
Berlian terkesiap saat mendengar kata yang keluar dari mulut wanita itu.
" apa yang kau katakan ? " terdengar sebuah helaan nafas dari pekerja wanita itu.
" tidak nyonya, aku tidak mengatakan sesuatu. " kilah pekerja wanita membuat Berlian terdiam dan menatap datar padanya.
" jika kau ingin menanyakan mengapa tuanmu menikahi diriku, jangan kau tanyakan padaku tapi kau harus menanyakannya pada tuanmu itu. " jawab Berlian dengan nada penekanan.
sungguh luar biasa pekerja wanita ini, dirinya benar benar mengutarakan isi hatinya tanpa ada beban dan takut sedikitpun.
" sepertinya aku tidak perlu mengatakan dua kali, ternyata dirimu benar benar mendengarkannya. " kini barulah terlihat keangkuhan dari sosok pekerja wanita.
dia mendekat kearah dengan mata memandang penuh rasa kebencian. Berlian tidak mengenalnya tapi mengapa seperti wanita itu tidak menyukai dirinya.
" kau memang sangat cantik, tapi kau seharusnya tahu keadaanmu. " keluarlah hinaan dari mulut pekerja wanita.
" seharusnya nona vanilla yang menjadi istri tuan. tapi kenapa dirimu ! apa kau menggunakan tubuhmu untuk merayu tuan ? " ucapnya kembali.
sungguh angkuh pekerja wanita ini. Berlian diam bukan berarti takut pada pekerja wanita itu.
dirinya sadar bahwa apa yang di ucapkan memang benar. saat ini dirinya hanyalah seorang yang keterbatasan.
marah ?
tentu dirinya tidak marah karena dirinya benar benar menerima semua ujian ini. pun dokter berkata bahwa dirinya bukanlah tak benar benar lumpuh total. hanya dirinya perlu melatih saraf dan ototnya yang trauma akibat kecelakaan.
" ternyata benar kau, menggunakan tubuhmu untuk merayu tuan. sungguh menjijikkan ! " kini dirinya mendapat sebuah senyum sinis dari pekerja wanita.
Berlian menopang kepalanya dengan tangan kanannya. menatap ke arah pekerja wanita itu dan tersenyum miring.
" ternyata kau memujiku. aku sungguh berterimakasih. " ucap Berlian membuat pekerja wanita menjadi kesal.
" kau benar mungkin tuanmu lebih menyukai tubuh indahku dari pada nona yang kau sebutkan itu. " ucapnya lagi dengan menyondongkan tubuhnya agar terlihat lebih seksi.
sungguh ini membuatku kesal !
pekerja wanita pergi dengan menahan muka kesalnya.
aaaiiihhh. apa sungguh dirinya seperti wanita tak tahu malu, memberikan tubuhnya dengan suka rela kepada pria yang sudah memaksa menikahi dirnya.
__ADS_1
' sepertinya ada wanita yang menyukai dirinya. ' guman Berlian.
Berlian bertekad untuk segera bisa kembali berjalan. dirinya bukan takut untuk hinaan seperti yang barusan terjadi. tapi dirinya ingin berkelana bebas mencari sesuatu diluar sana tanpa menyusahkan orang lain.
********
dimana tuanmu ?
apa dia sudah makan ?
apa yang ia lakukan ?
jawablah pesanku , kau hanya seorang kaki tangan seharusnya patuh kepada ku !
jawablah !!
berikan nomor ponsel suamiku !
begitulah kutipan yang masuk pada gawai pintar Ragis. dirinya ada menunjukkan pada tuannya, pun tuannya menyuruhnya mengabaikan pesan tersebut.
drrtttt
drrtttt
Diordan yang sedang menikmati makan siangnya merasa terganggu akibat suara ponsel Ragis.
" apa kau tidak bisa meminta wanitamu itu untuk lebih perhatian ? " ucap sinis Diordan padanya.
Ragis mengeluarkan benda pipih itu dan menunjukkan pada Diordan.
" sungguh wanita yang menyebalkan ! " Diordan mengumpat kesal saat tahu bahwa Ruby lah yang terus mengganggu.
" kau gantilah nomormu, biar dia tak mengganggu ! " perintah Diordan.
" baik tuan. " benar benar kaki tangan yang patuh.
***aku merindukanmu sayang.
aku sudah disini, aku akan menjemputmu pulang*** !
__ADS_1
Diordan yang sudah tak berselera makan akibat di ganggu oleh Ruby, kini memandang benda pipih miliknya. disana masih terpasang jelas wajah cantik Berlian.
hanya memandang wajahnya membuat rasa berkecamuk dihatinya sedikit tenang. Diordan benar benar mencintai Berlian.
********
Berlian kini sedang belajar berjalan. ia bangun dari kursi rodanya, dengan usaha dirinya berdiri walaupun masih goyah.
akhirnya dirinya berhasil berdiri tanpa berpegangan pada apapun. saat ini dirinya mencoba untuk menggerakkan kakinya untuk melangkah. sulit memang sungguh sulit, kakinya terasa kaku dan sangat sulit digerakkan.
tidak Berlian tidak bisa menyerah. dengan sekuat tenaga, dirinya akhirnya bisa menggerakkan kaki kanannya untuk melangkah ke depan.
kaki kanannya sudah bisa untuk digerakkan, pun sekarang kaki kiri ia coba untuk gerakkan.
dirinya sama halnya dengan saat menggerakkan kaki kanan, penuh perjuangan. saat kaki kiri mulai melangkah, tiba tiba dirinya goyah dan akan terjatuh.
tapi siapa tahu bahwa Aaron berada di belakang Berlian mejaganya agar tidak terjatuh.
Aaron melihat Berlian yang sedang berusaha untuk berjalan, berdiri dibelakang tanpa Berlian ketahui dan menjaganya agar hal yang tak diinginkan tidak terjadi.
seperti saat ini,untungnya dirinya ada di belakang Berlian jadi bisa melindungi wanitanya.
" hati hati sayang. " ucapan Aaron mampu membuat Berlian berdesis.
nafas dan harum tubuhnya benar benar mendominan di Indra penciuman Berlian.
" jangan menyentuhku ! "
_______
segitu dulu ya gengs.
selamat membaca. jangan lupa like n comment.
tapi aku juga gak maksa kok.
cm kalau kalian suka mangga di like.
selamat beraktifitas, tetap semangat semuanya. 🙃
__ADS_1