Permata Hatiku

Permata Hatiku
Tragedi


__ADS_3

Hans melaporkan kepada Aaron buang sedang duduk di kursi kebesarannya. Hans pun memberikan sebuah amplop pada Aaron.


Aaron hanya meliriknya saja dan tak menyentuh amplopnya itu. dia lebih tertarik untuk terus memegang pekerjaannya saat ini.


" keluarlah ! " perintah Aaron dan Hans patuh.


******


malam ini Berlian tidak tertidur dengan lelapnya. dinginnya malam tak membuatnya membeku. ia berdiri menatap langit malam yang penuh bintang itu.


ting


sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya. Berlian membuka isi pesan itu.


' apa kau sudah cukup merasa kaya sehingga tak menghargai aku sebagai Daddy mu ? '


isi pesan dari Frans Giordano.


' kau masih putri ku berlakulah layaknya seorang putri yang patuh padaku '


' aku perintahkan kau pulang saat ini juga ! aku tidak peduli dengan apa kau sampai. yang aku mau besok pagi di acara pernikahan adikmu kau sudah hadir ! '


ditatapnya beberapa pesan itu dari Frans. kosong sudah fikirannya.


ternyata Daddy kandungnya tak seperti Daddy yang sekarang bersamanya penuh dengan rasa kasih padanya.


tanpa berfikir panjang, Berlian pergi dengan mobilnya seorang diri. saat itu sudah dalam tengah malam kemungkinan semua nampak dalam pembaringannya.


hanya beberapa penjaga saja yang berjaga.


Berlian ada sedikit trik untuk melarikan diri dalam mansion ini dengan menggunakan obat tidur pada penjaga.


mereka semua kini nampak tertidur dan Berlian dengan leluasa pergi dari mansion itu.


maafkan aku Daddy. aku tak patuh tapi aku akan kembali !


perjalanan dari negara S ke negara A cukup memakan waktu delapan jam perjalanan dengan menggunakan mobil. jika ingin menghemat waktu maka bisa menggunakan pesawat.


sudah sangat larut saat ingin menggunakan pesawat. maka Berlian memilih untuk memakai mobilnya.


Berlian tidak mengetahui bahwa bahaya sedang mengancamnya. beberapa mobil sudah mengikuti nya dari belakang.


yang Berlian inginkan hanya segera sampai disana tanpa mempedulikan yang lainnya.


******

__ADS_1


sudah cukup lama Aaron larut dalam pekerjaan nya. kini dia merenggangkan ototnya yang kaku dengan tak sengaja melirik sebuah amplop yang diberikan Hans tadi.


rasa penasaran dalam dirinya pun muncul tak kala Hans berkata ini akan membuat dirinya menatap tak percaya.


Aaron memegang amplop itu dengan sedikit senyum meremehkan.


" apa yang harus membuat aku terkejut ? " ucap Aaron dengan sedikit tersenyum sinis.


Aaron pun membuka amplop tersebut. dan benar Aaron terkejut dengan apa yang ia temukan. sebuah foto, dan itu foto Berlian. berarti adik dari Gustav adalah Berlian.


keningnya berdenyut bukan main saat mengetahui bahwa Berlian adalah adiknya Gustav. di satu sisi ada dendam yang harus terbalaskan dan disatu sisi hatinya sangat menyukai gadis ini.


gadis yang sudah membuatnya tidak menginginkan wanita lain. gadis yang sudah mengikat dirinya.


deg, matanya membulat dan jantungnya berdetak lebih cepat saat mengingat bahwa ia telah memerintahkan anak buahnya untuk menyelakai Berlian.


Aaron pun dengan cepat menghubungi Hans dan makin terkejut ia saat mengetahui bahwa sekarang Berlian benar benar dalam bahaya.


setelah mengetahui lokasi Berlian saat ini, Aaron dengan bergegas membawa mobilnya menuju ke tempat itu.


*


*


*


*


Ruby bersemu merah karena apa yang ia rencakan kini berjalan dengan kehendaknya. bahagianya ia saat ini.


" kak, apa kak Berlian akan datang ? " tanya Amey pada Tasya yang saat itu sedang duduk bersama dengan seorang pria.


" aku tidak tahu apa dia akan datang atau tidak " ucap Tasya.


mereka nampak ragu Berlian akan datang saat melihat Mark dan Gustav sudah datang tanpa kehadiran sosok Berlian.


" kalian hubungi ia, karena aku yakin saat ini ia dalam perjalanan ! pernikahan akan tetap berlangsung. " ucap Frans yang mengagetkan mereka.


mereka menganggukkan kepala serentak.


serta menatap kepergian Frans yang berjalan ke arah Ruby.


mereka pun seketika langsung menghubungi Berlian.


" ya " sambungan komunikasi terhubung.

__ADS_1


" kak, ubah ke video call " pinta Amey.


merekapun merubah dalam sambungan video call. tampak wajah Berlian yang tengah menyetir sendiri.


" kau pakai mobil kak ? " ucap terkejut Amey dan Berlian menganggukkan kepalanya.


" apa kau gila ! perjalanan menggunakan mobil cukup memakan waktu panjang ! " umpat Tasya yang tersisipi rasa khawatir.


Berlian tertawa melihat raut wajah kedua wanita itu yang tampak mengkhawatirkan dirinya.


" kalian jangan cemas. aku akan segera sampai ! " ucap Berlian yang masih fokus menyetir.


" aku ingin melihat prosesi pernikahan Ruby. " Tasya dan Amey menatap satu sama lain.


" tapi kak " ada keraguan di mata mereka.


" aku baik baik saja "


dan mereka mengubah posisi kamera menghadap pada proses pernikahan Ruby. Berlian begitu terpaku pada prosesnya.


tampak wajah Ruby yang tengah bahagia di samping Diordan. fikiran Berlian pun berselancar pada masa dulu dihari pernikahannya.


semua sungguh berbeda. ada senyum getir diwajah Berlian saat mereka sudah dinyatakan sebagai sepasang suami dan istri.


" apa kau baik baik saja ? " tanya Tasya yang terus memperhatikan Berlian. dan Berlian tak menjawab.


" kak... " panggil Amey dengan sedikit nada takut.


ttttttiiiiiiiinnnnnnn


Berlian terkejut dengan suara klakson yang cukup terdengar nyaring itu.


sialnya Berlian yang terlalu fokus dalam proses pernikahan Ruby menjadi kurang fokus dalam menyetir.


Berlian sedikit keluar dari jalurnya. tampak sebuah mobil besar di depan sana yang siap menabrak mobilnya. dengan cepat Berlian membanting setir dan ...


bbrrraaaaaakkkk


bbyyyuuuurrrrr


Berlian salah perhitungan akhirnya menabrak pembatas jalan dan terjun bebas ke dalam sungai.


Amey dan Tasya yang melihat kejadian itupun menjadi histeris. tangisan pecah mereka luapkan sehingga membuat semua orang yang ada di tempat itu menatap ke arah mereka.


" Berlian ! "

__ADS_1


" kakak ! "


__ADS_2