
berhari hari Berlian hidup dengan rasa takut dan ke khawatiran. ia benar benar merasakan belenggu dalam kehidupannya.
jangan sampai bertemu
jangan sampai.
kalimat itu seakan mencuci otak dan fikriannya. bahkan kalimat Rean yang akan terus menjaganya tidak membuat Berlian tenang.
dan hari hari Berlian pun menjadi suram ketika apa yang ia takutkan menjadi nyata. saat dirinya bertemu dengan sosok yang tidak ingin ia temui.
" maaf. " katanya saat tak sengaja membuat tubuh Berlian jatuh akibat hantaman dari tubuh tegapnya.
nafas Berlian mulai tak beraturan. ia nampak terlihat seperti ingin marah dan ingin menangis. karena rasa benci serta rindu yang membuat dirinya terluka.
apa aku membentur otaknya, sepertinya aku tidak akan sekuat itu. tapi kenapa wanita ini menatapku dengan tatapan sangat marah.
dapat ia lihat mata jernih itu tengah menahan air matanya agar tidak keluar. tapi untuk apa ia menangis fikirnya.
" apa itu sangat menyakitkan ? " Aaron mencoba membantu Berlian untuk berdiri.
tapi tangan itu ditepis oleh Berlian dengan kasar.
wanita aneh.
__ADS_1
Aaron mengangkat alisnya tak mengerti dengan wanita yang dihadapannya. ia ingin membantu menolongnya tapi wanita itu menolaknya mentah mentah.
Berlian menepuk nepuk tubuhnya yang kotor akibat mencium aspal. sesudahnya ia pun menepuk nepuk kedua tangannya untuk membersihkannya.
" jangan menyentuhku ! " peringatan keras Berlian untuk Aaron yang ingin membantu dirinya.
" kau tidak berhak menyentuh ku ! dan buang semua kata maafmu itu ! " Berlian menunjuk Aaron dengan mata yang menyala.
Aaron dapat melihat mata itu penuh kebencian. tapi apa yang membuat wanita ini sangat membencinya.
mata itu seakan menghipnotisnya. ia terus saja memperhatikan Berlian, dan mulai tenggelam akan mata indah itu. ia merasakan walaupun ada kebencian Dimata itu, disana pula ia merasakan adanya kerinduan yang ia inginkan.
" pergilah dan jangan dekat dekat denganku ! " Berlian mengambil tasnya yang ikut terjatuh dengannya tadi dan pergi meninggalkan Aaron yang masih terpaku dengan siluet Berlian.
sampailah ia tiba di sebuah tempat dimana ia menemukan banyak anak anak yang memakai seragam sekolah taman kanak kanak.
ia diam diam menguntit Berlian yang sedang berdiri di gerbang pintu sekolah. tapi apa yang ia lakukan ini pun ia tak mengerti karena tubuh ini yang sulit untuk tidak ingin tahu.
" mommy, " kedua anak Berlian berhamburan menghampiri Berlian.
Elvis dan Ray mulai sekolah kembali setelah Rean mengurus perpindahan sekolah keduanya. mereka memutuskan untuk menetap sementara disini sampai Mark benar benar pulih.
karena sekolah itu penting, Berlian dan Rean tak ingin jika kedua putranya ketinggalan dalam meraih ilmunya.
__ADS_1
" tumben sekali mommy tepat waktu. " perkataan Ray sungguh terasa pedas karena sindiran itu sangat terasa. Berlian mengakui jika dirinya tidak tepat waktu saat menjemput keduanya. tapi saat dirinya tepat waktu maka anak inilah yang akan menyindirnya.
" mulutmu sangat manis jika memuji seseorang sayang. " ucap Berlian dengan mencubit gemas kedua pipi Ray.
interaksi mereka terus saja di lihat oleh Aaron. ia begitu tak suka menatap kebahagiaan yang ia lihat. ia sangat iri dengan apa yang di miliki Rean.
" aku begitu tak suka dengan yang dimiliki pria itu. " Aaron tersenyum nanar pada kebahagiaan yang Rean miliki.
anak anak yang sangat tampan dan bahagia, serta istrinya yang cantik dan memiliki sikap penyayang. rasa irinya benar benar mendalam pada diri Aaron.
ia bahkan berandai andai akan mereka adalah miliknya. tapi ia rasa itu tidak mungkin karena ia masih mencintai Berlian.
mengingat Berlian, Aaron merasakan wanita yang disebut istri Rean itu hampir sama seperti Berlian nya.
kegilaan akan kerinduan pada Berlian, membuatnya hilang akal. ia sudah dua kali mengira istri Rean adalah Berlian nya.
itu sungguh tak mungkin.
Aaron lagi lagi harus menelan pil pahit kehidupannya. ia gila akan pukulan keras yang ia rasakan ini.
" mommy, lihatlah paman itu terus saja menatap kita. " tunjuk Elvis pada seorang pria yang di balik pohon. Elvis melihat pria itu terus saja memperhatikan mereka.
Berlian dan Ray pun menoleh ke arah yang Elvis tunjukkan. dan dapat mereka lihat disana ada seorang pria ber jas hitam tengah bersembunyi di balik pohon.
__ADS_1