
selama beberapa hari mood ku anjlok luar biasa, luar daalam dan luar daerah.
maafkan maafkan dan maafkan mereka yang biki mood ku anjlok termasuk susu coklatku yang astaga siapa yang abisin tiba tiba.
baru nyeduh udah ludes di minum bocah....
siiiippp anakku mantulita melengkapi hari ke tidak baikanku.
______________________________
mendengar tentang sebuah tragedi yang menimpa putranya, membuat Aaron mempercepat keberangkatan untuk menemui mereka.
tidak sulit untuk Aaron pergi secepatnya, karena semua kebutuhan untuk keberangkatan dirinya sudah Hans siapkan. mulai dari visa, pasport bahkan pilot yang siap menerbangkan mereka kapanpun dengan pesawat pribadi milik Aaron.
malam itu juga mereka mengudara setelah Aaron selesai dengan proyek yang ia kerjakan. dirinya seakan tidak pernah ada rasa lelah dan letih langsung begitu saja berangkat saat mendapatkan sebuah laporan dari anak buahnya.
tunggu aku. Aaron menggenggam erat kedua tangannya menjadi satu..
ia sungguh berharap bahwa mereka akan baik baik saja.
**************
Pada dasarnya ular berbisa di Negara I hanya terdiri dari 2 Famili, yaitu Famili Elaphidae dan Famili Viperidae. Dalam masing-masing Famili ular tersebut memiliki ciri bisa yang berbeda satu dengan yang lainnya, karena pada dasarnya Famili Elaphidae memiliki jenis bisa Neurotoxin dan Famili Viperidae memiliki jenis bisa Hemotoxin.
Korban akibat patukan ular dari Famili Elapidae mati karena terjadinya kelumpuhan saraf pada pusat pernafasan. Sedangkan korban akibat terpatuk ular berbisa Famili Viperidae mati karena mengalami kerusakan pada sel-sel darah merahnya.
maka dari itu, mereka semua bergegas pergi ke sebuah klinik guna untuk menolong Rao yang telah terpatuk oleh se ekor ular. niat untuk menolong Ray dengan sebilah kayu, ternyata membuat ular tersebut mengganas dan ingin menyerang Ray. beruntung Rao cepat menyadarinya sehingga dirinya lah yang terkena patukan ular tersebut di lengan kanannya dan tidak mengenai Ray.
dengan melakukan sebuah tindakan kecil untuk menghentikan pembekuan darah pada diri Rao, dokter memberikan suntikan antivenom pada dirinya. dan juga Rao harus melakukan rawat inap guna untuk melihat perkembangan selanjutnya.
awal yang Rao rasakan saat racun ular mulai menjalar dalam peredaran darahnya, yaitu pusing dan juga mual. bahkan dirinya pun merasakan sakit pada bekas patukan ular tersebut.
dan beruntung dirinya telah lolos dari masa kritisnya dan kini tinggallah masa pemulihan untuk dirinya.
" apa kau baik baik saja ? " Amey duduk setia di sisi ranjang Rao memperhatikan wajah pucat pasih milik Rao.
__ADS_1
" aku sudah tidak apa apa " jawab Rao dengan menggenggam tangan Amey. Rao yakin Amey akan tenang dengan dirinya menggenggam tangannya karena sedari tadi Rao melihat Amey sungguh ketakutan yang luar biasa.
wanita yang bersandang istrinya itu memang sungguh mudah takut dan juga cemas. apalagi ini mengenai dirinya atau orang orang di sekitarnya.
" apa kau baik baik saja ? " pertanyaan yang terulang di dengar oleh Rao tapi kali ini yang mengucapkan adalah Berlian yang baru saja tiba sehingga membuat Amey dan juga Rao tertawa kecil.
adik dan kakak ini benar benar sehati, bahkan dalam ucapannya pun juga sama.
" apa yang kalian tertawakan ? " tanya Berlian saat dirinya melihat Rao dan juga Amey tertawa kecil.
mereka yang di tanya hanya tersenyum dan tidak menjawab Berlian membuat Berlian mengangkat alisnya tak mengerti.
sudahlah Berlian tidak ingin memikirkannya yang jelas saat ini ia dapat melihat adiknya tidak lagi sedih dan juga takut. semua itu sudah cukup.
Berlian pun menaruh sebuah paper bag di atas nakas dan mengeluarkan beberapa buah, makanan ringan serta minuman untuk mereka jika mereka merasakan lapar nantinya.
