Permata Hatiku

Permata Hatiku
Jepit Rambut ?


__ADS_3

" kau - kau mengusirku ! " dentingan keras garpu dan pisau tedengar nyaring saat vanilla menaruh kasar di atas piringnya.


vanilla merasa terkejut saat Aaron mengusirnya bukan mengusir Amey si wanita yang menyebalkan. pun ia akan dengan sangat bahagia jika Aaron mengusir Berlian beserta keluarganya.


" aku tidak ingin pergi ! " vanilla tetap mempertahankan daerah kekuasaannya.


ia tidak ingin jika dirinya pergi, menjadi titik celah untuk Aaron dan Berlian bersatu. tidak, memikirkannya saja vanilla tidak mau dan jangan sampai itu terjadi.


" kita habiskan dahulu, nanti itu bisa dibicarakan lagi. " Mark meminta semua tenang seperti sedia kala.


mau tidak mau semua mengikuti ucapan Mark untuk makan dengan tenang.


setelah mereka menyantap hidangan milik mereka, Aaron kembali mempertanyakan perihal kepulangan vanilla.


" aku tidak akan pergi ! kau jangan memaksaku. apa mereka yang menghasutmu untuk aku pergi ? " vanilla mulai menyalahkan orang lain.


" tidak ada yang menghasutku, aku yang ingin kau pergi dari sini ! " ucap Aaron membuat vanilla tak suka.


" biasanya juga aku tinggal disini sampai wanita wanitamu itu pergi ! jadi aku akan tetap disini sampai kau mulai bosan dengan wanita wanita itu ! " vanilla yakin Aaron akan cepat meninggalkan Berlian.


" jangan kau samakan istriku dengan wanita wanita jalang itu ! ia berbeda dengan yang lainnya ! " Aaron mulai tersulut emosi saat vanilla menyamakan Berlian dengan masa lalunya.


" kenapa ? dia itu sama jalangnua dengan wanita sebelumnya ! jika bukan karena ia menyerahkan tubuhnya padamu kau tidak akan mau dengan wanita cacat seperti dirinya ! " ucap vanilla dengan sinisnya.


Aaron mengepalkan tangannya kuat hingga nampak buku buku tangannya terlihat.


" jika bukan karena orang tuamu mengenal mendiang orang tuaku, saat ini juga aku akan mengulitimu ! " ucap Aaron dengan menggertakkan giginya menahan kesal.


" a apa maksudmu ! " vanilla melihat ada kemarahan dalam diri Aaron yang belum pernah ia lihat.


dadanya gemuruh hebat merasakan aura yang pekat. nafasnya mulai tercekat saat mata itu menatapnya dengan menusuk.


" besok pagi, aku ingin kau pergi dari sini dan pulang ke rumahmu ! " ucap Aaron sebelum pergi meninggalkan vanilla sendiri.


vanilla tidak terima Aaron menyuruhnya pergi. ia yakin pasti Berlian lah yang sudah menghasut Aaron untuk pergi.

__ADS_1


" aku akan membalas apa yang kau perbuat ! " ucap vanilla dengan penuh kebencian.


***********


srek


srek


srek


sudah berapa banyak kertas yang Berlian buang begitu saja sehingga membuat seisi ruangan penuh dengan gumpalan gumpalan kertas.


ia ingin mencoba membuat hal yang ia lakukan dulu. ia ingin mencoba mendesign sebuah perhiasan. bukan, bukan perhiasan tapi lebih pada jepit dasi untuk Aaron.


tunggu, sejak kapan ia ingin membuat untuk Aaron ?


***kenapa sulit sekali !


apa ia akan suka dengan yang ku beri*** ?


Berlian terkejut sehingga membuat pensilnya terjatuh.


dug,


aaawwwwww sebuah ringisan keluar dari mulut Berlian saat kepalanya terbentur meja hendak mengambil pensilnya.


Aaron yang melihat Berlian terbentur langsung meraih kepalanya dan meniup kepala Berlian.


" sakit ? " tanya Aaron yang terus meniup kepala Berlian


Berlian menjawab dengan anggukan kepalanya membenarkan akan sakitnya.


" kita ke rumah sakit ! " ucap Aaron yang khawatir akan rasa sakit Berlian.


" apa kau tidak waras ? aku tidak parah ok ! " jawab Berlian saat dirinya hendak di angkat Aaron untuk pergi.

__ADS_1


" aku takut kau akan luka dalam nantinya ! " jawaban Aaron membuat Berlian berdecak kesal.


" ini tidak akan separah itu ! " ucap Berlian dengan kesalnya.


Aaron mulai diam dan tak lagi mempermasalahkan sakit pada kepalanya Berlian. tapi kini matanya menelusuri seisi ruangan yang penuh akan kertas berserakan.


" apa sudah terjadi badai disini ? " matanya masih menelisik ruangan itu.


diraihnya salah satu kertas yang tergumpal dilantai, ia mulai membuka dan melihat isi dari kertas.


" kau yang membuatnya ? " ucap Aaron dengan tak memindahkan matanya akan isi kertas yang ia lihat.


" hemm " jawab Berlian yang kembali fokus akan kertas dan pensilnya.


" ini sungguh cantik, apa kau akan membuat jepit rambut ? " tanya Aaron.


jepit rambut ?


apa pria ini tidak pernah melihat jepit dasi ?


Berlian menatap kesal pada Aaron sehingga membuat Aaron kembali menatapnya dengan heran.


" kenapa ? " tanya Aaron tanpa ada rasa berdosa.


" kau membuat moodku terjun bebas ! "


________


...selamat menjalankan ibadah puasa yang guys bagi yang menjalankannya....


...jangan lupa tetap semangat....


...yang suka jangan lupa like ya ...


...🥰...

__ADS_1


__ADS_2