Permata Hatiku

Permata Hatiku
Jangan Takut


__ADS_3

curhat dikit boleh kan ya....


sebenarnya aku membuat novel ini dalam keadaan hati yang benar benar dowwn.


tapi aku tetap usahakan untuk terus up sampai endignya dan ada feelnya di dalamnya.


semoga kalian merasakan feel nya....


semoga itu yang aku harapkan.


________________________________


Akhir pekan atau yang biasa dikenal weekend adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak orang terutama para pekerja dan pelajar. Weekend adalah hari terakhir dalam satu minggu yaitu hari minggu di Negara I. Weekend ini sangat dinanti-nanti karena biasanya semua orang memiliki jadwal libur dari aktivitas normal seperti bekerja dan bersekolah.


Orang-orang menghabiskan waktu akhir pekannya dengan berbagai macam aktivitas dimulai dari yang biasa dilakukan di rumah hingga ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Akhir pekan menjadi hari-hari yang menyenangkan karena akhir pekan bisa me-refresh semua kepenatan yang menumpuk dalam pikiran selama weekday atau hari-hari kerja dan sekolah.


begitu pula yang Berlian lakukan dengan keluarganya. mereka memilih acara piknik di sebuah taman dengan pemandangan alam yang di penuhi hamparan Bunga tropis yang indah. dengan berbekal makanan ringan, serta beberapa minuman Berlian siapkan untuk mengisi perut mereka.


" Mommy tangkap aku " terdengar suara gadis kecil memanggil ibunya untuk mengejar dirinya. dan Amey dengan sigapnya berdiri untuk menemani putrinya bermain.


Berlian tersenyum melihat keibuan dalam diri Amey. ia tidak menyangka adiknya yang begitu manja bisa berubah menjadi sosok Ibu yang luar biasa. tapi senyum itu seakan memudar saat ia mengingat seorang wanita yang seharusnya lebih dewasa dari pada Amey.


Rubby ....


Nama yang tidak bisa ia benci , tapi nama yang selalu membuat luka di hatinya.


ia sungguh merindukan adik kecilnya itu. dan entah sekarang bagaimana keadaanya, ia sungguh tidak mengetahui kabar dari adiknya tersebut.

__ADS_1


" apa kau takut sesuatu kakak ipar ? " Rao duduk tak jauh dari Berlian dengan bersandar di bawah pohon dan terus menatap Amey serta putrinya yang sedang bermain bersama.


Berlian menoleh dan memperhatikan sosok yang telah menikah dengan adiknya tersebut.


" takut untuk ? " satu pertanyaan yang menggantung karena Berlian tidak tahu untuk apa.


" Pria itu ! " jawab Rao dengan mata yang masih tetap tak menoleh sedikitpun.


Berlian pun sama dirinya kini menatap pada mereka yang bersenang senang di depan matanya.


ia tidak tahu apakah ia takut atau tidak ia tidak mengetahuinya. yang jelas saat ini dirinya hanya ingin menikmati suasana hatinya dan kenyaman hatinya.


Berlian terdiam dan Rao juga sama terdiam. mereka sama sama dengan fikirannya masing masing sampai terjadilah kesunyian di antara mereka.


" kau tidak perlu takut, aku akan melindungi kalian. itu janjiku ! " ucap Rao dengan tegasnya.


Berlian hanya bisa diam dan menatap kembali sosok yang sudah berbeda sikapnya dari yang dulu ia kenal.


dan sungguh beruntung adiknya mempunyai sosok Rao karena yang ia lihat saat ini, Rao begitu menjaga dan juga menyayangi Amey serta putrinya.


" terimakasih telah menjaga adikku " ucap Berlian yang dijawab dengan senyuman di wajah Rao dan kemudian Pria itu tertawa kecil.


ia mengenang bagaimana dirinya harus berakhir menikahi wanita yang sungguh menyebalkan dalam hidupnya.


" tidak, kau seharusnya berterimakasih pada ke cerewetannya itu  " ini bukan menghina tapi ini adalah bentuk dari kenangan yang Rao miliki.


bukan hanya Rao yang tertawa, Berlian pun sama. dirinya mengenal baik adiknya yang satu itu. termasuk sifat nya yang sungguh cerewet pada siapapun.

__ADS_1


dan itu sungguh melekat pada diri adiknya.


Mommmyyyy,,,,, jerit Ray saat melihat seekor ular tak jauh darinya.


Berlian yang mendengar jeritan Ray pun berlari mendekatinya. Ia begitu terkejut saat melihat seekor ular berwarna hitam ke abuan berada tepat di bawah kaki Ray.


" mommy " Ray ketakutan.


" No, Kau jangan takut " Berlian meminta Ray untuk tenang.


Rao yang melihat ada yang tidak beres dengan Ray dan juga Berlian, ikut menghampiri mereka. dan sama halnya dengan Berlian, Rao juga sama terkejutnya melihat ular tersebut.


ia mencari sebilah kayu untuk mengusir ular tersebut menjauh dari kaki Ray.


sraakk


sraaakkk


beberapa kali Rao mengayunkan bilah kayu tersebut untuk mengusir ular, tapi nyatanya ular tersebut menjadi lebih agresif dan .....


___________________________________________


sekian dulu astaga otakku ngeblank beneran.


huft aahh huft ahhh


mau apa aku masih bingung memikirkannya.

__ADS_1


sudah ya aku mau cari susu coklat dulu biar strong .....


papayo sayange semua .....


__ADS_2