
" aku mau besok kita menikah. " kalimat itu mampu membuat Berlian terpaku dalam diam. ditatapnya sosok Diordan dengan rasa tak percaya.
" aku bercanda sayang. " ucapan itu mampu membuat Berlian merasa lega. " aku ingin dua Minggu dari sekarang kita sudah menikah. " baru juga merasa lega kini dia kembali sesak.
menerima perjodohan ini saja sudah membuatnya tak percaya, sekarang harus di hantui dengan dua Minggu lagi akan menikah.
bukan hanya Berlian, tapi Ragispun terkejut dengan dua minggu lagi akan dilaksanakannya sebuah pernikahan. Ragis menggeleng kepalanya tak percaya. bagaimana bisa tuannya sebegitu ingin menikah sementara mereka baru berkencan.
' aku tak ingin kau lepas dari genggamanku. kau wanita ku ! hanya milikku ! ' guman Diordan dengan senyum menatap wanitanya.
*
*
*
*
acara makan malam telah selesai kini mereka berada di parkiran. Diordan tak ingin Berlian pulang menyetir seorang diri, tapi Berlian tetap ingin pulang dengan mobilnya sendiri.
" biarkan aku yang membawa mobilmu ! "
" tidak, kau pulang saja biar aku menyetir sendiri. "
" no, aku yang bawa. " Diordan merebut kunci mobil yang dipegang Berlian.
__ADS_1
' baru saja memulai hubungan tapi mereka mulai berseteru. ' guman Ragis memperhatikan mereka yang sama sama keras kepala.
" Ragis, kau bawa mobilku. aku akan membawa mobilnya ! " titah sang tuan dan dijawab anggukan kepala oleh Ragis. Berlian merotasikan kedua bola matanya dan masuk kedalam mobil, duduk di kursi penumpang.
Diordan kini ikut masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobilnya kembali ke apartemen Berlian.
setelah tiga puluh menit melakukan perjalanan kini mereka telah sampai di parkiran apartemen.
" ok, kita sudah sampai. semoga harimu menyenangkan. " ucap Berlian menatap Diordan. tapi yang di tatap hanya membalas dengan senyuman membuat Berlian kikuk.
merasa terus ditatap seperti itu membuat Berlian merasa hawa di dalam mobil ini terasa panas. " kunci mobilku ? " Berlian menyodorkan tangannya meminta kunci mobil miliknya.
" biar aku antarkan sampai depan pintu apartemen mu " ucap Diordan dengan mengusap pipi kanan Berlian.
deg, jantung Berlian berdetak lebih kencang saat tangan besar milik Diordan menyentuh pipinya.
Ting
sampailah di lantai 19
Diordan berjalan merangkul pinggang Berlian membuat Berlian merasa tegang.
ya jantung mereka berdua seakan mau copot di waktu yang bersamaan.
kini mereka sudah sampai di depan pintu apartemen Berlian. Berlian menatap Diordan dan tersenyum " kita sudah di depan apartemen ku ! mana kunciku ! " pinta Berlian dengan kembali menyodorkan tangan kanannya.
__ADS_1
" apa aku boleh menginap disini sayang ? " ucap Diordan membuat kedua bola mata Berlian membulat sempurna.
Berlian meneguk Salivanya dengan kasar. baru saja mereka meresmikan bersama kini Diordan sudah berani meminta menginap bersama.
" jangan ! kita belum menikah ! " tolak Berlian dengan gelengan kepala.
Diordan tersenyum mendengar jawaban dari wanitanya itu. " baiklah untuk saat ini tidak tapi kedepannya ... " Diordan mendekatkan bibirnya di daun telinga Berlian " aku akan sering menginap disini " ucapnya dengan nada menggoda.
hembusan nafas itu berhasil membuat sekujur badan Berlian menegang. kini mereka berada dalam posisi sangat dekat. Diordan dapat dengan jelas wajah Berlian yang cantik serta harum vanilla yang menyeruak di rongga hidungnya. Berlian pun dapat melihat wajah tampan serta wangi maskulin milik Diordan.
diraihnya tengkuk leher Berlian. perlahan dengan pasti Diordan memulai mengecap bibir merah menggoda itu. Berlian yang mendapat sebuah kecapan di bibirnya mematung dan tak bergerak.
merasa bahunya di dorong pelan oleh Berlian. Diordan menatap wajah cantik gadisnya itu. " maafkan aku. " ucapnya dan mengecup kening Berlian.
*******
drrtt
drrtt
drrttt
Tasya is calling...
" hallo ... " jawab Berlian dengan tubuh yang direbahkan di atas tempat tidurnya.
__ADS_1
" bagaimana dengan kencannya manis ? " tanya Tasya di seberang sana.
Berlian merenung.