Permata Hatiku

Permata Hatiku
Membuatnya Merespon


__ADS_3

Tiga bulan sudah Berlian tak kunjung sadarkan diri. tubuhnya seakan enggan untuk terbangun dalam mimpinya.


segala cara sudah mereka usahakan tapi Berlian seakan menolak. Amey dan Tasya pun dengan setia menemani Berlian. bahkan sesekali mereka menangis melihat kondisi Berlian.


Gustav berharap kedatangan Amey dan Tasya mampu membuat Berlian merespon kedatangan mereka.


Tasya dan Amey mengajaknya berbicara bahkan tak sedikit kenangan saat mereka jalani mereka bahas. entahlah putri tidur itu sedang berkelana kemana, sehingga tak pernah merespon setiap ucapan mereka.


aku lelah !


itu lah yang ada dalam benak Berlian. walaupun tubuhnya tak merespon, Berlian masih bisa mendengar apa yang mereka ucapkan.


saat mereka sudah tak tahu lagi apa yang harus mereka lakukan, Johan datang dengan beberapa perawat.


" lepas semua ! " perintah Johan


mereka semua membalakkan mata terkejut. semua perawat yang hendak melepas semua alat medis di tubuh Berlian terhenti saat suara menggelegar terdengar penuh ancaman.


" jangan kalian sentuh sedikitpun ! jika kalian ingin aku membunuh kalian saat ini juga ! " suara Aaron penuh dengan penekanan.


Amey dan Tasya menangis tak terbendung lagi. Gustav menarik pergelangan tangan Johan dengan penuh amarah.


" apa yang kau lakukan hah ! " ucap Gustav dengan lantang.

__ADS_1


Johan menepis cengkraman di tangannya " dia sudah tidak ingin hidup ! maka biarlah dia pergi ! " ucap Johan dengan menatap pada tubuh Berlian.


mereka semua memperhatikan tubuh renta Berlian. sosok wanita cantik itu ternyata sudah tidak menginginkan untuk kembali.


" aku sudah mengusahakan apa yang aku lakukan. tapi wanita itu tidak ingin hidup lagi ! jadi kalian buang buang waktu dan tenaga kalian ! " ucap Johan dengan ketus.


" kak ... " panggil Amey dengan penuh air mata.


bagaimana bisa kakaknya ingin meninggalkan dirinya begitu Saja. apa Berlian tidak menyayangi dirinya. apa ia sudah tak menginginkan dirinya.


" Berlian bangun bodoh ! " teriak Tasya dengan penuh kesedihan.


Aaron yang tak mengerti jalan fikiran Berlian kini beranjak mendekati Berlian.


di tatapnya wajah Berlian dengan sebuah senyuman mengejek.


mereka melihat apa yang Aaron lakukan. ada sedikit pertanyaan dalam diri mereka apa yang ia lakukan.


" apa kau mengenali suaraku ini ? " Aaron terkekeh kecil.


dengan sengaja bibirnya menyentuh pipi Berlian. " kau pasti mengenalku bukan ? "


Berlian yang sedang berada di alam bawah sadarnya, samar samar mendengar suara pria yang pernah ia dengar.

__ADS_1


deg, jantung Berlian berdetak lebih cepat. dan mereka mengetahui itu saat melihat di dalam alat pendeteksi jantungnya.


Aaron merasa Berlian merespon ucapan darinya, semakin tersenyum.


" ternyata kau merespon ucapanku ! " dengan sedikit tertawa meledeknya.


" aku pernah mencuri ciuman darimu dan kau ingin membunuhku bukan ? tapi sekarang lihatlah aku bisa menciummu beberapa kali dan kau tidak bisa membunuhku ! "


Aaron mulai mengecup kening Berlian, ia turunkan ciuman lembut pada telinga Berlian. Berlian yang merasakan terusik dengan dirinya, menjadi geram dan ingin berusaha memaki dirinya.


beraninya dia menyentuhku ! dasar b******k !


" apa kau merasakannya ? aku akan melanjutkan lebih dari ini, setelah itu aku akan mencoba mencicipi tubuh adikmu itu ! "


kau ! akan ku hajar kau jika kau berani !


Berlian berusaha untuk bergerak. ingin rasanya menarik rambut pria tak bermoral itu membuat rambut miliknya rontok tak berbentuk.


" kaaakkkaaaakkk ! " jerit Amey saat Aaron menyuruh Rao untuk membuat Amey sedikit ketakutan.


Rao baru hanya menggenggam tangan Amey dan wanita itu sudah melengking tinggi. tapi tunggu Berlian mulai menggerakkan jarinya.


semua mata memandang pada respon Berlian. dan itu membuat Aaron makin ingin mengerjai dirinya.

__ADS_1


" kau dengar itu, baru aku suruh anak buahku menyentuhnya dia sudah seperti itu ! bagaimana jika aku suruh anak buahku mengajaknya bercinta apa yang akan dia lakukan ? " ledek Aaron.


" aku yang akan membunuh mereka semua ! "


__ADS_2