Permata Hatiku

Permata Hatiku
Identitas Baru


__ADS_3

Di salah satu tempat, Aaron duduk dengan badan yang terhuyung. pun ia tak dapat mempertahankan posisinya karena ia tengah mabuk.


ya ia sangat mabuk. botol botol minuman itu telah kosong olehnya.


prraang, bunyi sebuah botol minuman yang pecah karena dihentakkan kasar olehnya mengenai lantai.


Hans yang sedari tadi ingin membantunya di tepisnya dengan kasar. bahkan tak sesekali Aaron mengeluarkan senjatanya untuk melukai siapa saja yang ingin mengganggunya.


" jangan seperti ini tuan. " Hans sudah muak dengan keadaan Aaron. ia menarik kasar tangan Aaron untuk meninggalkan botol botol itu.


" pergilah bodoh ! " umpat Aaron kesal dengan meronta ronta untuk di lepaskan.


" aku melihatnya " ucap Aaron dengan mata yang sayu. " aku kira dirinya, ternyata mata bodohku ini telah salah melihatnya. " lirihnya dengan sebuah senyuman yang menurut Hans itu menjengkelkan.


semenjak kepergian Berlian, Aaron melampiaskan dengan kesendiriannya. tapi kali ini ia telah melampaui batasannya. pun ia bekerja kini seorang diri tanpa teman seperjuangannya membuat bebannya berkali kali lipat.


ya sejak kejadian itu Rao benar benar memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka.


bahkan bocah itu pun telah menikah !


ck, miris sekali hatinya. ingin sekali dirinya menikah tapi ia tak ingin menyakiti Aaron. ia ingin Aaron menemukan kebahagiaannya lagi.


ia harap Aaron segera menemukan sosok pengganti Berlian. ia sangat berharap segera datangnya sosok itu untuk menyembuhkan luka di hati Aaron.


******

__ADS_1


" katakan ! " Mark masih membutuhkan penjelasan dari Gustav. ia ingin tahu dengan apa yang terjadi.


" mereka belum tahu jika Berlian masih hidup Daddy. " ucap Gustav membuat dada Mark terasa sakit.


Mark memegang dadanya yang terasa sakit itu. Gustav yang ingin menolongnya di hentikan oleh tangan Mark yang memberi jarak antara mereka.


" apalagi. " Mark masih ingin tahu kelanjutannya. ia tetap harus tahu kebenarannya walaupun rasa sakit ini datang.


" waktu itu, aku dan Rean telah menemukan Berlian. dan kami menyembunyikan Berlian dari kalian. " pengakuan Gustav tapi ia tak ingin menceritakan bagian paling mengerikan di sepanjang hidupnya.


ia meremang saat pertama kali dirinya dan Rean melihat tubuh Berlian disana. sungguh hatinya begitu sakit dan terasa perih.


ia dapat melihat sendiri tubuh adiknya penuh dengan darah di dadanya. pun kulit putih itu berangsur dingin.


ia tak mau mengingatnya lagi. rasanya begitu sesak saat mengingatnya. ia hanya bisa mengingat andaikan saja Rean tidak meminta Berlian menyimpan sebuah benda di dalam saku celana miliknya, mungkin ia pun tak dapat menemukan Berlian.


ia benar benar ingin merubah kehidupan Berlian. kehidupan yang dulu begitu berbahaya untuk adiknya. bahkan tak sedikit orang yang iri terhadap dirinya.


ia ingin di kehidupan sekarang Berlian merasa tenang dengan keluarga barunya.


keluarga kecil yang melengkapi kebahagiaan hidup Berlian.


" Bellena Joa " ucap Gustav memanggil nama Berlian sekarang.


Gustav dan Rean telah merencanakan sedemikian mungkin. Rean yang mempunyai kekuasaan penuh di sebuah negara, mampu membuat identitas untuk Berlian. dan nama itu pun tersemat dalam berkas jati diri Berlian.

__ADS_1


bagi Mark ia tak peduli siapa nama putrinya sekarang, serta bagaimana wajah putrinya. yang ia inginkan hanya putrinya baik baik saja dan tak lepas lagi dalam genggamannya.


" Daddy pun punya cucu yang sangat tampan. " Gustav tersenyum dengan menampilkan giginya.


Mark yang mendengarnya begitu bahagia. ia pun ikut tersenyum bahagia. " siapa namanya ? " tanya Mark kian penasaran.


" Ray dan Elvis. " mata Mark begitu berbinar saat dirinya mendapatkan kedua cucu.


betapa ramai dikehidupan tua nya ini. ia memiliki cucu tambahan. setelah ia dapatkan dari Gustav dan Amey, ia pun mendapatkan dari Berlian.


" aku ingin bertemu dengan cucu cucuku. " Mark begitu antusias. ia melupakan bahwa dirinya masih berada di rumah sakit yang dimana anak anak tidak dapat masuk kedalamnya untuk berkunjung.


" jika ingin bertemu, maka segeralah Daddy sembuh. " ucap Gustav yang mendapatkan anggukan dari Mark.


Gustav senang ia dapat melihat kebahagiaan dari wajah Mark kembali. semoga saja kebahagiaan itu terus menghiasi wajah tua Daddynya.


dan semoga saja ia dapat menjaga kebahagiaan adiknya. menjaga keamanan serta kenyamanan adiknya.


ia berharap Rean dapat melindungi Berlian dengan dibawah usahanya.


haaaacchiiii,


Rean merasa hidungnya sangat gatal sehingga ia bersin begitu keras.


" apa Daddy flu ? " tanya Ray yang ikut terkejut dengan bersin Rean.

__ADS_1


Rean merasakan keanehan dalam dirinya. ia tak merasa sakit tapi hidungnya terasa sangat gatal.


apa ada yang membicarakanku ?


__ADS_2