" kau tidak apa jika aku tinggalkan ? " tanya Berlian pada adiknya. pasalnya Berlian harus pulang untuk menjaga kedua putra Berlian dan juga putri Amey. walaupun mereka ada yang menjaganya, tetap saja hati Berlian tidak tenang.
Amey mengangguk bahwa dirinya yakin untuk tinggal disini dan ia juga menyetujui jika kakaknya lah yang pulang untuk melihat keadaan anak anak.
setelah berpamitan dengan adik dan juga adik iparnya, Berlian pun pulang menuju apartemen miliknya. pun tubuhnya begitu letih setelah mengurus keperluan semuanya. bahkan kejadian ini membuatnya harus lebih berhati hati menjaga anak anak dalam bermain. jangan sampai kejadian hari ini terulang lagi.
Berlian tidak menginginkannya. tidak akan pernah mengingikan ini terjadi.
" apa Nona lelah, jika lelah tidurlah Nona. " kata sang supir yang tengah memperhatikan Berlian beberapa kali menahan kantuknya lewat spion tengah mobil.
" tidak, aku akan tetap terjaga " kata Berlian walaupun ia sungguh merasakan kantuk yang luar biasa. tapi ia tetap tidak ingin tidur begitu saja di mobil. ia harus segera sampai dan juga melihat keadaan anak anak.
setelah menempuh jarak yang cukup melelahkan, kini Berlian telah sampai pada apartemen miliknya. disana ia pun bergegas untuk melihat keadaan mereka karena ia sungguh ingin mengetahui keadaan mereka. baginya keadaan mereka adalah hal yang terpenting yang harus ia utamakan.
tetapi saat dirinya tengah ingin memasuki kamar anak anak, dirinya melihat Mark sedang duduk di kursi rodanya dengan menggenggam sebuah buku cerita.
buku cerita itu ia gunakan untuk menceritakan sebuah kisah pengantar tidur untuk cucu cucunya. dan kini setelah kurang lebih selama sepuluh menit Mark bercerita, mereka pun akhirnya tertidur.
sungguh Berlian merasa tenang dengan adanya daddynya tersebut.
__ADS_1
Berlian berjalan mendekati Mark dan memeluknya dari belakang.
" apa kau lelah ? " tanya Mark dengan mengecup tangan kanan Berlian dan tersenyum.
" sekarang sudah tidak. " jawab Berllian dengan sangat manja pada daddynya.
" terimakasih " ucap Berlian kembali
Mark sungguh menginginkan suasana seperti ini. di keliligi oleh anak anaknya dan juga cucu cucunya. mebacakan cerita dan membuat tertawa mereka adalah hal yang Mark inginkan. dan itu terjadi saat ini.
" aku sungguh menginginkannya " ya, karena Mark sungguh menikmati perannya sebagai kakek untuk mereka.
" baiklah sekarang saatnya daddy beristirahat. " ucap Berlian dengan tersenyum dan mendorong kursi Roda mark menuju tempatnya.
baru beberapa langkah Berlian mendorong kursi roda milik Mark, kini ia harus terhenti dengan Mark mengangkat tangannya menandakan jika dirinya harus berhenti.
" biarkan mereka yang mengantarku. Kau tidurlah sayang " ucap Mark.
Mark mengetahui jika putrinya benar benar lelah jadi ia memilih di antar oleh beberapa penjaga dari pada harus mengganggu istirahat putrinya.
" tapi dad ..... " ucapan Berlian terpotong oleh Mark.
" menurutlah sayang " permintaan Mark dan mau tidak mau Berlian mengangguk patuh.
sebelum pergi, Mark mengecup kening Berlian dengan penuh kasih antara ayah dan anaknya. begitu juga Berlian dirinya memeluk tubuh yang mulai renta itu dengan cukup eratnya.
sungguh ayah yang luar biasa fikir Berlian.
" ingat kau harus segera beristirahat " ucap Mark kembali dan Berlian kembali patuh..
kini dapat Berlian saksikan bagaimana tubuh rentah itu yang mulai menjauh dengan kursi rodanya yang di dorong oleh salah satu penjaga milik mereka.
lelaki hebat, lelaki yang selalu merindukan dirinya.
dia adalah daddynya. daddy yang benar benar Berlian harapkan disaat dirinya tidak ada tempat bersandar.
__ADS_1