
malam ini begitu bersahabat, pun bintang bertaburan menghiasi langit menambah kesan cantiknya.
cantik seperti malam ini.
Aaron ingin membuat malam ini berkesan untuk Berlian. ia menyiapkan makan malam romantis dengan kesan penuh cinta untuk Berlian seorang.
belajar dari mana ia tentang hal romantis ini, jangan diragukan darimana sumbernya. karena saat ini hans mencontohnya pada informasi pintar yang terdapat dari fitur ponselnya.
lilin indah bercahaya, bunga bertaburan, dan dua ekor hiasan angsa putih yang terbuat dari kain di atas meja.
semoga kali ini ia berhasil mendapatkan kesan dari sang nyonya yang dicintai tuannya.
Aaron nampak gagah memakai setelah jas berwarna hitam, sungguh sangatlah tampan dirinya.
Tak luput Berlian pun di paksa untuk berperan dari wanita yang diajak dinner oleh sang pangeran.
beberapa kali Berlian ada menolak untuk makan malam romantis, ia pun pasrah saat Aaron mengancam akan memecat pekerja yang sudah Berlian tolak.
yang terpaksa pun kini duduk dengan gaun berwarna merah maroon dengan belahan dada rendah serta rambut tergulung menampakkan leher jenjangnya.
siapa saja yang melihatnya akan melihat Dewi yang turun dari langit. Berlian sungguh cantik dan itu membuat Aaron ingin sepenuhnya memiliki dirinya agar tak ada yang bisa meliriknya sedikitpun.
cukup gugup bagi Aaron melihat Berlian duduk menikmati makan malamnya. wajah cantik dengan berbulu mata lentik itu, menggigit hidangan membuat Aaron ingin sekali merasakan gigitannya.
eekhhmm, Aaron sedikit berdeham menutupi pikirannya yang mulai berselancar bebas.
__ADS_1
" apa kau menyukai suasananya ? " tnaya Aaron dengan terus memperhatikan wajah cantik Berlian.
si empunya nama yang di panggil hanya menganggukkan kepala, kemudian tak lama ia menggelengkan kepalanya membuat Aaron terheran.
" maksudmu ? " Berlian menatap wajah Aaron dan kembali meneruskan makannya.
" aku suka. tapi aku tidak suka jika aku dipaksa seperti ini. " kali ini Berlian menyuarakan isi hatinya.
bagaimana tidak, ia yang sedang tertidur nyenyak tiba tiba terbangun karena hal ribut di kamarnya dengan beberapa pekerja untuk membantunya bersiap.
mereka tidak berani untuk membangunkan Berlian sampai ada seorang pekerja wanita yang pernah datang pada Berlian bersuara yang membuatnya membuka kelopak matanya.
" hidupnya benar benar diatas awan ! " itulah kalimat yang terdengar membuat siapa saja menatap ke arahnya dan Berlian pun membuka matanya menatap wanita itu.
mengingat hal itu Berlian menjadi ingin bertanya pad Aaron siapa itu vanilla.
" aku ingin bertanya sesuatu dan kau harus menjawabnya. " Aaron meletakkan garpu dan pisaunya diatas piring bersiap mendengarkan cerita Berlian.
" katakanlah ! " jawab Aaron menantikannya.
" siapa wanita bernama Van...... " ucapan Berlian terpotong dengan suara melengking yang menyakitkan telinga mereka.
" apa yang kau lakukan ! "
seorang wanita berpakaian seksi berwarna biru memandang Aaron dan Berlian. Berlian yang tidak mengenalnya hanya bisa terdiam, sedangkan Aaron menatap wanita itu dengan rasa yang sulit diartikan.
__ADS_1
wanita itu berjalan menghampiri mereka. saat tibanya di sana, ia duduk di sebelah Aaron dan melingkarkan tangannya di lengan kanan Aaron.
wanita itu melihat Berlian dengan sinisnya, dan kembali menatap Aaron dengan tersenyum hangat.
" siapa wanita itu ? kenapa kau makan malam bersamanya tanpa memberitahuku ? " cercaan pertanyaan terlontar dari mulut wanita itu.
Aaron memaksa melepaskan lengannya yang dipeluk erat oleh wanita itu. ia pun menggeser kursinya menjauh.
sebuah drama pun dimulai !
Berlian tidak ingin banyak berkomentar, ia hanya duduk menyaksikan interaksi antara keduanya dengan mengisi perutnya yang lapar.
" kau ingin tahu dia siapa ? " tanya Aaron yang dijawab anggukan kepala oleh wanita itu.
" dia istriku Berlian ! "
kali ini sorot mata wanita itu lebih menajam menatap Berlian. ada sebuah pukulan kuat di meja yang disebabkannya.
takut ?
tidak, Berlian tidak takut.
ia menatap balik wanita itu dengan tersenyum. entah itu senyuman ramah atau mengejek ia pun tak mengerti. yang saat ini ia tunjukkan hanyalah sebagai penonton yang sedang menyaksikan sebuah drama.
" kau sudah menikah ? apa kau bergurau ? " ia wanita itu sepertinya menaruh hati pada Aaron. ia akan menepis segala fakta bahwa Aaron sudah menikah dengan Berlian.
__ADS_1
" ya, aku sudah menikah ! " Aaron pun menjawab dengan mantapnya.
" sayang, kenalkan dia ini vanilla ! "