
setelah mendapatkan haknya Aaron kini keluar meninggalkan Berlian seorang diri di kamar.
apa seperti ini rasanya dicampakkan ?
sakit, sungguh sakit.
Berlian mencoba beranjak dari ranjangnya dengan rasa perih dipusat intinya. tapi rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang menyayat jiwanya.
tubuhnya kini masuk kedalam bathtub dengan air beraroma didalamnya.
tak banyak berkata ia hanya terdiam dan tersenyum mengejek dirinya sendiri.
drama melankolis ? bukan ini nasib dirinya !
sudahlah. Berlian tidak ingin memikirkan hal itu. ia hanya ingin butuh waktu untuk membentuk dirinya kembali.
hanya waktu yang bisa memperbaiki semua ini.
hah. waktu !
hening.
" bodoh ! wanita bodoh ! " suara itu terdengar samar samar di telinga Berlian.
siapa yang mengumpat dia tidak tahu dan tak mau tahu.
Berlian pun menulikan suara umpatan umpatan lainnya. ia hanya ingin menenangkan dirinya sendiri dengan waktunya.
*
*
*
*
__ADS_1
*
errrrggggggghhh, Berlian mengerang sakit pada kepalanya yang berdenyut hebat.
betapa terkejutnya Berlian saat kini menyadari bahwa dirinya berada dalam kamar miliknya dan bukan lagi kamar hotel ataupun bathtub yang ia pakai saat dirinya ingin bersama waktunya.
matanya pun makin menajam saat melihat tangan kanannya terdapat jarum serta kawan kawannya disana.
apa aku sakit ?
pertanyaan bodoh itu kini bersarang di otak Berlian.
" masih ingat untuk bernyawa ? " suara ketus itu mencubit pikiran Berlian yang bodoh.
Berlian tahu bahwa suara itu milik Aaron.
Aaron kini terduduk diam memandang tak suka pada Berlian. memikirkan kejadian itu benar benar membuatnya mati lemas.
bagaimana tidak, saat Aaron kembali dari rapat kecil miliknya bersama anak buahnya, ia tak melihat Berlian dalam ranjangnya.
cukup lama ia menunggu Berlian yang tak kunjung keluar dari kamar mandi. ia mengetuk tapi tak mendapatkan jawabannya.
tidak ! seharusnya dirinyalah yang marah itu fikirnya.
Aaron mencoba masuk dan beruntungnya Berlian tak mengunci pintu kamar mandinya. tapi setelah ia masuk, betapa terkejutnya ia mendapatkan Berlian dengan mandi memejamkan matanya.
tidur ?
tidak, ia melihat tubuh putih susu itu kini mulai membiru.
dingin dan berkerut.
" bodoh ! wanita bodoh ! " umpat Aaron kesal dengan mengambil handuk untuk menyelimuti tubuh Berlian.
" jika kau mati, aku akan merobek seluruh keluargamu ! " umpatnya lagi.
__ADS_1
" aku marah bukan kau yang marah ! " Aaron merasa dirinya tersakiti oleh perselingkuhan Berlian dengan Diordan.
" kau tidak akan ku biarkan mati begitu saja sebelum kau tahu rasa sakit yang kau buat disini ! "
walaupun Aaron masih saja terus mengumpat kesal, ia tetap melakukan pertolongan pertama pada Berlian. ia membungkus tubuh itu dan membalurnya dengan minyak kayu putih di sekujur tubuhnya.
Aaron pun tak lupa menyuruh anak buahnya untuk memanggil dokter.
sehari setelah itu pun Berlian masih tak kunjung sadarkan diri dengan terpaksa Aaron memindahkan Berlian ke mansionnya.
dimansionnya ia tenang karena disanalah keamanan jauh lebih ketat dari pada di hotel.
tapi lihatlah sekarang saat Berlian sudah tersadar, Aaron rasanya ingin marah. marah akan perbuatan bodohnya Berlian.
Aaron berjalan mendekati Berlian yang masih tak bertenaga itu. ia raih dagu Berlian dan menatap mata Berlian dengan tajamnya.
" jika kau ingin mati, maka aku akan membuat hidupmu seperti di neraka. " ucap Aaron dengan rasa kesalnya.
Berlian menepis kasar tangan Aaron dan tersenyum smirk.
" apa aku takut ? " dengan sekumpulan sisa tenaganya ia mencoba memberanikan menatap Aaron.
" ternyata kau sama bodohnya dengan mereka. " Berlian kini mentertawakan kebodohan Aaron dan membuat Aaron meradang.
Aaron yang tidak lagi berbelas kasih pada Berlian, ia membaringkan tubuh Berlian dengan kasar dan menindihnya.
" setidaknya aku dapat menikmati maduku sayang. " bisik Aaron dengan tersenyum kemenangan.
dan kini Aaron dengan kasarnya merobek baju Berlian untuk melanjutkan aksi gilanya lagi.
" kau gila ! "
__________
...segini dulu ya. aku dan keluargaku lagi kurang bagus kondisi tubuhnya....
__ADS_1
...jadi mau nulis ngebuyar lagi....
...semoga kalian selalu sehat. aamiin...