
" apa kau baik baik saja ? "Aaon meletakkan segelas susu hangat di atas nakas di dekat pembaringan Berlian.
seperti tidak terjadi sesuatu pada dirinya, Aaron bergerak tak ada beban. bahkan nampak raut wajah itu terlihat lebih segar dari sebelumnya yang Berlian tangkap.
" apa kau membutuhkan sesuatu ? " tanya Aaron seketika membuat Berlian menatap matanya dan dengan cepat dirinya menggelengkan kepalanya tanda bahwa dirinya tidak menginginkan sesuatu.
suara kursi di tarik mendekat di samping ranjangnya terdengar di tengah kesunyian antara Berlian dan juga Aaron.
tangan kanan Aaron menggapai sebuah mangkuk berisikan soup dengan terlihat kepulan uap panas di atasnya.
" kau makanlah, setelah itu anak anak akan menemuimu. " Aaron fokus mengaduk soup dengan sendok agar soup itu berkurang dari kadar panasnya.
Mendengar kata anak anak, seketika otak Berlian membuyar dan menatap kembali Pria yang sedang asik dengan mengaduk sup.
apa ia baik baik saja ?
Bagaimana dengan,,,
" Rean .... " satu kata diluar kesadaran Berlian, mampu menghentikan gerakan tangan Aaron.
Pria itu benar benar harus segera disingkirkan !. Guman Aaron dalam hatinya.
inhale.... exhale ....
begitu berulang kali Aaron lakukan agar ia tidak merasakan hatinya yang sakit. Aaron tidak ingin mengungkit masa lalu, yang ia inginkan sekarang hanyalah Berlian ada di sisinya. biarlah nanti ia fikirkan cara membuat Rean tidak ada lagi dalam kehidupan mereka. bukan hanya Rean, tapi ia harus meluluhkan hati Mark agar nanti Gustav tidak membawa pergi Berlianya kembali.
dengan adanya persetujuan Mark, maka Gustav tidak akan bisa bergerak macam macam pada dirinya, bahkan Gustav tidak akan membawa Berliannya pergi dari hidupnya.
__ADS_1
Ya seperti itu, begitulah cara Aaron berfikir.
" Makanlah " Aaron menyodorkan Sendok yang beri sup itu di depan mulut Berlian.
Berlian terdiam kembali, ia kini tidak mengerti jalan pemikiran pria yang ada dihadapannya. pria ini masih diam dan tidak bereaksi seperti biasanya.
" buka mulutmu ! " ini seperti perintah yang tidak bisa Berlian tolak. akhirnya wanita itupun membuka mulutnya menerima sesuap demi sesuap sup yang masuk memenuhi mulutnya.
" Mereka berdua tidur begitu pulas kemarin " Aaron menceritakan pada Berlian bahwa kedua putranya aman dan nyaman disini.
tidak, Berlian tidak tertarik. ia masih memikirkan cara pergi dengan kedua putranya dan menjauh sejauh mungkin dari Aaron dan semuanya.
dengan diamnya Berlian, Aaron pun mengerti bahwa Berlian tidaak menginginkan dirinya. tapi Aaron tetaplah Aaron, ia akan membuat Berlian tidak bisa pergi dari kehidupannya.
kau tidak akanku biarkan pergi lagi dariku !
" Mommy, apa kau baik baik saja ? " Tanya Ray pada Berlian.
Berlian tersenyum melihat putranya yang kini ada di hadapannya. tangan lemahnya kini menjulur ingin mengusap lembut kepala Ray yang tengah duduk di sampingnya.
" mommymu akan baik baik saja. " Jawab Aaron yang masih setia menunggu Berlian di ruangan itu dengan duduk memangku laptop. bahkan Aaron pun membawa pekerjaannya tak ingin meninggalkan Berlian barang sedikitpun.
Ray yang mendengar jawaban Aaron hanya menoleh padanya sekilas dan kembali menatap wajah pucat sang mommy.
" jangan sakit lagi, aku tak suka ! ' anak kecil itu merajuk dan membuat Berlian terkekeh gemas.
Bahkan putraku jauh lebih menggemaskan dari apapun.
__ADS_1
tak lama matanya pun menangkap sosok Elvis yang berdiri di ambang pintu, karena Elvis tak berani masuk. Ia telah lama menunggu disana, hanya matanya terus saja memperhatikan Berlian dan juga Ray yang sedang bercengkrama. saat mata Berlian menatapnya, Elvis menunduk ia takut dengan suara kecil menangis. mata Berlin menangkap bahawa dirinya tengah menangis.
" El... " panggil Berlian dengan suara yang kecil dan lemah. Berlian pun sama dengan Elvis, ia menangis menatap putranya yang satu itu.
sungguh anak yang malang.
Elvispun kemudian bergerak melangkah dengan cepat dan langsung menubruk serta memeluk erat Berlian. disana Elvis menumpahkan semua air matanya.
" Hiks hiks, mommy mom mommy. " guman kecil Elvis di sela tangisannya. bahkan tangisannya itu menular pada yang lainnya. mereka pun ikut menangis tersenduh, sementara Aaron hanya menatap hangat pada ketiganya.
" jangan tinggalkan mommy lagi " Elvis mengangguk di dalam pelukan Berlian. sesekali kepala kecil itu Berlian belai dan Berlian kecup. ia merindukan putranya, sangat merindukan putranya.
" tidak akan mommy, aku tidak akan meninggalkan mommy. " ucap Elvis dengan merenggangkan pelukannya kemudian menatap wajah Berlian.
" janji, jangan tinggalkan mommy lagi. " Berlian menangkup kedua pipi Elvis dan Elvis mengangguk patuh.
" aku tidak akan meninggalkan mommy dan daddy." janji Elvis dengan masih menangis kecil.
" tidak akan lagi "
Taak,
mereka semua menoleh ke asal suara itu terdengar. dan suara itu tepat ada pada diri Aaron yang tengah menaruh laptopnya di atas meja dengan keras sehingga menimbulkan suara di antaranya.
tanpa kata Aaron pun pergi meninggalkan mereka dengan berjalan menatap lurus tanpa melihat ke arah mereka, sehingga membuat mereka terdiam dan saling bertanya dengan bahasa tubuh mereka masing masing.
Kalian tidak akan ku biarkan pergi, tidak akan !
__ADS_1