
deg, jantung Berlian serasa makin jatuh dalam posisinya. butiran butiran keringat penuh membasahi keningnya.
beberapa kali Berlian mengusap keringat yang nampak mengumpul dengan menggunakan tangan kanannya.
" kau benar. ia seperti kakakku bukan kakak ipar ku. " ucap Amey dengan satu tangannya yang mengusap ngusap dagunya.
suasana begitu mencengkeram saat kedua orang itu menatap Berlian. pun Berlian merasa dirinya kali ini benar benar tamat akan rahasianya.
semua akan terbongkar dan semua akan berakhir pikirnya.
" mulai saat ini kau kakakku bukan kakak iparku. " wanita polos ini berhasil membuat detak jantung Berlian lebih tenang.
Amey benar benar polos dan tak mengerti akan maksud suaminya. ia mengira bahwa suaminya meminta dirinya mengubah kata kakak ipar dengan kakak yang semestinya.
tapi kepolosan itu menyelamatkan takdir Berlian. semoga saja seperti itu dan seterusnya.
" mommy baju ku basah. " keluh si gadis kecil itu saat bajunya penuh dengan noda minuman.
" kita ke kamar mandi ya sayang. " Amey mengajak anaknya untuk membersihkan noda.
" aku permisi sebentar. " Amey mengambil tas si kecil untuk ia bawa ke kamar mandi.
Amey meninggalkan Berlian dan kedua putra Berlian disana dengan suami Amey.
Berlian dapat melihat suami Amey terus saja menatap dirinya.
apa yang ia lihat dari diriku ?
manik mata itu masih saja mengawasi Berlian. " ku harap kau tidak bertemu dengannya. " kata pria itu seperti memperingatkan Berlian.
__ADS_1
" ya ? " Berlian masih kurang paham dengan maksud suaminya Amey.
" ku harap KAKAK IPAR tidak bertemu dengan nya. " penekanan itu membuat Berlian tercekat. tenggorokannya terasa gatal.
eehheeemm, eehheeemm berulang kali Berlian berdeham menetralkan rasa gatalnya.
" kami sering melakukan penyamaran. jadi aku tahu itu kau kakak ipar. " sebuah senyuman jahat muncul di bibir pria itu.
matilah aku !
batin Berlian menjerit saat penyamarannya terkuak oleh suaminya Amey.
pria ini benar benar bermata jeli. ia dapat melihat seseorang dibalik penampilannya.
" ku mohon tutup mulut mu itu. " Berlian mengatupkan kedua tangannya memohon. ia berharap pria itu tidak akan membongkar rahasia nya pada siapapun.
" apa yang mommy lakukan. " Ray yang melihat dari tadi hanya berdiam diri tapi tidak untuk kali ini saat dirinya melihat sang mommy memohon pada orang lain.
pria itu begitu tercengang melihat keduanya. ia tak menyangka Berlian akan mempunyai anak bahkan dua anak.
ternyata si bodoh itu bisa punya anak juga.
" mereka anakku ! " Rean datang diantara mereka. ia tak sengaja mendengar percakapan antara Berlian dan pria itu.
pria itu nampak tak suka akan kehadiran Rean. bahkan dengan ucapannya saja membuat pria itu semakin kesal.
mengakui bukan hak miliknya sungguhlah tidak baik pikir pria itu. baginya Rean mengambil keuntungan dari sebuah situasi.
" waahh, kau merebut yang bukan hak mu. " pria itu tersenyum mengejek ke arah Rean.
__ADS_1
Rean tak suka, ia menahan amarahnya di depan kedua putranya. ia tak ingin kedua putranya melihat kekerasan.
" aku hanya mengambil kembali yang sudah ia buang. " Rean membela dirinya dengan senyum devilnya.
senyum itu mematikan senyuman diwajah pria itu. ia membenarkan perkataan Rean. dialah yang sudah tak menginginkan Berlian waktu itu.
" anak anak kita pulang. " Rean menggendong Elvis dan mengulurkan tangannya pada Ray.
" tidak Daddy. aku masih ingin tahu kenapa mommy memohon pada paman itu. " tunjuk Ray pada pria itu dengan kesal.
Rean menatap Berlian yang dari tadi hanya terdiam. " tidak mommy mu tidak akan memohon apapun pada orang lain. " Berlian menatap mata Rean yang seakan mengatakan semua akan baik baik saja.
ia harus percaya akan Rean. ia tidak boleh takut ataupun mengkhawatirkan sesuatu karena Rean bersamanya.
tapi perkataan pria itu seakan melekat pada Berlian. ia masih berdiam diri di dalam mobil dengan menatap luar sana.
apa yang harus aku lakukan jika bertemu dengannya.
bagaimana ini, aku sungguh takut.
" jangan cemaskan sesuatu. " ucap Rean dengan menyetir mobilnya.
ia sesekali menatap Berlian dan ini sudah kesekian kalinya yang ia tatap hanya berdiam dengan pikirannya.
aku pastikan pria itu tidak akan bisa menyentuhmu.
" hei kemana mereka. " kata Amey yang tak melihat keberadaan Berlian dan kedua putranya saat dirinya kembali dengan putrinya.
" mereka telah di jemput. " ucap suami Amey dengan menyesap secangkir kopi yang tadi ia pesan.
__ADS_1
" kak Rean itu sungguh menyebalkan. " keluh Amey.