Permata Hatiku

Permata Hatiku
Kamar Kita


__ADS_3

*j**angan pernah tanyakan tentang visual seperti apa*


bayangkan sendiri visual dengan imajinasi kalian. belum tentu visual imajinasi ku sama dengan visual imajinasi kalian.


karena biar dapet feel nya.


untuk masalah kapan update, aku gak bisa janji untuk selalu update tiap hari.


jika waktuku lagi luang aku akan update tapi jika aku lagi sibuk harap maklum.


aku hanyalah seorang yang selalu dipenuhi hilir mudik anak anak menganyam pendidikan.


melihat penuh warna diantara mereka membuat aku terpesona. ah sungguh luar biasa nikmat ini.


..........


Berlian masih merasakan dilema akan pernikahannya dengan Aaron.


Pria itu benar benar belum menempati ruang hati miliknya. apalagi ditambah rasa trauma yang kedua kali dirinya pernah ditinggalkan dan dicampakkan.


tapi permintaan sang Daddy tidak bisa ia tolak. baginya ini permintaan pertama Daddy nya dan itu sangatlah tidak mungkin ia tak menurutinya.


apa harus ia buat perjanjian pernikahan dengan Aaron ?


tidak sepertinya Aaron bukan pria seperti novel pada umumnya. pria arogan yang benci jadi cinta, tapi pria ini sudah benar benar mencintai Berlian dan bukan lagi pura pura membenci dirinya.


memikirkan itu membuat kepala Berlian berdenyut hebat. ditambah saat ini para pelayan sedang mengemas barang milik Berlian yang akan dibawa pindah oleh pemiliknya.


membayangkan satu atap saja sudah membuat bulu kuduk Berlian berdiri apalagi membayangkan jika dirinya harus satu kamar dengan Aaron.


apa yang harus ia lakukan dengan Aaron ?


" apa kau akan terus mengigit kukumu sampai habis ? " ucap Aaron yang berdiri memperhatikan Berlian mengigit kuku kukunya.


Aaron saat ini tahu bahwa Berlian sedang dalam keadaan dilema terbesarnya. tapi ia pura pura tidak peduli akan dilema itu.


yang ia mau saat ini Berlian sudah bisa ia bawa kedalam istananya menjadi ratu disana untuk berada disisinya.

__ADS_1


sungguh ego yang luar biasa itulah Aaron.


" a apa aku harus pulang bersamamu ? " pertanyaan ini seharusnya Berlian tahu jawabannya. karena pastilah seorang istri harus mengikuti langkah suaminya. dimana pun dan kapanpun.


terpaksa memiliki suami mungkin itu yang Berlian rasakan.


*


*


*


*


*


menjelang malam tiba, Berlian berpamitan dengan sang Daddy dan kakaknya untuk dibawa Aaron pulang.


dipeluknya erat sang Daddy seakan tidak ingin pergi dari mereka.


" besok Daddy dan kakakmu akan pergi menemuimu disana " ucap bijak Mark agar Berlian mau pergi mengikuti suaminya.


ditatapnya dalam wajah sang Daddy dan disitu pula Berlian menghela nafasnya serta mengangguk patuh.


" aku akan membawanya masuk ke dalam mobil " Aaron pun menunggu jawaban Mark.


setelah Mark mengangguk setuju barulah Aaron mengangkat tubuh Berlian masuk kedalam mobilnya.


Berlian masih menatap keluarganya seakan benar benar tidak ingin pergi.


Mark yang mengetahui kesedihan di wajah putri nya itu merasakan hal yang sama. sama sama tidak ingin membiarkan putrinya pergi dari dirinya.


tapi inilah saatnya Mark melepaskan Berlian yang dewasa untuk menikah dan mengikuti suaminya. suka tidak suka ia harus rela putrinya pergi meninggalkan dirinya.


" ingat satu hal ! jika kau menyakiti adikku, aku akan membuatmu tak bisa bernafas ! " peringatan Gustav berikan saat Aaron hendak masuk kedalam mobil menyusul Berlian.


" aku tidak akan membuatnya menderita sedikitpun berada di dekatku. " jawab Aaron setelahnya ia melepaskan cengkraman Gustav dan menyusul Berlian disana.

__ADS_1


mobil Aaron dan beberapa mobil anak buahnya Aaron pun meninggalkan mansion Mark.


di sanalah Mark mulai menitikkan air matanya merasa kehilangan putrinya.


maafkan aku Ayara !


maaf , aku mohon jangan membenciku !


aku melakukan ini demi putri kita !


Mark mengenang wajah cantik mantan istrinya. sungguh sangat cantik sama seperti Berlian. andaikan dulu ia tak membuat Ayara meninggalkan dirinya, saat ini mungkin keadaan tidak seperti ini.


setelah sampai di mansion milik Aaron, Berlian masih enggan untuk turun dari mobil.


Aaron yang melihat Berlian masih ragu untuk tinggal bersama dengan dirinya, dengan perlahan ia mengecup kening Berlian dan itu membuat sedikit hentakan pada bahu Aaron yang Berlian dorong karena terkejut.


" masuklah jika kau tak ingin mereka melihat yang lebih dari pada itu ! " ancaman Aaron itu membuat Berlian mengangguk cepat.


" bos benar benar sedang mabuk cinta ! " bisik Rao pada Hans yang melihat tuannya menopang tubuh Berlian masuk ke dalam mansionnya.


" diamlah jika kau tidak ingin tuan mendengarnya ! " jawab Hans memperingati sebelum dirinya menyusul sang tuan ke dalam.


" sama sama tidak bisa di ajak kompromi ! " guman kecil Rao.


Aaron membawa Berlian menaiki lantai dua karena disanalah letak kamar utama milik mereka.


Berlian benar benar gugup dengan kata kamar mereka. berarti mereka akan melakukan semuanya berdua disana.


" inilah kamar kita sayang ! " bisik Aaron membuat Berlian makin susah menelan salivanya.


ceklek,


pintu kamar terbuka saat Hans mempersilakan tuan dan nyonya nya masuk ke dalam kamar mereka.


Berlian sungguh terkejut bukan main saat melihat kamar Aaron itu. rahangnya pun benar benar jatuh dan matanya membulat sempurna menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat.


" i ini benar kamar milikmu ? " tunjuk Berlian pada seisi ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2