
kecupan demi kecupan, ******* demi ******* Aaron berikan pada Berlian.
Berlian meleguh menahan debaran dalam dadanya. baru kali ini ia merasakan sensasi yang begitu berbeda.
Aaron terus membelit lidah Berlian untuk menghukumnya. rasa cemburunya benar benar membuatnya hilang akal.
" hen hentikan ! " Berlian mendorong bahu Aaron dengan nafas yang terengah engah.
pria ini benar benar liar !
" kau bisa membunuhku jika seperti ini ! "
Aaron menatap Berlian yang masih menghirup oksigen dengan terburu buru. Aaron menarik tubuh Berlian dan mulai mengecup serta menggigit leher jengjang miliknya.
' aahhhh ' sebuah leguhan keluar dari bibir Berlian. sensasi ini benar benar membuat dirinya terbakar. tapi Berlian mencoba untuk membuat dirinya kembali sadar serta menarik rambut Aaron untuk menjauh darinya.
tarikan rambut itu bukan membuat Aaron menjauh, sebaliknya Aaron merasakan seperti remasan kuat yang membuat dirinya memperdalam permainannya.
Berlian yang merasakan Aaron sudah tidak bisa terkendali, mulai memukul kuat bahu Aaron.
" aaahhh, hentikan. aaahhh aku mo mohon hentikan ! " pinta Berlian dengan terus memukul kuat bahu Aaron dengan kedua tangannya.
Aaron menghentikan kegilaannya dan ditatapnya wajah Berlian. dibelainya wajah itu dari kening hingga bibir, serta di usapnya bibir merah Cherry itu.
" aku akan terus melakukan seperti ini sampai jejak mereka hilang padamu ! " ucap Aaron
" jangan menolaknya karena aku bisa melakukan lebih dari ini tanpa persetujuan darimu ! jika kau tidak ingin aku lakukan lebih dari pada ini ! " ucapnya lagi.
__ADS_1
Berlian yang ingin menjawabnya menjadi lebur saat ucapan kedua dari Aaron. bagaimana bisa ia melakukan lebih dari itu tanpa dasar cinta.
" kau memang istriku ! milikku , hak ku ! tapi aku tidak akan melakukannya jika kau tidak ingin. dan aku akan menunggumu siap. " Aaron tersenyum dan itu membuat Berlian sedikit tenang.
" tapi jika kau berani mencoba membuatku cemburu, maka aku tidak akan segan segan melakukannya ! " Aaron tersenyum menyeringai menandakan sebuah peringatan untuk Berlian.
Aaron benar benar pria yang pencemburu, maka Berlian harus berhati hati agar tidak membangunkan singa dalam diri Aaron.
cup, sebuah kecupan singkat singgah di bibir merah Cherry milik Berlian. Aaron tersenyum karena saat ini dirinya dapat leluasa mencium Berlian.
" tidurlah lebih dahulu ! aku akan mengerjakan sesuatu dibawah dan aku tidak akan lama. " Aaron membelai rambut Berlian.
" tapi jika kau ingin aku tetap disini aku tidak keberatan ! " sebuah senyum terbit di bibir Aaron.
" tidak ! cepat pergilah ! " jawab Berlian cepat dengan sebuah lambaian mengusir Aaron.
di kecupnya kembali bibir Berlian sebelum ia pergi dan itu membuat Berlian merona merah.
pria ini membuatku meledak !
*
*
*
*
__ADS_1
saat di ruang kerja, Aaron berubah menjadi pria yang seperti biasanya.
berwajah dingin dan penuh aura mengerikan.
Hans dan Rao tetap setia berdiri disampingnya menyaksikan apa yang akan dilakukan oleh tuannya dan menunggu sebuah perintah dari tuannya.
" mereka berani bermain main denganku, maka akan aku tunjukkan siapa penguasa sebenarnya ! " Aaron mengepalkan kedua tangannya menahan geram.
" ledakkan persembunyian mereka hingga berkeping keping ! jangan sisakan satupun ulat yang keluar dari tempat itu ! " sebuah perintah keluar dari mulut Aaron.
kali ini Aaron ingin membalas siapa saja yang bermain merebut tanah barat miliknya. baginya merebut miliknya berarti mempersilakan nyawanya untuk ia cabut seketika.
tiada ampun itulah yang tergambar dalam dirinya. dan akan benar benar menghancurkan sampai berkeping keping.
********
disebuah apartemen mewah, seorang pria duduk menatap langit langit negara yang kini ia singgahi.
disesapnya sedikit minuman menghangatkan jiwa berteman dengan bintang bintang diatas sana.
" aku akan merebutmu kembali dalam pelukanku ! "
________
semoga puasanya lancar ya
🙃
__ADS_1
selalu dalam keadaan bahagia ok !