
Tasya menatap Berlian dengan seksama. setelah pulang dari jam makan siang tampak Berlian lebih pendiam dari biasanya.
hah, desah Tasya jenuh melihat wajah sahabatnya yang masih dalam keadaan seperti itu.
" kenapa ? " tanya Tasya dan yang dijawab hanya diam saja.
" mending kau pulang. aku bosan melihat wajahmu itu " keluh Tasya
" aku atau kau yang bossnya ? " tanya Berlian dengan menunjuk dirinya dan Tasya.
" mukamu itu sangat masam dan membuatku tidak bersemangat. " kini ditatapnya Berlian dengan melipat kedua tangannya di depan perutnya.
" bibirmu sungguh manis. membuatku sakit gigi " Berlian tertawa kecil.
" ada apa ? " tanya Tasya lagi kini dengan menatap kedua mata Berlian mencari tahu kebenarannya.
" kau tahu siapa yang aku temui tadi " ucap Berlian dengan menelan salivanya dalam.
" siapa ? "
" Rean "
bugh, buku yang di pegang Tasya pun terjatuh saat mendengar Berlian menyebutkan nama Rean.
" kau serius ? kau bertemu Rean ? Reandra ? " tanya Tasya dengan rasa tak percaya.
dan saat melihat anggukkan kepala Berlian, Tasya menatap Berlian makin gelisah.
" kau tak apa ? " ada rasa cemas dalam diri Tasya dan Berlian hanya menjawab dengan anggukan kepala.
*
*
*
*
*
ting
__ADS_1
tong
suara bell rumah Berlian berbunyi.
seorang pelayan berjalan untuk membuka pintu utama. saat itu juga Amey ingin membuka pintunya.
" biar aku saja bi. bibi pergilah " ucap Amey.
" baik non. " pelayan itu menundukkan kepala dan kembali ke dapur.
betapa terkejutnya Amey saat membuka pintu. nampak seorang pria tampan tersenyum memegang rangkaian bunga mawar merah.
" kak Re ! " seru Amey tak percaya.
" Hay adik kecil. kau sudah besar sekarang. apa aku boleh masuk ? " tanya Rean masih dengan tersenyum mempesona.
Amey yang tersadar dari rasa terkejutnya, kini memasang muka datar dan melipat kedua tangannya di perutnya " kak Berlian sudah tidak tinggal disini. "
Rean yang tadi tersenyum kini berubah menjadi merenung. " kemana dia tinggal ? "
" kak Berlian tinggal di desa. " ucap Amey dengan tersenyum sinis.
Rean tersenyum mengejek. " oh ya ! kau tahu. aku tadi bertemu dengannya "
" kalau gitu kakak cari saja kak Berlian sendiri. " teriak Amey sebelum menutup pintu rumah membiarkan Rean diluar.
" aku akan menemukannya " di hirupnya wangi mawar merah itu.
******
ke esokan harinya. seperti janji mereka berdua, Diordan dan sahabatnya akan bertemu. Diordan akan menunjukkan calon istrinya yang cantik menggemaskan itu.
mereka akan bertemu di sebuah cafetaria. Diordan tadinya ingin datang bersama Berlian, tapi Berlian menolak karena harus ke kampusnya Amey dan akan kesana setelah urusannya selesai.
Diordan dan sahabatnya kini sudah duduk memesan kopi kesukaan mereka sambil menunggu pujaan hati Diordan.
" dimana dia ? " tanya sahabat Diordan dengan menyesap kopi latte miliknya.
" dia akan datang. tunggulah " jawab Diordan.
Diordan yang melihat Berlian masuk kedalam cafetaria itu tersenyum senang. wanitanya itu selalu saja cantik walaupun pakai busana apa saja.
__ADS_1
kini dress warna peach selutut, rambut tergerai indah serta riasan natural membuat Berlian tetap terlihat cantik.
" itu dia wanitaku " ucap Diordan dengan masih tersenyum.
pria itu yang duduk membelakangi pintu masuk, kini menoleh untuk melihat calon istrinya Diordan.
deg, betapa terkejutnya pria itu saat melihat sosok Berlian yang sedang ditunjuk oleh Diordan.
ditatapnya wajah Diordan dengan penuh senyuman, kini pria itu menatap nanar pada wanita yang sedang berjalan ke arah mereka.
" maafkan aku. aku terlambat. " ucap Berlian
" no, kami belum lama sayang. " jawab Diordan menggenggam tangan Berlian.
dikecupnya tangan putih susu dan harum itu oleh Diordan, membuat seorang pria menggertakkan giginya dan mengepal kedua tangannya.
" oh ya sayang kenalkan ini sahabatku waktu kuliah dulu " ucap Diordan menunjuk ke arah sahabatnya.
Berlian yang belum melihat pria itu, kini merubah posisinya untuk melihat pria itu. dan betapa terkejutnya dia saat tahu sahabat dari calon suaminya itu adalah.
' Re an ' guman Berlian. Berlian mematung memperhatikan sosok pria yang ada dihadapannya itu.
Rean dan Berlian kini saling menatap satu sama lain. bagaimana bisa Pria yang ingin Berlian hindari adalah sahabat calon suaminya.
mantan pacar dan calon suami nya itu bersahabat.
" sayang. " ucap Diordan membuyarkan lamunan Berlian. Berlian duduk di samping Diordan dan tersenyum.
" Re, ini Berlian calon istriku ! sayang ini Rean sahabatku " ucap Diordan memperkenalkan Berlian dan Rean.
" Berlian " kini Berlian menyodorkan tangan kanannya dan tersenyum.
" Rean " ucapnya dengan terus menatap Berlian dan menjabat tangan Berlian.
Rean mengelus tangan kanan berlian dengan jarinya, sontak membuat Berlian menarik kasar tangannya.
" oh ya Re. Minggu depan kami akan menikah " ucap Diordan tersenyum menatap Berlian.
karena gemas dengan calon istrinya itu, Diordan mencium pucuk kepala Berlian. dan Rean yang melihat itu merasa geram.
ingin rasanya Rean saat itu juga menarik Berlian dan mendudukkannya di atas pahanya. memeluk serta mencium bibir madunya.
__ADS_1
" aku pastikan itu tidak akan terjadi. "