Permata Hatiku

Permata Hatiku
Keputusan Daddy


__ADS_3

bukan hanya Berlian yang tidak mengetahui akta pernikahan itu, pun dengan Gustav sang kakak sama terkejutnya saat melihat akta pernikahan dengan jelasnya.


" pernikahan ini tidak benar ! " Gustav menolak mentah mentah pernikahan ini.


" sudah berapa kali aku katakan bukan bahwa aku tidak butuh persetujuan darimu ! " jawab Aaron memancing Gustav yang ingin membunuh dirinya.


" kau ! " geram Gustav


" siapa yang berani menyetujui pernikahan ini ! " ucap Gustav kembali dengan nada yang meninggi.


Aaron menulikan telinganya untuk tak mendengarkan Auman yang keluar dari mulut Gustav. baginya hari ini Berlian sudah menjadi miliknya dan tak peduli siapa yang tidak menyukai dirinya.


" Daddy yang menyetujui pernikahan ini ! " Mark datang menepuk bahu kanan sang anak pertama.


" kenapa Daddy menyetujui pernikahan ini ? apa Daddy tahu dia siapa ? " Gustav tak percaya bahwa sang Daddy dengan mudahnya menyetujui pernikahan Berlian.


Mark pun duduk di sebuah sofa yang ada di hadapan kedua pria berpola fikir kanak kanak tersebut. melihat kedua pria itu membuat dirinya ingat akan masa lalu mudanya. masih sama sama belum dewasa fikirnya.


" Daddy tak punya pilihan lagi selain menyetujui pernikahan ini. "


" apa dia mengancam Daddy ? ck, kenapa harus takut dengan Pria tak bermoral ini Daddy ! " ucap sinis Gustav dengan menatap tak suka pada Aaron.


Mark menghela nafas panjang serta memijit keningnya yang sedikit berdenyut. benar benar tak bisa menyatukan air dan minyak dalam satu wadah fikirnya.

__ADS_1


" dia tak pernah mengancam Daddy karena Daddy punya alasan tersendiri menikahkan Berlian dengan drinya. " Mark menatap sang putra dengan tatapan penuh wibawa.


" kenapa Daddy ? " lirih Gustav dengan masih mencari jawabannya.


" kau cukup dewasa dalam hal ini. Daddy harap kau bisa terima keputusan Daddy ini. " pinta Mark


" kau tahu Daddy melakukan ini karena sangat menyayangi putri ku itu ! Daddy tidak ingin ia kembali pada masa lalunya dan Daddy harap dengan menikahi Berlian membuat Berlian melupakan masa lalunya ! " ucap Mark lagi.


Gustav terdiam dengan ucapan Mark. ruangan itu benar benar sunyi bahkan Aaron pun tak ikut serta bersuara memperhatikan percakapan antara ayah dan anak yang di hadapannya.


*


*


*


*


*


apa yang harus aku lakukan !


aku tidak mengenalnya bahkan dekat dengannya !

__ADS_1


pria ini membuatku ingin memukulnya*** !


Berlian duduk terdiam mengigit kuku jarinya dengan berbagai banyak fikiran berkelana di kepalanya.


" bikin kesal saja ! " guman Berlian dengan memukul bantal yang sedang di pangkuan dirinya.


" apa Daddy boleh masuk nak ? " ucap Mark yang berdiri di depan pintu kamar Berlian.


pintu kamar Berlian yang tak ditutup itu mempermudah Mark untuk memperhatikan setiap keluh kesah sang putri saat ini.


" i iya. Daddy masuk saja ! " ucap Berlian sedikit takut akan Mark mengetahui semua umpatan yang Berlian ucapkan untuk Aaron.


Mark berjalan mendekat pada sang putrinya. ia duduk di sebelah Berlian dan membelai rambut panjang Berlian.


" ada apa Daddy ? " ucap Berlian yang tak berani menatap Mark saat ini membuat Mark tersenyum memahami maksud sang putrinya.


" maafkan Daddy nak " ucap Mark yang membuat Berlian menoleh dan menatap Mark.


" kenapa Daddy ? " ucap Berlian.


" maaf karena Daddy yang sudah menyetujui pernikahan dirimu itu " lirih Mark dengan masih membelai rambut Berlian.


" kenapa Daddy ? " lirih Berlian meminta jawaban pada sang Daddy.

__ADS_1


" Daddy hanya ingin melihat kau bahagia. dan Daddy yakin bahwa Aaron pria yang bisa membahagiakan dirimu ! " jawab Mark dengan sebuah senyum membuat Berlian tak bisa berucap.


" Daddy minta kau tetap jalani pernikahan ini !"


__ADS_2