
...USBK ini menguras tenagaku. untung saja pulang lebih awal jadi bisa charger tenaga dan bisa untuk update....
...kalau sudah k.o mungkin aku sekarang sudah berada di dunia mimpi...
...happy reading guys. semoga kalian suka dan jangan lupa likenya ya....
...aku hanyalah manusia biasa yang tak lupa dari kata kata yang salah, so harap maklum....
___________
perhatikanlah calon anakmu !
perhatikanlah calon anakmu !
perhatikanlah calon anakmu !
kata kata itu seakan terekam dalam ingatan Diordan. beberapa kali ia mendesah dan frustasi.
ingin rasanya ia menghilangkan saja agar ia mudah untuk mendapatkan Berlian. tapi ia tidak sekejam itu pada darah dagingnya.
andaikan malam laknat itu tidak pernah hadir, mungkin saat ini dirinya lah yang berada di samping Berlian.
ia dapat memeluk dan mencumbu Berlian dengan leluasa. tapi itu hanyalah angan angan semata.
******
mimpi itu kembali hadir menggerogoti jiwa Berlian. suara ledakan dan jeritan itu seakan nyata.
lagi lagi ia harus merasakan malam yang penuh dengan tangisan itu.
" ja jangan " buliran air piluh membasahi dahinya, beberapa kali ia merancau dan bergetar.
Aaron yang tertidur pun kini kembali tersadar saat mendengar sayup sayup isakan tangis seseorang.
dilihatnya wajah Berlian yang masih terpejam dengan isakan tangis.
Aaron yang khawatir, ia menepuk pipi Berlian dengan pelan.
" sayang, bangunlah ! " pinta Aaron yang masih dengan menepuk pipi Berlian.
Berlian membuka matanya dengan cepat, ia terkejut saat Aaron melihat dirinya. tubuhnya bergetar masih bergetar.
ia beranjak duduk dan mencoba membuka laci yang berada di samping tempat tidurnya mencari sesuatu.
dan matanya membulat saat benda yang ia cari tidak ada. ia membuka sepenuhnya laci itu hingga terjatuh.
" hei, ada apa ? " tanya Aaron yang terhentak saat melihat Berlian yang kehilangan dirinya.
" dimana ? " ucap Berlian meninggi saat ia tidak bisa melihat benda yang ia cari.
" apa ? " Aaron tak mengerti maksudnya.
" dimana kau sembunyikan ! " Berlian kembali meninggikan suaranya.
__ADS_1
Aaron yang baru mengerti maksud Berlian, hanya bisa terdiam melihat Berlian seperti menahan sakit.
Berlian menangis histeris, tubuhnya seakan tak bertulang. ia memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya seakan menggila.
" sayang, tenanglah " Aaron memeluk tubuhnya. ia dapat merasakan tubuh Berlian benar benar rapuh.
" mommy , mommy, mommy " Rancau Berlian dengan tangisan histerisnya.
" sayang " Aaron berusaha menenangkan Berlian.
" a aku takut, mommy jangan tinggalkan aku. a aku takut ! " Aaron tak kuasa melihat wanitanya rapuh. ia usap air mata Berlian dan mendekapnya lebih erat.
" kau tidak sendiri sayang. jangan takut, aku bersamamu ! "
Aaron terus mendekap tubuh Berlian agar ia merasakan bahwa saat ini dirinya tidaklah sendiri.
Aaron ingin Berlian meninggalkan obat obatan seperti itu lagi. ia ingin menggantikan dirinya dengan obat itu.
ia ingin Berlian benar benar bisa melupakan hal yang membuatnya pahit dan bisa berdamai dengan masa lalunya.
apa yang membuatmu seperti ini !
apa yang kau alami selama ini !
*********
" apa kau sudah menghubungi suami mu itu ? " tanya seseorang yang menghubungi Ruby lewat ponselnya.
" jangan kau bahas dia ! dia sepertinya sudah tak menginginkan anak ini lagi ! " jawab Ruby dengan kesalnya.
ya saat ini Ruby tengah berkomunikasi dengan seseorang lewat ponselnya dan itu di loadspeaker.
