersandar pada sebuah pohon rindang ,memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya serta senyum mengembang diwajahnya.


para gadis menatapnya dengan tatapan mata terpanah. pria yang sungguh tampan.


seorang anak kecil datang menghampiri berlian dan menarik narik kaos Berlian.


Berlian berjongkok memperhatikan anak laki laki itu.


" aku ingin permen kapas kak. " ucap anak kecil itu sedikit memohon.


Berlian melirik ke arah kanan dan kirinya mencari sosok orang tua dari anak tersebut.


" kemana orang tuamu ? " ucap Berlian dengan terherannya.


" lupakan orang tuaku, mereka sibuk dengan dunia mereka. bolehkah aku minta permen kapas itu kak ? aku lapar. " rengek sang anak kecil itu.


Berlian yang mendengar itu pun menjadi merasa kasihan. " aku akan memberikan permen kapas itu. tapi kau harus memakan apa yang aku berikan juga ! bagaimana apa kau mau ? " tanya Berlian.


" ok aku mau " jawab cepat sang anak.


" hey bagaimana kau bisa jawab secepat itu. kalau aku meracuniku bagaimana ? " tanya Berlian dengan hati yang takut. anak sekecil ini siapa tahu orang jahat yang menemuinya kelak.


" ya ya ya. aku tahu kau itu tidak akan meracuniku ok " ucap sang anak dengan berani.


Berlian akhirnya membayar dua buah permen gula kapas. di kasihnya pada sang anak laki laki itu satu. serta untuk dirinya satu.


Berlian menarik pergelangan tangan kecil itu untuk membawanya pergi. tapi anehnya sang anak menurutinya dan tak ada penolakan sedikit pun darinya.


aku akan menculikmu anak nakal !

__ADS_1


__ADS_2