Permata Hatiku

Permata Hatiku
Sehelai Rambut


__ADS_3

masih menggebu di hati saat dirinya mengetahui bahwa ia mempunyai dua orang putra.


" lakukan yang aku perintahkan ! " Hans tertunduk mematuhi perintah dari Aaron.


ia pun bergegas pergi melaksanakan perintah dari sang tuan.


walaupun Berlian bersikukuh mengatakan itu adalah kesalahan tapi Aaron yang berdominasi dengan berbagai macam karakter mengetahui bahwa itu adalah sesuatu yang harus ia pecahkan. ia tidak ingin melakukan kesalahan dua kali pada Berlian sehingga ia kali ini benar benar harus berhati hati.


dan juga dengan benarnya ia mempunyai dua orang putra, maka itu membuatnya semakin dekat dengan tujuannya yaitu memiliki Berlian kembali.


tidak ada kata Rean, bahkan Gustav sekaligus tidak akan pernah bisa memisahkan ia dari Berlian.


aku akan pastikan bahwa keraguanku benar.


mereka benar benar putraku. guman kecil Aaron dengan duduk menatap lurus di taman belakang.


" hei, apa kalian akan terus membuat ku tidak bisa menemui istriku dan juga putra putraku ! " teriak Rean saat dirinya di usir paksa oleh Aaron dari kediamannya. belum sempat dirinya melihat keadaan Berlian, kini ia harus merelakan Ray dan Elvis.


" maaf tuan, kami hanya menjalankan perintah. mohon kerjasamanya. " seorang pria berjas anak buah dari Aaron menunduk hormat pada Rean.


Rean tidak terima jika ia harus kehilangan semuanya. bukan dirinya yang harus kehilangan tapi Aaron lah yang harus melepaskan mereka.


" aku akan gugat secara hukum jika kalian tidak membiarkanku membawa istri dan juga anakku ! " teriak Rean lantang tak dihiraukan oleh anak buah Aaron.


hahahaha, suara tawa menggema itu terdengar seiring dengan derap suara sepatu mendekat ke arahnya.


mata Rean memincing tak suka sehingga disana ada letak kebencian mendalam pada sosok yang berdiri angkuh di depannya.


" kembalikan istri dan anakku ! " Rean mendekat tak mau kalah dengan pandangan Aaron yang sejurus tajam melahapnya Lamat lamat.


Aaron tersenyum smirk mengejek Rean. " sejak kapan istriku menjadi istrimu ? " ucap Aaron dengan naikkan sebelah alisnya.


" bahkan kami belum berpisah. " ucap Aaron lagi menambah kebencian pada Rean. kilat mata Rean memerah serta amarahnya sudah mencapai puncaknya.


Bugh !


Rean pun memukul wajah Aaron dengan sekali pukulan. Rean belum merasakan puas, kini Rean kembali ingin mukul pria yang sedari tadi mengejeknya.


tapi karena Rean berada di wilayah Aaron, dirinya tak bisa berbuat banyak. begitu banyak anak buah Aaron yang menghalangi dirinya untuk menghadang serta melindungi Aaron.

__ADS_1


ck, sial !


Rean memukul udara kosong serta menendang angin melampiaskan kekesalannya.


" kau tidak akan pernah mendapatkan mereka kembali. " ucap Aaron di ujung sana membuat Rean berkacak pinggang tak menerimanya.


" bermimpilah, kau tidak akan pernah bisa mendapatkan mereka kembali ! " Rean pun menjawab tak ingin mengalah.


bagaimanapun Rean harus tetap percaya bahwa mereka akan menjadi miliknya seutuhnya. apapun itu Rean akan lakukan segala hal.


*


*


*


*


siapa yang tidak menyangka jika apa yang mereka lihat adalah foto Aaron dan juga Berlian. begitu banyak memory dalam foto foto yang terpajang jelas di disana membuat otak kecil mereka bertanya.


mulut mereka seakan masih membisu dan mata mereka masih terus melekat pada foto dimana Berlian dan Aaron nampak begitu mesra.


" kau mau bertanya apa ? " Ray pun berhenti serta menoleh ke arah Elvis.


