Permata Hatiku

Permata Hatiku
Kau Bodoh !


__ADS_3

" apa kau sudah gila ? " Berlian merasakan sesak dan tak bertenaga saat hawa dingin menerpa tubuhnya.


ini gila !


kau benar benar gila !


" kau kau bagaimana bisa menyetujui undangan itu ! " ledakkan Berlian saat Rean menghubunginya untuk pergi menemui dirinya ke sebuah butik ternama memilah gaun dirinya.


' dengarkan aku, aku akan tetap menjagamu. kau tidak perlu takut. '


Berlian menghela nafasnya berat dan menggenggam erat ponselnya. rasanya saat ini dirinya ingin menenggelamkan Rean dengan kebodohannya.


pria bodoh ini menghubunginya hanya untuk menyampaikan pesan yang membuat otak dan jantung Berlian serasa di tikam begitu kerasnya.


" dia pria yang licik dan kau menyetujuinya. oh ayolah kau sungguh bodoh ! " benar saja mungkin ini sebuah jebakan untuk mereka berdua.


' jika kita tidak datang maka itu akan membuat dia semakin curiga terhadap kita ' dan yang dikatakan Rean bisa saja terjadi.


jika mereka tidak hadir dalam pesta tersebut, maka Aaron akan semakin mencurigai mereka. dan apa yang ditakutkan Berlian bisa saja terjadi.


' aku akan menjaga kalian. aku tidak akan membuat kalian jatuh ketangannya. ' kesekian kalinya Rean akan melindungi mereka.


tapi kali ini Berlian mempunyai rasa takut yang berlebihan. dengan datang atau tidaknya mereka sama sama membuat ia dilema dan dalam masalah besar.


jika ia hadir maka detik itu pula ia tidak bisa mengontrol dirinya dan emosinya. tapi jika ia tidak hadir maka Aaron dengan pastinya mengetahui dirinya yang sebenarnya.


Berlian merasa kedamaian dirinya akan segera terusik. ia takut itu mempengaruhi kedua putranya. baginya kedua putranya adalah segalanya.


' aku akan menunggu mu ' Rean mematikan sambungannya menyisakan Berlian yang masih dilema akan dirinya.


kau tidak akan tahu orang seperti apa dia.


kau tidak akan membayangkan itu.


dia pria yang gila !

__ADS_1


dia tidak akan pernah melepaskan apa yang sedang menjadi incarannya.


*


*


*


*


dengan berat hati, Berlian menyetujui untuk mengikuti apa yang Rean katakan. ia datang menemui Rean walaupun ia takut dan sungguh takut sampai sampai wajahnya sedikit terlihat pias dan tak bercahaya.


" kau harus percaya padaku. " Rean menggenggam tangan Berlian dengan erat yang kala itu terasa dingin menyusuk kulitnya.


" kau tidak akan tahu siapa dia. " Berlian masih menunduk dan tersenyum getir mengigat bagaimana Aaron sebenarnya.


" aku memang tidak mengenalnya melebihimu. tapi setidaknya kau mengenalku seperti apa bukan ? " Rean mengangkat dagu Berlian. Rean bisa melihat mata itu berkaca dan bibir itu begitu keluh.


" percaya padaku. " pinta Rean lagi saat sebelum dirinya dan Berlian pergi ke pesta Aaron.


Berlian masih enggan untuk berkata. ia masih takut dengan apa yang terjadi. ia hanya bisa mengangguk pelan menyetujui ucapan Rean.


" ingatlah untuk tidak banyak minum disana. " ucap Berlian membuat Rean tertawa kecil.


________


di sebuah hotel ternama nampak terlihat begitu indah dengan dekorasi pesta. mereka yang hadir tampak begitu mewah dengan busananya.


Aaron berdiri dengan segelas minuman ditangannya serta Vanilla yang berdiri cantik merangkul lengan Aaron. Vanilla begitu menikmati peran ini. menemani Aaron menyapa semua koleganya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


dan Aaron tidak peduli akan itu. baginya Vanilla hanyalah salah satu umpan yang ia ciptakan. ia tidak begitu menganggap penting kehadiran Vanilla.


" menjijikkan ! " umpat Amey saat dirinya melihat pasangan yang membuat matanya sakit.


Rao menoleh ke arah Amey saat tangannya mulai di cubit cubit kecil oleh jari jemari Amey.

__ADS_1


" jangan kau lihat mereka jika membuat matamu sakit. " ucap Rao dengan menangkap jari nakalnya Amey.


Amey mengerucutkan bibirnya tak suka. ia tak suka akan senyum Vanilla yang begitu terlihat jelas saat dirinya telah berhasil menggantikan kakaknya.


" huh, rasanya ingin aku tarik rambutnya dan menghajarnya ! " guman kecil Amey dengan tangan yang terkepal menahan gatal ingin menarik Vanilla.


Rao yang mendengarnya hanya tersenyum serta menggelengkan kepalanya. " itu pun jika kau berani. " ucap Rao menggoda Amey membuat Amey memukul lengan Rao.


awwww ringisan Rao begitu terdengar jelas membuat banyak mata memandang. pun itu tak luput dari pandangan mata Aaron dan Vanilla.


" kau lihatlah mere .... " ucap Rao terpotong dengan suara Amey yang menggelegar.


" kakak ipar ! " teriak Amey dengan tangan yang melambai lambai dan mata yang berbinar.


Amey melupakan kelasnya. ia membuat Rao memijit dahinyaya saat melihat tingkah laku dari Amey.


tapi rasa malu itu tertutupi oleh hadirnya Berlian yang datang dengan dirangkul pinggangnya oleh Rean.


cantik sekali, fikir semuanya saat melihat sosok Berlian. mereka sungguh terpana dengan wanita yang menggunakan gaun berwarna merah ini.


" aku sungguh mati rasa jika kau tak hadir kak. " keluh Amey saat dirinya telah dapat memeluk Berlian.


ia dengan gembiranya melihat kehadiran Berlian. baginya kehadiran Berlian membawa angin sejuk dalam kejenuhannya.


" tapi kau tidak akan mati secepat itu saat suamimu berada di dekatmu. " bisik Berlian ditelinga Amey dan membuat Amey terkekeh kecil.


" kau bodoh ! " Rean menatap Rao yang mengejek dirinya dengan senyum smirk menghiasi diwajahnya.


baru saja mereka bertemu dan dirinya sudah mendapatkan satu kata yang begitu tak enak di dengar.


bodoh !


" ck, benar benar bodoh ! " sekali lagi Rao menjatuhkan harga diri Rean.


" hei hentikan, kau tidak boleh mengatakan kakak ku bodoh ok ! " Amey melerai keduanya. ia tidak ingin mereka dijadikan pusat perhatian lagi setelah apa yang ia lakukan.

__ADS_1


Amey menarik Rao sedikit menjauh dari Rean. matanya memberi isyarat untuk Rao diam dan tidak boleh ada permusuhan diantara keduanya. tapi Rao hanya diam dan tak menanggapinya. baginya Rean benar benar bodoh jika masuk dalam permainan Aaron.


" apa kalian sudah saling mengenal ? " tanya seseorang yang baru saja datang ditengah tengah mereka.


__ADS_2