Permata Hatiku

Permata Hatiku
Tidak Lebih


__ADS_3

" aku tanya sekali lagi apa benar kamar ini milikmu ? " sudah sekian kali Berlian menanyakannya dan itu membuat Aaron menatap padanya dengan raut wajah tak menentu.


" apa perlu aku perjelas bahwa ini kamar kita dan bukan milikku saja ! " jawab Aaron.


Berlian terpaku menatap Aaron dan tiba tiba ia tertawa geli.


Aaron terdiam melihat tawa Berlian yang begitu pecah. apanya yang lucu dalam fikirnya, apa ada hal aneh dalam dirinya.


" apa kau ingin membuat taman kanak kanak disini ? " tanya Berlian dengan masih tertawa dan itu membuat sudut matanya berair menahan tawanya.


" maksudmu ? " tanya heran Aaron yang tak mengerti maksud Berlian.


" kau tahu, aku sudah membayangkan warna kamar khas pria. tapi yang aku lihat kamar milikmu jauh dari kata kesan pria bahkan lebih mendekat taman kanak kanak " tawa Berlian kembali pecah.


Aaron melirik Hans yang saat itu diam tak dapat berkata. bagaimana pun ini adalah ide Hans. Aaron meminta kamar yang dominan disukai para gadis tapi apa ini mengapa wanita nya malah mentertawakannya.


bagaimana tidak tertawa yang saat ini Berlian lihat adalah kamar dengan nuansa pelangi dan banyak stiker dan itu lebih dominan ke arah taman kanak kanak.


imajinasi mereka sungguh luar biasa !


dan Hans yang sama halnya dengan sang tuan tidak mengerti selera wanitapun hanya bisa memasrahkan pada sang sepupu yang masih jauh dari kata remaja. seperti inilah hasilnya dia mendapatkan sebuah tatapan hawa membunuh dari sang tuan yang gagal dalam menyenangkan hati sang nyonya.


" baru kali ini aku melihat kamar pria seperti ini ! " ucap Berlian masih dengan kekehannya.

__ADS_1


Aaron yang mendengar baru kali ini berarti Berlian sudah pernah melihat kamar pria lain dan itu memancing rasa cemburu miliknya.


Aaron menyuruh semua meninggalkan mereka dan menutup pintu kamarnya. setelah mereka semua keluar, Aaron merebahkan Berlian di kasur miliknya.


sorot mata yang Berlian tangkap dari mata Aaron membuat Berlian berhenti tertawa dan dalam posisi waspada.


Aaron mengukung Berlian sehingga membuat rongga dada Berlian terasa sesak.


" a apa yang mau kau lakukan ? " tanya Berlian dengan waspada.


" kau bilang tadi baru kali ini kau melihat kamar pria seperti ini bukan ? " ada hawa cemburu yang begitu kuat membuat Berlian benar benar sesak.


" berarti kau pernah masuk ke kamar pria lain bukan ? apa kau pernah melakukan sesuatu dengan pria lain ? " tanya Aaron yang masih ingin tahu tentang apa yang Berlian lakukan di kamar pria lain.


sungguh mata itu sangat membunuhku !


Aaron menggeser dan lebih mendekat pada Berlian dan itu semakin membuat Berlian sesak.


" aku tahu, tapi aku tidak tahu apa yang kau lakukan pada pria masa lalu mu itu " bisik Aaron serta mengangkat kedua jarinya ke udara.


Berlian tahu maksud Aaron dengan dua jari itu. Diordan dan Rean.


ya Tuhan memikirkan mereka membuat dirinya kembali seperti ingin mati saat ini. apa yang harus ia katakan bahwa dirinya pernah di cium atau dibelai.

__ADS_1


tapi Berlian tidak pernah melakukan lebih dari itu karena Berlian ingin menyimpannya nanti untuk orang yang benar benar tepat.


" apa diam adalah jawabanmu ? " suara Aaron membuat lamunan Berlian menghilang dan kembali sadar.


Berlian menatap Aaron dan menelan salivanya dengan penuh susah.


" a aku ... a aku tidak pernah melakukan lebih dari pada ..... " Berlian masih menggantung ucapannya karena dia masih takut untuk berkata.


" apa ? " tanya Aaron lagi dengan sedikit penekanan.


Berlian tidak bisa melanjutkan ucapannya dia hanya bisa menggigit bibir bawahnya.


tidak lebih dari itu !


hanya sebatas cium !


______________


segitu dulu ya... selamat Munggahan.


selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim.


selalu happy ya kawan 😊

__ADS_1


__ADS_2