Permata Hatiku

Permata Hatiku
Ruangan Hampa


__ADS_3

" makan sayuran yang banyak biar cepat besar ya " ucap Rean tengah menuangkan beberapa sayuran ke dalam piring Berlian.


mereka kini sedang menyantap makan malam. suara dentingan sendok dan garpu yang menyentuh piring terdengar beriringan.


Berlian mengedipkan matanya tak kala melihat begitu banyak sayuran yang di isi Rean dalam piringnya.


" apa kau fikir aku itu J ! " Rean terkekeh melihat itu. Berlian mulai menyendok kan sayuran itu dan disuapinya lah Rean dengan paksa.


" makan lah. makan karena kau sama seperti J yang hobby makan rumput. " suapan demi suapan Berlian masukkan dalam mulut besar Rean.


bagi Rean disuapi oleh Berlian adalah salah satu yang ia inginkan. dengan mengunyah, Rean terus memandang wajah cantik Berlian.


mereka semua menatap kejadian itu, bahkan Diordan pun memperhatikan itu. sendok yang ia gunakan itu ditekannya sehingga sendok itupun berbengkok.


" wow, kalian serasi. " ucap Amey dengan menggoda Berlian serta Rean.


Berlian berhenti menyuapi Rean dan menoleh pada semua orang yang telah memperhatikannya. Rean masih sibuk dengan pandangan wanita dihadapannya itu.


*


*


*


*


kini setelah makan mereka semua duduk diruang tamu. Rean merangkul Berlian tapi Berlian terus menerus menyingkir tangannya itu.

__ADS_1


pria ini tidak henti hentinya seperti lalat. guman Berlian dengan rasa kesalnya dan menjauh dari Rean.


Amey merangkul Rean bagi Amey, Rean seperti kakaknya. di acaknya rambut Amey dengan gemas. " doakan aku supaya kakakmu mau menikah denganku " bisik Rean dengan mengedipkan sebelah mata kearah Berlian.


Berlian melototkan kedua matanya tajam ke arah Rean. Amey melihat keduanya dan tersenyum. " kau ingin menikah dengan kakakku ? apa yang akan kau berikan padaku ? " penawaran kini terjadi antara Amey dan Rean.


Rean mencubit gemas pipi itu membuat Amey mengeluh sakit dan mengusap pipinya. " apapun yang kau mau aku berikan. bahkan jika kau ingin berbulan madu dengan kapal pesiar milikku dengan Arnold pun aku berikan. " goda Rean.


mendengar nama Arnold di sebutkan, Amey menggidikkan bahunya.


" bisa kita mulai ? " Frans membuka percakapan.


mereka semua memperhatikan Frans dan mulai mendengarkan apa yang akan disampaikan.


" apa kau ingin menyampaikan sesuatu ? " tanya Frans pada Diordan.


" aku. " dia menatap semua dan menatap Berlian dengan tatapan rindu. kini tatapan itu beralih pada gadis yang tak jauh berdiri di belakang Berlian dengan menundukkan wajahnya.


" aku akan menikahi Ruby. " ucap Diordan yang membuat semua terkejut hebat. semua menatap Ruby dengan heran. tapi Berlian masih diam dan menatap Diordan dengan dinginnya.


Frans pun hanya diam karena sebelum mereka mengetahui itu, dia yang terlebih dahulu tahu kejadian ini.


***FLASHBACK ON***


Ruby datang kedalam ruangannya memberanikan diri. Frans yang melihat Ruby datang dengan terus menunduk serta menautkan kedua tangannya, membuat Frans berjinjit heran.


" ada apa ? " tanya Frans yang tetap melanjutkan dalam kerjaannya.

__ADS_1


" pah, " ucap Ruby dengan sedikit tercekat di tenggorokan nya.


" A - aku hamil ! "


deg, Frans terkejut bukan main. di tatapnya wajah sang putri. kini amarah di dalam dirinya mulai menggebu.


Frans berjalan menghampiri Ruby dan sebuah tamparan ia layangkan pada pipi putih milik Ruby.


" katakan siapa yang berani menghamilimu ? " tanya Frans dengan mencekik leher Ruby.


Ruby takut, air matanya mengalir. sesak yang ia rasakan " kak Dio pah. Diordan " ucap Ruby dengan susah menahan sesak.


Frans melempar Ruby ke sofa. seperti aliran listrik yang menyengat, Frans sungguh terkejut. dilempar nya semua barang yang ada dihadapannya.


Ruby menjerit menangis menyaksikan amarah dari Frans.


**** FLASHBACK OFF ****


" Mereka akan menikah pekan depan. karena Ruby kini telah mengandung anak dari Diordan " ucap Frans.


makin dibuat terkejut mereka akan deklarasi Frans. kini Amey dan sang ibu menatap jijik pada Ruby.


" ternyata buah tak jauh dari pohonnya. sama sama menggoda " cibir ibu Amey.


" apa kau tidak tahu malu kah ? calon suami kakakmu kau makan juga ? " kini Amey memojokkan Ruby. di tatapnya dari atas sampai ujung kaki Ruby.


" Mey " Berlian masih dengan wajah datarnya. Amey yang ditegurnya kini hanya terdiam.

__ADS_1


Rean menarik tangan Berlian pergi dalam ruangan itu. karena Rean tahu suasana itu tidak baik untuk hati dan fikiran Berlian.


__ADS_2