Permata Hatiku

Permata Hatiku
AKu ingin pergi


__ADS_3

Sudah seminggu lamanya Rean tak dapat melihat ataupun bertemu dengan Berlian, bukan hanya Berlian bahkan dirinya tidak dapat bertemu dengan Ray dan juga Elvis.


kini Rean merasa Frustasi, segala cara ia lakukan untuk bertemu dengan mereka tapi tak membuahkan hasilnya. bahkan Gustav pun kini entah kemana beradanya, sehingga membuat ia harus bekerja keras dengan sendirinya.


" tidak tidak, aku sudah sejauh ini dan aku tidak akan pernah melepaskan mereka begitu saja. " Rancau Rean sambil mengacak ngacak rambutnya.


" tidak akan ku biarkan itu terjadi, tidak akan ! "












Kini sudah seminggu pula kesehatan Berlian telah pulih, bahkan dirinya kini tengah siap menyusun rencana agar dapat pergi dengan kedua putranya. Berlian sudah tidak percaya akan Rean maupun Aaron, baginya semua kini telah sama. sama sama tidak dapat ia percaya.


ia pun tak bisa tinggal lebih lama dengan Aaron, karena ia tidak ingin terlihat bodoh seperti dahulu. walaupun dirinya mengakui jika dirinya masih sangat mencintai Aaron. tapi tidak dengan ini, ia berfikir bahwa hidup ini bukan hanya tentang cinta, tapi melainkan juga tentang saling adanya rasa percaya. dan itu sudah tidak ada lagi rasa kepercayaannya pada siapapun termasuk pada Aaron.


" aku harus segera membawa mereka pergi dari sini. " guman kecil Berlian dengan menatap Kedua putranya yang tengah bermain di halaman belakang yang di jaga oleh beberapa orang disana.

__ADS_1


" ya aku harus segera pergi membawa mereka ! "


harus !


" mereka menggemaskan bukan ? "


deg, Berlian mematung mendengar suara Aaron.


apa ia mendengarkan apa yang aku ucapkan ?


semoga saja ia tidak mendengarnya.


Berlian berharap Aaron tidak mendengarkan apa yang ia ucapkan tadi.


" hmm, Mereka putraku dan mereka sangat menggemaskan. " jawab Berlian dengan berusaha tenang di hadapan Aaron. Berlian masih betah memilih menatap kedua putranya dari pada ia harus menatap kedua mata Aaron.


" ya, mereka menggemaskan. Putraku sungguh menggemaskan " ucap Aaron dengan tersenyum ke arah Berlian


Berlian menatap Aaron saat Aaron berkata bahwa mereka adalah putra miliknya.


" apa kau tahu kertas apa ini ? " tanya Aaron pada Berlian yang masih terus saja menatap lembaran kertas itu. Berlian masih terdiam dan tak menjawab pertanyaan Aaron.


kertas apa itu ?


apa yang tertulis didalamnya ?


ya tuhan, bola mata Berlian membulat sempurna saat melihat huruf tebal di atas kertas itu. tangan Berlian dengan cepat ingin mengambil kertas yang di pegang Aaron, tapi Aaron dengan cepat melambungkan tinggi tinggi kertas itu di atas sehingga Berlian tidak dapat meraihnya.


" apa kau tahu ? " tanya Aaron kembali dengan menatap kedua mata Berlian.


Berlian berusaha menatap kembali mata Aaron. " apa kau melakukannya ? " Tanya Berlian menutupi pertanyaan Aaron.


mereka sama sama terdiam menatap satu sama lain, sehingga disana terlihat jelas rindu dan cinta masih bersemayam dihati mereka.

__ADS_1


" mereka putraku, mereka putraku ! " Aaron melempar dua kertas yang ia pegang itu ke udara. ada getaran amarah dan juga senang di dalam gemaan suara Aaron.


Berlian memejamkan matanya sejenak guna menetralkan sesak dalam dirinya. setelah dirasa cukup, ia membuka matanya dan menatap kembali Aaron.


" kau tidak berhak atas mereka. " satu kata dari Berlian membuat Aaron mendesah keras.


Huh !


" kau tidak bisa melakukan ini padaku ! " Aaron menarik tangan Berlian dan mengukungnya pada dinding dengan sebelah tangan yang menekan tubuh Berlian dan sebelah tanganya menyentuh dinding.


" mereka putraku ! " sekali lagi perkataan Berlian membuat Aaron terasa terhunus dengan sabilah pisau.


Aaorn menggeleng dan ia dengan cepat memeluk tubuh Berlian dengan erat. " tidak, mereka juga putraku " bisik Aaron di telinga Berlian.


Berlian hanya diam dan mematung, bahkan ia tak melawan ataupun mendorong tubuh Aaron. Ia berharap ini adalah pelukan terakhir sebelum ia benar benar pergi dari kehidupan Aaron.


ia berharap sebuah kesempatan itu tiba, sehingga ia bisa pergi tanpa sepengetahuan Aaron. bukan hanya Aaron tapi semua anak buah Aaron. di tambah lagi kini Aaron telah mengetahui bahwa Ray dan Elvis adalah putranya sehingga membuat Berlian semakin kesulitan untuk pergi dari drinya.


________________________


hai gengs, maafkan jika novel ini jalannya kayak kura kura. tapi aku usahakan tetap terus update dan di selesaikan secepatnya.


bagi kalian yang mengenal dirku pasti tahu kenapa jalannya novel ini tersendat.


cukup skip diam dan janga di umbar umbar ok hehehehe


buat kalian yang masih setia dengan novel ini, aku ucapkan terimakasih dan pesanku tetap sama tolong jaga hatimu ya...


jaga rasa dalam dirimu.


apapun jalan yang kalian hadapi tetap berusaha untuk menjadi pribadi yang baik ok.


semangat untuk semuanya. sun dari Dede gemes.

__ADS_1


oh ya aku di panggil Dede gemes oleh diriku dan memaksa mereka yang mengenalku memanggil dengan sebutan Dede gemes.


ya walaupun mereka tidak mau bilang Dede gemes...ish ish ish tega ya. hehehe


__ADS_2