" dia tetap akan menginginkan anak itu karena yang dia tahu itu adalah anak dia bukan anakku ! " tawa pria itu lagi.
" jangan kau bahas itu. bagaimana pun anak ini harus menjadi anaknya walaupun bukan anaknya ! "
malangnya nasib Diordan, ia benar benar di tipu dengan gadis yang berwajah polos ini. ternyata Ruby tidak pernah menyentuh Diordan, ia hanya memanfaatkan keadaan untuk merebut apa yang Berlian miliki.
" jadi bayi itu bukan anakku ? "
sontak saja Ruby terbangun dari duduknya saat melihat Diordan di hadapannya.
sejak kapan pria itu berada di tempatnya, dan apa yang sudah ia dengar.
Diordan pria yang menghilang tanpa kabar, kini ada dihadapannya dengan aura yang sulit di artikan.
" kau sudah pulang ? kenapa tidak mengabariku ? " tanya Ruby yang berpura pura tidak mengetahui Diordan telah mendengar percakapannya.
Diordan terkekeh kemudian ia tersenyum sinis mengejek tingkah Ruby. ternyata Ruby bukanlah seseorang yang benar benar polos, tapi Ruby sosok berwajah dua.
" terimakasih atas pengakuanmu. besok akan kau ku hadiahkan dengan surat cerai ! " ucap Diordan dengan tatapan wajah dinginnya.
" tidak, aku tidak ingin bercerai ! " Ruby bangkit dan memohon pada Diordan.
__ADS_1
" setidaknya fikirkan anak kita ! " ucapnya lagi.
makin tersenyum sinis Diordan padanya saat Ruby berkata anak kita.
" bayi itu bukan anakku ! jadi jangan menganggap itu adalah bayiku ! "
praaanggg,
mereka menoleh saat mendengar pecahan gelas di luar kamar Ruby. dan
di lihatlah sosok Amey yang berdiri gugup di depan kamar Ruby.
Amey tak sengaja mendengar ucapan Diordan saat dirinya hendak menuju kamarnya. betapa kagetnya ia mengetahui bahwa Ruby tidak hamil anak Diordan sehingga gelas yang ia bawa tergelincir jatuh.
drrtttt
drrtt
ponsel Amey berdering, ia merogoh kantong celananya dan di raihlah benda pipih itu.
" kakak " sahut Amey saat menerima panggilan.
" apa kau tidak merindukan ku ? " tanya Berlian di seberang sana.
" aku merindukanmu. apa kau baik baik saja kak ? " tanya Amey dengan mata yang masih tertunduk saat Diordan memperhatikan dirinya.
" aku baik baik saja. dan aaaaaa " jerit Berlian di seberang sana.
" kak ? kau kenapa ? " Amey bertanya mencemaskan Berlian.
' apa yang kau lakukan ? '
' apa ? aku hanya menggigit mu ! '
oh baiklah Amey di acuhkan, ternyata kakak iparnya sedang menggoda kakaknya.
' lepaskan aku, aku sedang berbicara dengan adikku ! '
' tidak ! '
Berlian kembali menjerit kali ini terdengar seperti menahan sesuatu.
' aaahhh, jangan seperti ini ! '
" hey, kalian ! apa begini cara kalian menghubungi ku untuk mendengar kemesraan kalian ! " Amey mulai bersuara saat ia tidak mau mendengar kelanjutannya.
" kakak ipar , ayolah ! aku sedang merindukan kakakku ! " Amey mulai merajuk.
" jika kau merindukan kakakmu , maka datanglah. jangan mengganggunya saat ini anak kecil. " kali ini Aaron yang menjawabnya.
" hey, kakak ipar. aku bukan anak kecil, aku tahu saat ini kau sedang menjamah kakakku. jadi hentikanlah dahulu ! "
Aaron tertawa dan tak lama ia menjerit karena mendapat capitan tepat di perutnya oleh Berlian.
__ADS_1
" jangan dengarkan dia ya, kau berkemaslah dan datang kesini. aku sungguh merindukanmu ! " ucap Berlian kali ini
" aku pun merindukanmu "