Permata Hatiku

Permata Hatiku
Bukan Kakakmu


__ADS_3

masih sunyi


masih sepi


semua sudah hilang saat kau tak ada di sampingku.


kau lihatlah betapa hancurnya diriku.


lihatlah ketidak berdayaan diriku.


Aaron lagi lagi membuka mata dengan mata sembabnya. dengan langkah terhuyung ia berjalan ke arah kamar mandinya.


tetesan air matanya menyatu dalam derasnya air keran membasuh tubuhnya. ia masih belum bisa merelakan Berlian.


bahkan bayangannya saja masih menghantui rasa penyesalannya.


" tuan " panggil Hans diluar pintu kamar mandinya. Hans dapat mendengar percikan air mengalir di dalam sana.


walaupun Aaron tak menjawab, Hans dapat tahu bahwa tuannya dalam keadaan baik baik saja.


*******


" mommy aku lapar. " keluh seorang gadis yang baru saja berumur tiga tahun.


gadis itu sungguh imut dan menggemaskan. pipi yang sedikit mengembang, bermata bulat dan rambut bergelombang di kuncir dua membuat siapa saja gemas melihatnya.


" baiklah, kita makan disana ya sayang. " ucap Amey pada putri kecilnya.


Amey meraih tangan mungil itu dan mengajaknya ke sebuah tempat makan yang menyediakan aneka makanan.


Amey mendudukan putrinya di salah satu kursi yang terlihat kosong tak berpenghuni. pun ia menaruh tas kecil putrinya serta tas miliknya di atas meja.


Amey pun memanggil seorang pelayan restoran untuk memesan beberapa makanan yang hendak ia inginkan beserta putrinya.


" aku cantik kan mommy. " Amey tersenyum melihat tingkah putrinya.

__ADS_1


gemas bukan main.


" kau sangat cantik sayang. " Amey mencubit kecil di pipi putrinya yang terlihat seperti kue mochi itu.


" tapi tidak secantik bibi itu. " mata kecilnya menangkap sosok wanita yang baru saja datang dengan kedua putranya.


sungguh sangatlah cantik menurut si kecil.


Amey yang melihat nya pun melambaikan tangannya. " kakak ipar. " teriak Amey menggema sampai ketelinga yang di panggilnya.


Berlian yang mendengar suara Amey pun menoleh ke arahnya dan tersenyum. pun ia berjalan dengan kedua putranya menghampiri Amey.


" oh hai, kau juga disini. " Berlian duduk di sela sela mereka.


gadis kecil yang melihat kedua putra Berlian sangat tampan pun menjadi berbinar.


" woww, sangat tampan. " kata si kecil yang mengundang gelak tawa di antara Berlian dan Amey. kali ini bukan Berlian yang ia puja tapi kedua putra Berlian.


si kembar yang di bilang tampan itu, yang satu tersipu malu dan satunya lagi mendelik tak suka.


" apa ini nona kecil itu. " sapa Berlian yang melihat Putrinya Amey duduk di hadapannya.


" kau sangat cantik sayang. " puji Berlian dan yang di puji itu dengan bangganya memainkan kuncir kudanya.


" apa mereka putramu ? " mata Amey takjub saat melihat kedua putra Berlian. pantas saja putrinya berkata tampan karena mereka berdua sungguhlah tampan.


" ya, mereka berdua putraku. " kata Berlian melihat keduanya. " sayang, sapalah bibimu. " titah Berlian pada keduanya.


" aku Elvis dan ini Ray. salam kenal bibi. " ucap Elvis memperkenalkan dirinya dan juga Ray.


" apa yang kau lakukan disini. " tanya Berlian.


percakapan mereka terhenti sejenak saat seorang pelayan membawakan pesanan amey. pun tak lupa Berlian ikut memesan dengan menu kesukaan kedua putranya.


" aku sedang menunggu suamiku kak. " ucap Amey dengan menata makanan untuk putrinya.

__ADS_1


" apa kami mengganggu ? " Berlian merasakan tak nyaman saat Amey akan bertemu dengan suaminya.


" tidak. kau tidak menganggu. " jawab Amey.


santapan si kecil itu membuat Elvis gelisah karena itu adalah salah satu makanan kesukaannya. diam diam tangan kecilnya mulai jahil ingin merebut makanan itu.


pllaakk, tangan Ray menepis dengan kasarnya saat tangan Elvis hampir berhasil mengambilnya.


awwwww, jerit Elvis membuat semua mata tertuju padanya. " ini sakit. " keluh Elvis dengan mengusap ngusap tangannya yang terpukul.


" tidak sopan ! " ketus Ray pada Elvis.


keduanya pun saling membuang muka tak suka satu sama lainnya.


" melihat mereka seperti mengenang aku dan kakakku. " bisik Amey ditelinga Berlian.


Berlian terkekeh dengan ucapan Amey. " heemmm,, dan biasanya kau akan menangis setelah perang dingin seperti ini. " Berlian tak sadar jika ucapannya keluar begitu saja dalam mulutnya.


" mak maksudku bukankah adik selalu akan menangis jika bermusuhan dengan kakaknya. " tepis Berlian cepat agar Amey percaya akan ucapannya.


Amey hanya terdiam tak merespon ucapan Berlian karena itu benar. ia akan selalu menangis jika setelah bertengkar.


kakak, aku merindukanmu.


" apa aku terlambat. " ucap seorang pria yang baru saja tiba disana.


Berlian menjadi gugup saat pria itu duduk di samping Amey. dadanya bergemuruh dan bulir bulir keringat muncul di keningnya.


" tidak, kau tidak terlambat. " Amey memeluk pria itu dengan manjanya.


" Daddy. " gadis itu meminta duduk di pangkuan pria itu. pun ia memangku gadis kecilnya.


pria itu pun tak sengaja Melihat Berlian. alisnya mengkerut menatapnya membuat Berlian mengusap tengkuk lehernya.


" sayang, kenalkan ini istrinya kak Rean. " ucap Amey dengan mengenalkan Berlian pada suaminya. Berlian hanya tersenyum tipis karena mata suami Amey begitu menelannya bulat bulat.

__ADS_1


" pria bodoh itu ternyata sudah menikah diam diam tanpa ku tahu." keluh Amey pada suaminya. " tapi tak apa karena aku sudah mendapatkan kakak ipar yang sungguh baik padaku. " Amey tersenyum pada Berlian.


" dia kakakmu bukan kakak iparmu. "


__ADS_2