
Hai Perkenalkan aku Kariyana Noorarita Rianti A. Geeh gak usah tanya itu nama dapet dari mana yang jelas itu nama dari kecil bersarang dari nenek ketemu nenek yang mempatenkan hasil ide mereka.
dan aku sang anak yang penuh dengan tak dosa ini ikut aja dalam hak asasi ini.
gimana gakĀ ngikut kan kita masih jadi bayi, ya ampun ....
oh ya aku hasil dari perkawinan silang antara kedua belah pihak. Bapakku adalah seorang bapak gak jadi Ibu dan Ibu aku tetap menjadi Ibu yang berbakti senantiasa dengan sapu terbangnya
anak nakal tak bersihin sampe ke urat uratnya.
tapi sapu ilang atau patah yakin deh, emak bakalan berkicau sepanjang masa....
ya tuhan seakan aku iri pada sapu mu maaakk....
" Woooooyyy kelar gak lu sih lama amat " teriak bocah yang ampun ampunan di balik jendela kamar kost ku.
aku hidup terpisah dari kedua indukannya, aku menyendiri dan suka dengan kehidupanku sekarang walaupun sejujurnya kadang aku merindukan rumah terutama pada sapunya emakku.
" iya sabar Napa sih, kayak di kejar kejar bank emok aja lu " teriak ku tak kalah menggemanya dari tetangga yang lagi perang sama suaminya.
sudah wangi, sudah cantik, kuncir kuda dan ponipun sudah on.
dduuhh cantiknya anak orang.
setelah di rasa cukup, Riyana mengambil tasnya yang berukuran kecil dan tidak besar untuk siap bawa. karena jika ia membawa tas besar, ia akan merasa itu tidak wajar di masa perawannya.
__ADS_1
sebentar gincu Kurang on,
astaga, mana gincu !!!
dia panik mencari hilir mudik demi sebatang gincu.
setelah dapet Riyana pasang itu gincu pada bibir seksinya ..
aahh sudah pas. mantap kali ini.
mode kecentilannya pun kumat.
krreeeekkkk
" astagaaa, itu muka lecek amat. " bagai tak berdosa dan sungguh polos, Riyana menepuk nepuk pipi sahabatnya yang sudah mulai memerah akibat tersengat sinar matahari.
" berisik lu, cepet naik " mode emak emak lagi datang bulannya dia kumat dan Riyana tak berani berkomentar lebih jadi dia memilih langsung naik ke atas motor sahabatnya itu.
bagai dua sejoli, Riyana dan Bunga selalu bersama sama dalam menjalankan kesehariannya. tanpa Bunga, Riyana akan galau karena dirinya tidak ada tempat untuk menebeng
" lu abis ada jam kagak kemana kemana kan ? " tanya bunga sambil sibuk membawa sepeda motornya menuju tempat kuliah mereka.
" kagak deh kayaknya, cuma paling ketemu Yuda buat ngasih tempat makan dia. " di jalan sambil bawa motor maklumin aja ya kalau mode suaranya di kencengin.
" caaakkeeeppp, tuh laki demen banget yeh main masak masak. " jawaban ini membuat mereka tertawa.
__ADS_1
semoga saja yang di omongin gak mati keselek.
" gpp, lumayan gue ngirit duit " lagi lagi mereka tertawa sebelum mereka memasuki kawasan berkerah.
" jangan hilang lagi ya neng karcisnya. " belum benar benar parkir, mereka sudah di wanti wanti tentang karcis, karena semua sudah hafal bagaimana kedua anak ini membuat onar di kampusnya. termasuk masalah tiket masuk ambil duduknya sang motor di parkiran.
" iya pak, makasih " jawab Riyana dengan tangan terulur meminta karcis parkir pada satpam kampus.
*
*
*
*
*.
Itu adalah sebuah cuplikan tragedi berdarah darahan yang konon katanya begitu.
monggo yang mau melihat kelanjutannya silakan cek in cek di novel baru aku. boleh di intip boleh di raba tapi jangan di telan. yakinlah karena ini bukan bahan makanan ya gengs.
aku gak pernah maksa kalian untuk like or koment novelku karena sesuatu yang di paksakan akan berubah menjadi aaadddoohhh sakit gengs.
yaudah cukup sekian monggo bobo yang mau bobo ya.
__ADS_1