Permata Hatiku

Permata Hatiku
Tolong Aku


__ADS_3

" apa kita akan bekerja keras lagi ? " tanya Rao pada Hans dengan menatap pintu kamar utama yang masih tertutup.


sudah hampir seminggu Aaron absen dari pekerjaannya dan lebih menghabiskan waktunya didalam kamar.


bahkan untuk makan saja pun pelayan yang mengantarkannya.


" jika dalam waktu lebih dari seminggu tuan tidak keluar dari kamar itu, jangan salahkan aku untuk mendobraknya. " ucap Rao dengan tangan yang diremas remas seperti terasa gatal.


pasalnya ia benar benar sudah tidak bisa bekerja lebih ektra lagi sementara tuannya berdiam diri di kamar.


" sudahlah. anggaplah tuan sedang menikmati bulan madunya. " memikirkan bulan madu membuat bulu halus Hans berdiri.


sementara itu seseorang yang dibicarakan oleh mereka, sedang memandang wajah cantik Berlian yang tertidur pulas dengan balutan selimut di seluruh t****hnya.


Aaron menelusuri bercak bercak merah keunguan yang terdapat di kulit Berlian bekas kegiatan mereka semalam.


" apa yang kurang dariku ? aku mencintaimu tapi kau bermain gila dengan pria itu ! " Aaron masih saja beranggapan Berlian telah bermain api dengan Diordan.


pria bodoh !


Aaron yang pada waktu itu sedang selesai rapat, mendapatkan sebuah pesan singkat dari seseorang bahwa istrinya kini berada di hotel bersama pria lain.


semula dirinya tidak percaya akan pesan singkat itu. tapi saat dirinya tak mendapatkan Berlian kembali pulang, akhirnya memutuskan untuk pergi ke hotel itu.


betapa kagetnya ia saat melihat Berlian berada di hotel dengan mantan kekasihnya.


apalagi ia benar benar marah saat t****h indah Berlian terekspos sempurna di depan mata pria itu.


dan setiap mengingat itu, Aaron menjadi gila dan tak terkendali.


bahkan Aaron pun tak mengijinkan Berlian untuk keluar dari kamar mereka. ia terus saja meminta haknya sebagai seorang suami.


" sudah puas bermainnya ? " ucap Berlian dengan mata yang masih terpejam.


lelah sungguh itu yang Berlian rasakan saat sekujur tubuhnya remuk dan kaki akibat ulah suaminya.


" tidak, aku belum puas. " ucap Aaron dengan rahang yang mengeras.


Berlian pun membuka matanya dan melihat Aaron yang saat ini tengah menahan amarahnya.


" lakukanlah lagi jika kau belum puas. setelah itu .... " Berlian menyibakkan selimut dengan kasar. " aku akan pergi meninggalkanmu dengan fikiran kotorku itu ! "


Aaron makin tak suka dengan ucapan Berlian. Aaron merasa Berlian telah menantang dirinya untuk berbuat lebih.


" aku akan melakukannya lagi dan lagi. tapi aku tidak akan pernah membiarkan kau pergi dariku. " seketika Aaron pun membalikkan tubuhnya dan kini telah berada diatas t****h Berlian.

__ADS_1


rasanya sungguh candu melihat tubuh sexy istrinya. kini Aaron pun tak tahan untuk membenamkan bibirnya pada bibir Berlian dan m*****t kecil disana.


sehingga membuat Berlian menerima tanpa perlawanan. baginya sudah letih untuk melawan Aaron.


" minggirlah, kau berat." Berlian mendorong tubuh Aaron yang menindihnya. Berlian sudah terlalu lelah akan kegiatan mereka tadi.


Aaron yang didorong bukan menjauh malah mengeratkan pelukannya di atas tubuh Berlian.


" ayolah Aku mau mandi. badanku sudah lengket akibat ulahmu. " Berlian yang kesal terus saja mendorong tubuh Aaron.


akhirnya Aaron pun bangkit dari tubuh Berlian dan turun dari ranjang dengan tubuh yang p***s.


" kau benar, kita harus mandi. " ucap Aaron.


dengan sekali tarik, Aaron membopong tubuh Berlian membuat Berlian terkejut.


" kau mau apa ? " tanya Berlian dengan melototkan matanya.


" kita mau mandi. " jawab Aaron dengan tenang.


" tidak tidak, aku duluan yang mandi. " tolak Berlian.


" tidak, kita mandi bersama. " dan Aaron pun membawa tubuh Berlian ke kamar mandi.


*


*


*


*


*


akhirnya setelah sekian lama Berlian tidak bisa keluar dari kamarnya, kini ia bisa dengan santainya duduk di halaman belakang dengan menatap ponsel genggamnya.


Berlian sempat beberapa kali mengubah posisi duduknya karena merasakan tak nyaman saat duduk efek dari pinggangnya yang sakit.


" dia benar benar ingin mematahkan pinggangku. " keluh Berlian dengan meremas ponselnya.


memikirkan Aaron, kini Berlian tak nampak kehadiran suaminya itu setelah Aaron yang keluar lebih dahulu dari kamar mereka.


tak mau mengambil pusing, Berlian tidak memikirkannya lebih jauh. pun saat ini tanpa Aaron ia dengan bebasnya bersantai.


' bagaimana ? '

__ADS_1


salah satu pesan dari Tasya masuk kedalam ponsel Berlian membuat Berlian kesal.


rencana bodoh temannya itu menjadi bumerang bagi dirinya kini.


' gagal ! ' Berlian membalasnya dengan cepat.


' bagaimana bisa ? '


bisalah ! karena dia pria yang bodoh !


Berlian bergumam gumam kecil mengejek Aaron.


selingkuh ?


memikirkannya saja tidak, bagaimana ia melakukannya.


balas membalas pesan pun terjadi antara kedua sahabat itu. Tasya tak percaya jika rencananya gagal begitu saja. dan bagaimana bisa Diordan ada disana.


Tasya berfikir ini adalah sebuah sabotase dari orang orang yang ingin memisahkan Berlian dan Aaron.


Berlian setuju dengan pemikiran Tasya. ia pun tak tahu siapa orang tersebut. baginya kini hatinya sungguh sakit saat Aaron tak mempercayai dirinya.


drrttt


drrttt


seseorang mencoba menghubungi Berlian.


" hallo ? " ucap Berlian saat mengangkat panggilan tersebut.


" kakak, tolong aku hiks ! "


______


...seharusnya beberapa hari yang lalu sudah up cuma ada part part yang harus di revisi karena banyak anunya jadi ya ngetik lagi....


...dan ini untuk kesekian kalinya revisi......


...eerrrrhhhhh rasanya mumet 😌...


...semoga suka ya....


...tetap jaga imun kita...


...❤️...

__ADS_1


__ADS_2