
ini tidak mungkin !
semuanya nampak terasa sama.
bagaimana bisa dua wanita yang terlihat mirip mempunyai kesamaan. sungguh mustahil bagi Aaron.
Aaron menyatukan kedua tangannya untuk meraup wajahnya. pun ******* panjang terdengar begitu lantang di telinga Hans.
" apa kau berfikir sama tentang apa yang aku fikirkan Hans ? " yang ditanya hanya terdiam dan tak mengerti.
apa yang harus ia fikirkan karena sedari tadi Aaron hanya mendesah dan duduk terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
sebuah ide brilian muncul begitu saja di otak cerdasnya. sebuah senyuman muncul di wajahnya membuat Hans tertegun.
karena jika Aaron menampakkan senyuman itu, maka disitu pula akan ada siasat besar yang terjadi.
" akhir pekan buatkan aku sebuah pesta. dan undanglah semua rekan kita." ucap Aaron.
pesta adalah hal yang jarang terjadi dilakukan. tapi kali ini Aaron menginginkan sebuah pesta setelah pesta terakhirnya mengadakan kejutan untuk wanitanya.
" jangan lupa, kau undang mertua ku dan tuan Brice kedalamnya. " Aaron pun berdiri setelah mengeluarkan semua isi otaknya.
ia berharap semua seperti rencananya. dan berjalan seperti keinginannya. memancing ikan haruslah memakai umpan itulah fikirnya.
*********
Rean masih tertegun dengan undangan yang tiba tiba menepi pada dirinya. ia tidak mengerti sejauh ini ia merasa bahwa dirinya tidak bermitra dengan Aaron ataupun menjadi kerabat dekat Aaron.
__ADS_1
sungguh aneh jika Aaron dengan tangan terbukanya mengundang ia untuk Datang ke pestanya.
" apa yang akan kau rencanakan kali ini. " kata Rean di dalam hatinya dengan mata tak lepas dari gambaran ketiga sosok yang sedang bersenda gurau di depannya.
Rean tersenyum terenyuh menatap ketiganya. ada rasa tak rela jika ia harus kehilangan mereka. baginya Walaupun tak ada cinta di hati Berlian, asal memiliki mereka semua menjadi hal yang terindah untuknya.
" akan ku tunjukkan jika mereka adalah milikku. " Rean mengukuhkan hatinya bahwa dirinya tidak akan pernah melepaskan mereka dalam genggamannya.
" apa yang kau fikirkan ? " Rean menatap tubuh itu yang perlahan mendekat ke arahnya.
seakan adanya sebuah dorongan, membuat tangan jahilnya meraih pinggang Berlian. Berlian memukul tangan Rean saat merasa Rean ingin memeluk dirinya.
" jangan bodoh ! " peringatan Berlian membuat Rean terkekeh. dari dulu Berlian sangat sulit untuk ia peluk bahkan untuk di ajak tidur berdua pun itu adalah hal yang mustahil.
" aku memeluk istriku apa itu adalah kesalahan ? " ucap Rean menggoda Berlian. Rean tahu pertanyaan itu membuat Berlian mendesis tak suka. pasalnya ide gila yang dibuat Rean tentang pernikahan membuat Berlian sedikit tidak nyaman karena itu tidak di dasar kan antara kesepakatan bersama antara dirinya dan juga hatinya.
***pernikahan.
apa ia tidak ingin menikah dengan wanita lain*** ?
" aku sudah menikah untuk apa harus menikah lagi ? " Berlian makin frustasi dengan keras kepalanya Rean. Rean seakan tidak ingin keluar dari lingkaran ini dan tetap memilih bersama mereka.
lagi dan lagi selalu kata sudah menikah yang keluar dari mulut Rean. ia tidak mengerti jalan fikiran Rean yang rela menemani kehidupan mereka bahkan selalu melindungi mereka.
kau tidak harus terjebak bersama kami !
kau punya hati yang harus kau bahagiakan.
__ADS_1
" jangan membahas ini lagi. " Rean beranjak meninggalkan Berlian dengan menghampiri Elvis dan Ray. beginilah cara ia menghindar dari setiap cecaran Berlian.
Rean melihat keduanya nampak sangat antusias dengan video games mereka. dengan usilnya Rean duduk di antara mereka dan tv sehingga nampak layar itu tertutup oleh badan kekar Rean.
" Daddy, jangan menghalangi. " ucap Ray dengan mencari celah antara tubuh Rean agar bisa melihat tv dan melanjutkan permainannya.
" ayolah daddy ! " Elvis mendorong dorong kecil dengan tangan yang sibuk menekan nekan stik kontrol yang ada di tangannya.
" ayolah bermain dengan Daddy. " Rean dengan sengaja terus menghalangi keduanya membuat keduanya kesal.
" tidak, jangan ganggu kami ! " mereka berdua menolak dan lebih memilih melanjutkan permainannya.
blam ...
Rean mencabut kabel membuat tv itu meredup dan keduanya kesal. rengekan kecil mulai terlihat di wajah keduanya membuat Rean tertawa.
" daadddyyy ! " teriak keduanya dengan tangisan kecil menyertai mereka.
setelah puas mengerjai keduanya, Rean berlari meninggalkan mereka agar tidak mendapatkan amukan dari sang betina.
melarikan diri adalah hal yang baik jika ingin hidupmu lebih lama.
dan benar saja. tak lama suara begitu melengking terdengar di telinganya membuat ia harus menutupi kupingnya.
" Reeaaaann ! "
Rean tersenyum bahagia karena inilah yang ia harapkan. keramaian serta kehangatan ini tidak akan pernah ia berikan pada siapapun atau ia kembalikan pada siapapun.
__ADS_1
karena dunia ini adalah miliknya dan akan selamanya selalu menjadi miliknya.