
Setelah mereka melakukan fitting gaun pengantin, Diordan dan Berlian kini meluncur ke mansion keluarga Diordan.
perjalanan menuju ke mansion Diordan membutuhkan waktu satu jam. mansion keluarga Diordan berada di pinggir kota.
kini mereka telah sampai di mansion keluarga Diordan. mansion mewah bergaya Eropa klasik modern.
Berlian menatap takjub dengan semua design yang berada di mansion itu.
sangat cantik, guman Berlian dengan mata berbinar.
mansion ini yang mendesign nya adalah sang Daddy Diordan. semua yang berada di mansion ini di design oleh sang Daddy.
Berlian dan Diordan kini berjalan menghampiri Daddy dan mommy Diordan yang sudah menantikan mereka sejak tadi.
di sambutnya hangat Berlian oleh kedua orang tua Diordan. Marry yang merupakan mommy dari Diordan mengahmpiri Berlian memeluknya layaknya memeluk sang putrinya.
" apa kalian sudah selesai dengan gaun nya ? " tanya sang mommy Diordan dengan menggiring Berlian berjalan memasuki ruang keluarga.
" apa kau tahu mom. pria itu tidak mempercayaiku untuk mendesign gaunku sendiri ! " keluh Berlian dengan bibir yang cemberut.
semua tersenyum mendengar keluhan dari Berlian. Diordan berjalan menghampiri Berlian, dicubitnya gemas hidung mancung itu.
" bukan aku tidak percaya padamu sayang. tapi aku tidak ingin tanganmu terluka nantinya " mendengar ucapan Diordan, Berlian mengerucutkan bibirnya yang makin membuat Diordan gemas.
" sudah sudah. maafkan kebodohan dia sayang. " ucap sang mommy Diordan dengan mengelus rambut indah Berlian.
" mommy mau masak, apakah kau mau membantu ku nak ? "
deg, Berlian mematung dan menundukkan kepala. Diordan terkekeh melihat Berlian yang gelisah. Berlian mematukkan kedua telunjuknya serta menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
" mom, aku ingin membantu tapi aku tidak bisa memasak " jawab Berlian dengan tersenyum kaku.
mommy Diordan tersenyum mendengar jawaban Berlian. " kau bisa membantu meledakkan dapurku sayang. ayo ikutlah aku "
mereka tertawa membuat Berlian makin merosot jantungnya. walaupun seperti itu mommy Diordan tetap mengajak Berlian ke dapur. di ajarkan nya Berlian dengan sabar. Berlian yang masih awam dengan cara memasak dan memotong sayuran beberapa kali mommy Diordan mengajarkannya.
Diordan yang tidak terbiasa masuk ke dapur kini dengan senantiasa berada di dapur melihat pemandangan dua wanita yang dicintainya memasak bersama.
Diordan yang melihat Berlian mengiris bawang dengan mata berkaca kaca terkekeh-kekeh.
*
*
*
*
klik
pintu apartemen terbuka. mereka berdua masuk kedalam. Diordan berjalan ke arah sofa untuk mendudukkan dirinya disana.
Berlian berjalan ke arah dapur untuk mengambil minuman di dalam lemari esnya.
" sayang, hari ini aku menginap ya disini ?" tanya Diordan.
" no ! setelah kau minum, kau pulang ! " ucap Berlian dengan berkacak pinggang.
" ayolah. sebentar lagi kita akan menikah ! " Diordan yang duduk, memeluk Berlian dengan erat.
__ADS_1
aaaaaauuuuu , ,,, pekik Diordan yang di tarik telinganya oleh Berlian.
" sakit sayang " ucap Diordan dengan mengelus telinganya yang sakit akibat di tarik Berlian. Berlian duduk di samping Diordan
" pulanglah ! " ucap Berlian dengan mengusap pipi Diordan lembut.
" kau membangkitkan gairahku sayang " mendapat bisikan itu, Berlian memukul bahu Diordan yang membuat Diordan tertawa keras.
diciumnya kening wanita yang ia cintai, ditatapnya lembut wanita itu dengan tersenyum. " aku mencintaimu sayang "
kini Diordan mencium bibir manis madu itu. Diordan terus mencium wanitanya itu, pertukaran Saliva itu membuat Berlian meleguh disana.
Diordan menatap Berlian dengan tatapan yang menginginkan lebih. " aku menginginkan mu sayang. " ucapnya dengan suara serak menahan hasratnya.
Berlian yang tersadar akan buaian itu, menghentikan semuanya yang terjadi.
" aku belum siap. " ucap Berlian dengan memandang ke arah lain tak berani menatap Diordan.
di kecupnya kening Berlian dengan mesra. dan tersenyum lembut.
drrrtt
drrtt
drrrtt
Diordan merogoh ponselnya. dilihatnya ada sebuah pesan masuk.
' temui aku besok, aku sudah di negara A '
__ADS_1