
byyuuuurrrrr
Ragis begitu terkejut saat air membasuh seluruh tubuhnya. ia pun langsung terjaga dari tidurnya.
betapa terkejutnya ia saat melihat sang tuan mantapnya penuh amarah.
" tu tu tuan ! " gugup Ragis.
saat Ragis terlelap dari tidurnya kembali, seorang pelayan datang hendak memanggil tuannya. dan betapa terkejutnya saat sang tuan di ikat bagaikan tawanan.
Diordan pun menyuruh pelayan itu untuk membuka ikatan yang mengikat tangan dan kakinya.
saat semua sudah terlepas, Diordan beranjak mengambil ember dan mengisinya dengan air. seketika ia pun mengguyur tubuh Ragis dengan air itu sehingga membuat Ragis terbangun dan terkejut.
" sudah nyenyak ? atau perlu aku suntik kau mati biar kau makin nyenyak ? " ucap Diordan dengan rasa kesal.
" maafkan saya tuan ! maafkan saya ! " Ragis bangun dari duduknya dan menunduk hormat ke arah Diordan.
" saya terpaksa melakukan itu tuan. " ucapnya lagi.
Diordan benar benar dibuat kesal kali ini dengan Ragis. tapi dia pun harus tetap mendengarkan Ragis karena ia tahu Ragis pasti punya alasan tersendiri sehingga berani mengikatnya seperti tadi.
" katakanlah ! " ucap Diordan dengan masih menahan rasa kesalnya.
Ragis mencoba memberanikan diri menatap dalam Diordan. dan itu membuat Diordan terheran karena Ragis berani menatapnya.
" saya tahu anda adalah orang yang pintar tuan. " Diordan mengkerutkan alisnya akan pernyataan Ragis itu.
" tapi mohon tuan jangan berbuat bodoh ! " ucapnya lagi yang makin menyulutkan amarahnya.
" beraninya kau ! " Diordan menunjuk wajah Ragis dengan amarahnya.
__ADS_1
" jika kau menginginkan nona Berlian, maka kau harus membuatnya berada di dekatmu tuan ! dan yang kau lakukan itu hanya akan membuat mu jatuh dan makin tidak bisa menggapainya ! " ucap Ragis yang menasehatinya.
Diordan nampak mencerna kata kata Ragis. ia pun termerenung membenarkan kata kata itu.
jika ia terus dalam keterpurukan ini, bukan Berlian yang akan ia dapatkan tapi ia akan mendapatkan kehancuran. tapi jika ia bangkit itu akan ada kemungkinan ia bisa mendapatkan Berlian kembali.
" kau benar ! aku harus bangkit dan merebutnya kembali ! " ucap Diordan dengan sebuah senyum penuh arti.
apapun itu, aku harus mendapatkan dirinya kembali !
*******
" ku fikir Aaron pria yang baik ! " ucap Tasya membuat Berlian dan Amey menatapnya.
Amey dan Tasya saat ini sedang menemani Berlian yang sedang mencoba belajar berjalan. walaupun kakinya masih rapuh tapi tak menyurutkan semangat Berlian untuk pulih sedia kala.
" apa kau melupakan kekasihmu itu ? " sindir Berlian dengan sebuah senyum mengejek sahabatnya itu.
" tapi kak, apa yang dibilang kak Tasya benar. aku melihat kak Aaron benar benar mencintai dirimu. " ucap Amey.
Berlian tak menggubris perkataan Amey. dia masih belum bisa menerima pria manapun saat ini. terlalu sulit untuk ia jalani saat ini, pun saat itu ia masih takut saat sudah memilih tapi kegagalan yang ia dapatkan lagi.
***kegagalan !
aku takut bayangan itu kembali !
aku takut*** !
saat Berlian sedang termenung dalam lamunannya, Aaron sang topik utama datang dan berdiri tepat di belakang Berlian.
Tasya dan Amey yang melihat dirinya perlahan menjauh dari mereka.
__ADS_1
" apa kalian tahu ? " ucap Berlian dengan suara tertahan.
" langit itu sungguh indah ! " ucap Berlian dengan menatap langit dan tersenyum.
Aaron menatap Berlian yang sedang ingin menggapai langit itu.
" tapi " Berlian kini menundukkan wajahnya dan tersenyum nanar. " kalau langit itu sudah berubah warna " ada sebuah helaan nafas berat " aku takut ! "
" dan sampai saat ini, aku masih takut ! bahkan jika malam tiba, aku masih takut untuk sendiri ! " ucap Berlian berat dengan menahan matanya agar tidak menangis.
deg, rasanya hati Aaron saat ini benar benar teriris saat wanita pujaannya menyimpan banyak rasa takut yang ia pendam.
berpura pura kuat padahal dirinya rapuh. sungguh luar biasa wanitanya ini mampu membuat orang lain tak mengetahuinya.
Aaron beranjak memeluk tubuh Berlian dari belakang dan itu membuat Berlian terkejut.
" a apa yang kau lakukan ! " ucap Berlian dengan rasa terkejutnya.
Berlian menoleh ke kiri dan kanan, tak mendapatkan sosok Amey dan Tasya. sejak kapan mereka menghilang dan sejak kapan pria ini berada disini.
" kemana mereka ? " ucap Berlian dengan mencoba melepaskan pelukan Aaron.
Aaron tak menggubrisnya dan makin memeluk Berlian dengan kuat. Berlian merasakan tubuhnya meremang di terpa nafas Aaron yang menyapu telinganya.
" aku mencintaimu ! sangat mencintaimu ! " bisik Aaron makin membuat Berlian makin membeku oleh terpaan hangat nafas Aaron.
aku tidak akan meninggalkanmu !
baik gelap ataupun terang, aku akan selalu berada di sisimu !
aku akan selalu menjagamu !
__ADS_1