Permata Hatiku

Permata Hatiku
Diordan Menggila


__ADS_3

" apa kau ingin jadi gelandangan ? " cibir Berlian dengan menepuk nepuk keningnya.


" apa kau sudah mulai mencintai ku ? " tanya Aaron dengan sebuah senyum menggoda.


Berlian sungguh benar benar kehilangan kata kata menghadapi pria satu ini. begitupun dengan Amey, ia hanya bisa menelan salivanya dengan susah.


apa yang di fikirkan Aaron sungguh membuat sesak. tidak ada yang tahu tujuan dan maksudnya. benar benar pria yang sulit di tebak.


*********


di negara yang berbeda, Diordan menjadi pria tanpa harapan. setiap hari yang ia lakukan hanya mencari ketenangan di sebuah bar.


Diordan melampiaskan semua pada minuman yang membuatnya melupakan kepenatannya sejenak.


setiap mabuk yang ia sebut adalah nama Berlian. rasa cinta dan rindunya membuat ia merasa terpuruk.


andaikan waktu itu ia tidak melakukan kesalahan mungkin saat ini ia tengah berbahagia pada gadis pujaannya.


tapi angan tinggallah angan. kini yang ia jalani hanya masa suram penuh derita menahan rindu yang mendalam.


" tuan, anda sudah banyak minum. tolong hentikan ! "


Ragis merebut segelas minuman yang dipegang oleh Diordan dan meletakkannya kembali ke meja.


Diordan yang sudah mabuk terasa murka saat minumannya direbut oleh Ragis. ia menarik kemeja Ragis dengan kuat dan ditatapnya Ragis kala itu.


" kau tidak berhak ikut campur ! " ucap Diordan dengan suara lantangnya.

__ADS_1


Ragis yang melihat kondisi tuannya sungguh memprihatinkan hanya bisa mendesah pelan.


" jika kau ingin ia kembali bukan seperti ini tuan ! kau hanya bisa membuatmu semakin jauh darinya ! " Ragis pun menjadi kesal dengan tingkah tuannya.


" aku mengingkan dia ! aku ingin dirinya ! " Rancah Diordan dengan suara paraunya.


Ragis pun memapah tubuh Diordan untuk pergi dari bar itu. dirinya membawa Ragis ke mansion milik Diordan bukan ke apartemen Diordan.


karena di apartemen itu pasti ada sang nyonya muda yang makin membuat suasana menjadi kacau. dan Ragis ingin Diordan tenang dalam mansion miliknya.


mansion itu Diordan bangun untuk ia singgahi oleh Berlian dan dirinya. sampai detik ini pun Ruby tak mengetahui mansion milik Diordan. Ruby hanya diperbolehkan tinggal di apartemen miliknya dan itupun Diordan tak pernah berkunjung menemuinya.


hanya Ragis yang sering datang melihat kondisi Ruby. baginya setelah anak itu lahir hubungan keduanya sudah berakhir.


Berlian sosok yang Diordan inginkan. kelak ia akan menikahi wanita itu dan memintanya menyayangi anak yang ada dalam kandungan Ruby saat ini.


Berlian merebut kasih dan perhatian Diordan darinya. semua yang ia inginkan pasti selalu Berlian yang dapatkan tanpa Berlian harus berusaha seperti dirinya.


rasa iri ini benar benar membuat Ruby buta akan sosok kakaknya. yang ia mau Berlian sudah tidak ada dalam dunia ini. jadi apa yang ia inginkan tidak ada lagi Berlian yang menghalanginya.


*


*


*


*

__ADS_1


hari ini benar benar melelahkan bagi Ragis. semalaman suntuk ia tidak bisa meninggalkan tuannya.


Diordan benar benar menjadi buas saat mabuk. ia ingin menghancurkan seluruh mansion miliknya.


setelah berkali kali Ragis mencoba menenangkan Diordan tapi sungguh ia merasa kesulitan. hingga iapun mengikat kedua tangan dan kaki Diordan kala itu.


biarkanlah saat pagi Diordan akan mengamuk kembali. baginya saat ini keningnya sudah berdenyut sakit akibat tingkah Diordan.


orang mabuk sungguh menyusahkan !


saat sinar mentari yang sudah menyusup ke sela sela jendela kamar Diordan, ia terbangun akan silau sinar itu.


Diordan merasakan kepalanya terasa sangat pusing. saat hendak memijit keningnya, ia terkejut saat kedua tangannya terikat.


dengan susah payah ia mencoba membuka ikatan tangan tersebut. dan lagi ia harus terkejut karena kakinya pun ikut terikat.


" siapa yang berani melakukan ini padaku ! " teriak Diordan yang mengagetkan Ragis kala itu masih tertidur di sofa panjang miliknya.


Ragis mencoba mengumpulkan nyawanya untuk memahami kondisi saat ini.


" maafkan aku tuan aku terpaksa. " ucap Ragis dengan suara khas orang bangun tidur.


" beraninya kau ! " Diordan makin murka akan tangan kanannya itu.


" ya ya tuan. maafkan aku ! tolong simpan amarahmu itu dulu tuan, sungguh aku masih mengantuk ! " ucap Ragis dengan mencoba menahan rasa kantuknya.


Ragis akhirnya memilih berbaring dan tertidur kembali sehingga membuat Diordan kesal bukan main.

__ADS_1


" jangan kau tidur lagi ! cepat buka ikatan ini ! "


__ADS_2