" kau tunggu lah dan jangan pergi kemana mana. " bukan menjawab, Ray hanya memberi perintah pada Elvis membuat Elvis mencibikkan bibir mungilnya.


tap


tap


tap


langkah kecil Ray terdengar seiring dia berlarian mencari keberadaan Aaron. setiap orang yang ia singgahi pasti akan ia tanyakan " dimana paman ? " dengan bibir kecilnya yang membuat siapa saja gemas.


dan mereka pun pasti akan senantiasa menjawab bahwa seseorang yang ia cari ada di halaman depan.


belum sampai kaki kecilnya pada pintu keluar utama, ia berhenti saat melihat tubuh Aaron dengan di ikuti Hans di belakanganya.


Aaron yang melihat Ray di ujung sana pun begitu gemas dengan penampilannya. raut wajah mungil dengan rambut tak rapih karena baru bangun tidur menjadi sorot utama paginya kini.

__ADS_1


" hei boy ! " ucap Aaron saat dirinya tepat di hadapan Ray. Aaron meraih tubuh itu dengan berlutut serta memeluk Ray.


" apa tidurmu nyenyak ? " Aaron gemas melihat pipi yang terlihat kenyal itu, ia pun tak tahan akhirnya mencium pipi kenyal lembut milik Ray.


sekali serta dua kali Ray biarkan tapi kini Aaron ingin menciumnya kembali dan itu membuat Ray tidak ingin.


" no, jangan cium aku lagi. " tolak Ray dengan menutup bibir Aaron dengan tangan kecilnya.


Aaron terkekeh kecil saat tangan mungil itu mengahalangi dirinya. sungguh manis sekali fikirnya.


" sekali lagi ? " tawar Aaron dengan tersenyum menggoda Ray.


Ray menggelengkan kepalanya menolak. " no, aku tak suka di cium. " tegas anak kecil itu.


" baiklah baiklah. hari ini aku tak akan menciummu lagi. " ucap Aaron dengan mengacak acak rambut Ray. " tapi jika aku tak lupa " sambungnya kembali membuat Ray tak suka.


hati Hans menghangat melihat rona kehidupan Aaron. yang ia lihat hari ini Aaron banyak tersenyum dan juga bahagia seperti dulu ia mendapatkan Berlian dalam hidupnya. ia sungguh berharap kebahagiaan selalu ada pada diri Aaron.


aku bahagia melihat kau bahagia seperti ini, tuan. ku harap kau akan selalu bahagia.


" apa kau ada hubungannya dengan mommy ku ? pertanyaan Ray Mampu membuat Aaron dan juga Hans terdiam.


Ray melihat Aaron dan juga Hans bergantian. ia bingung mengapa mereka terlihat diam dan tak ada yang menjawabnya.


" oh ayolah, jawab pertanyaanku ini. " rengek Ray saat dirinya tak di hiraukan oleh Aaron dan juga Hans.


" aku melihat kau memeluk mommy ku di sebuah foto dan itu tidak baik karena Daddy akan marah. " iya ingat betul foto demi foto saat Aaron dengan posesifnya memeluk tubuh Berlian.


Aaron menaikkan alisnya saat mengerti maksud Ray. rupanya Ray sudah melihat foto dirinya dan juga Berlian.


" hei, bagaimana jika aku Daddy mu ? " sebuah pertanyaan membuat Ray terdiam. otak kecilnya masih sulit mencerna ucapan Aaron yang mengatakan jika dirinyalah putra kandung Aaron.


" tidak, Daddy ku adalah Rean. " ya memang dari dulu yang ia tahu jika Rean adalah Daddynya bukan Aaron.


mendengar nama Rean di sebut membuat Aaron terdiam. bagaimanapun Rean telah merebut apa yang menjadi miliknya. tapi kini semua tak akan lagi Rean miliki, jika ia sudah mendapatkan sesuatu yang menguatkan dirinya.


" kau, pergilah mandi. nanti akan aku jawab setelah semuanya benar pasti. " Ray mengangguk patuh. bagaimanapun anak kecil tidak akan sampai jika ia harus di tekan untuk mencerna apa yang kita ucapkan.


" baiklah paman. " Ray pun bergegas kembali ke kamar dengan berlari kecil menelusuri anak tangga.

__ADS_1


" aku akan pastikan semuanya benar. " Aaron menatap tubuh kecil Ray yang menjauh darinya dengan mengeluarkan beberapa helai rambut milik Ray yang ada dalam genggamannya.


__ADS_2