
Rean mengontrol emosinya, ia tak mungkin mengeluarkan amarahnya di depan kedua putranya.
ia harus tenang apapun yang terjadi. ia tak boleh membiarkan kebencian pada sosok di depannya menjadi bumerang bagi dirinya nanti.
" seperti yang kau lihat sekarang ini tuan Graham. aku sudah mempunyai keluarga ku sendiri. " ucap Rean menampilkan senyuman yang terkesan berlebihan.
pria itu mendengus kesal melihat sikap pamer dari Rean. " ku harap kalian bahagia tuan Brice. " ucapnya yang seakan tak terima dengan keadaan Rean.
" apa Daddy mengenal paman ini ? " tanya Ray yang dari tadi menyimak perkacapan antara Rean dan pria itu.
Rean menatap tak suka pada pria itu dan hanya menjawab ' hum ' pada Ray.
" baiklah anak anak. mari kita pergi menemui mommy mu. " ucap Rean yang menggenggam tangan putranya.
" terimakasih, paman " ucap Elvis tersenyum pada pria itu membuat pria itu ikut mengembangkan senyumnya.
pria itu terus saja menatap punggung ketiganya. ia seakan tak rela dan tak menyukai akan kebahagiaan yang Rean miliki. sungguh tak rela fikirnya.
tapi mengapa ia tak rela ?
entahlah ia pun tak tahu.
__ADS_1
" melihat senyumnya mengingatkan ku pada dirimu sayang. " ucapnya dengan senyum getir di wajahnya.
ia makin terpuruk saat bayangan wanitanya tiba tiba saja hadir dengan senyuman yang indah di depan matanya.
sungguh ia merindukan senyuman itu. bahkan ia merasakan senyum itu nyata didepan matanya.
bukan hanya senyumnya, tapi tubuhnya, serta langkah kakinya ia merasakan nyata. setiap langkah kakinya merupakan nafas yang ia rindukan. ini membuatnya makin sesak saat dengan lincahnya bayangan itu tersenyum merekah menyapa siapa saja di dekatnya.
pria itu tersenyum dengan air mata di pipinya saat melihat bayangan itu melintas di depan mata.
" awwww, maafkan aku tuan. " ucap seorang wanita yang tak sengaja menabraknya. wanita itu membungkukkan tubuhnya dan pergi melanjutkan langkah kakinya tanpa melihat sosok yang ia tabrak.
" bahkan bayanganmu saja bisa menyentuhku sayang. " ia tersenyum nanar pada dirinya.
ia benar benar merasakannya.
ini bukan bayangan atau halusinasi. tapi ini nyata.
pria itu berlari mengejar sosok wanita yang ia lihat itu. ia berlari tak tentu arah, bahkan tak sedikit orang yang ia tabrak.
ia tak peduli umpatan orang orang. yang ia mau hanya bisa menemukan sosok wanita itu.
__ADS_1
akhirnya ia menemukan sosok wanita itu yang tak jauh dari dirinya. ia melihat wanita itu duduk seorang diri disebuah taman dengan sebuah buku ditangannya.
ia tersenyum dan ingin menyapanya. ia melangkahkan kakinya menghampiri wanita itu.
tapi langkahnya terhenti saat melihat wanita itu di peluk oleh kedua bocah yang ia temui tadi. pun ia dapat melihat Rean duduk disampingnya dan mereka pun tertawa bahagia.
" ini tidak mungkin ! " sangkalnya yang mulai tak percaya dengan penglihatannya.
ia merutuki kebodohannya saat menyangka bahwa wanita itu sama dengan wanitanya. ia mentertawakan dirinya.
" aku sudah gila rupanya ! " ia tak menyangka bahwa dirinya akan segila ini menyamakan wanitanya dengan wanita Rean.
jelas mereka berbeda. siapapun pasti akan melihatnya berbeda. mata itu hitam tapi mata wanitanya seperti lautan, rambut wanita itu tidak sepanjang wanitanya.
mereka hanya terlihat sama dalam bentuk tubuh dan lesung pipi indah itu.
mataku sudah tak normal.
pria itu kembali tertawa dan berjalan meninggalkan mereka.
semua orang pun menoleh ke arah pria yang sedang tertawa terbahak bahak sendirian. seakan beranggapan pada pria itu gila.
__ADS_1
tak hanya mereka, ke empat orang itu pun sama terheran melihat punggung pria itu yang terus berjalan menjauh dengan tertawa.
sungguh aneh fikir mereka.