
piluh membasahi dahinya
rambut panjang terikat tak menentu
mata memerah dengan derai air mata
tubuhnya bergetar menggigil serta benturan gigi begitu terdengar di telinga sang empunya.
bayiku !
bayiku !
bayiku !
suara pilu itu terdengar begitu mencubit jiwa. wanita itu benar benar terpukul saat kehilangan bayinya.
Ruby yang awalnya tak menginginkan bayinya, ia dengan teganya membuang bayinya begitu saja.
tapi tatapan dan wajah hangat bayinya mampu membuat hati Ruby meluluh. ia menginginkan bayinya kembali.
sempat Ruby menepis bayangan sang anak tapi jiwa keibuannya meruntuhkan egonya.
Ruby lari dengan tergesa-gesa ke tempat ia menaruh sang buah hatinya. ia ingin segera mendapatkan bayinya kembali.
dalam benak dan fikirannya hanya bayinyalah yang bersemayam.
bayiku !
bayiku !
ia ingin segera memeluk bayinya. menciumnya dan memeluk tubuh malaikat kecilnya.
dan tuhan berkehendak lain. sang buah hati, permata hati dan jantung hatinya sudah tak ada di tempatnya.
dimana bayiku !
runtuh sudah kehidupan Ruby saat tak menemukan buah hatinya. ia seperti orang tak berakal mencarinya tapi tak menemukannya.
" apa kau melihat bayiku ! " ucap Ruby saat ia melihat pejalan kaki yang melintas di depannya.
pejalan kaki itu menggelengkan kepalanya bertanda ia tak tahu bayi yang Ruby maksud.
" kau berbohong ! dimana bayiku ! " tuding Ruby membuat pejalan kaki itu mengumpat kesal dan meninggalkan dirinya.
aaarrrrrrrrggghhhhhh
__ADS_1
tatapan nanar itu selalu menghantui hidup Ruby. ia tak terima bayinya telah hilang.
" semua karena wanita j****g itu ! akan ku hancurkan hidupmu ! " teriak Ruby dengan mata yang menyala penuh kebencian.
***********
" ada apa dengannya ? pulang pulang seperti anak kecil ! " Berlian berceloteh tak menentu.
pasalnya sampai detik ini Aaron benar benar merajuk pada dirinya.
biasanya Aaron selalu menggoda dirinya tapi kali ini ia diam tak mempedulikan Berlian.
jangan pernah mengiba pada dirinya !
kucing kecil itu harus tahu bahwa dia membutuhkanku !
ck, aku tidak tahan melihat wajahnya !
tidak tidak , jangan luluh padanya !
Aaron diam berdebat dengan hatinya. dalam hatinya ia ingin memaafkan Berlian tapi perkataan tak bermanfaat yang keluar dari mulut Rao benar benar meracuninya.
' jika tuan ingin tahu nyonya mencintai tuan , maka buatlah nyonya benar benar membutuhkan dirimu tuan. ' ucap Rao dengan bergaya tubuh yang tegak bak dewa cinta yang sedang memberikan arahan pada pemuja cinta.
sial !
" apa aku terlihat sakit ? " tanya Aaron dengan sedikit memundurkan tubuhnya.
" tidak. kau tidak sakit hanya saja kau aneh. " Aaron yang merasa terpojokkan, ia beranjak bangun dari tidurnya dan meninggalkan Berlian.
" apa kau marah padaku ? " ucap Berlian saat dirinya berhasil mengejar Aaron dengan menghalangi langkah kaki Aaron.
Aaron mendesah frustasi. ia tak menjawab dan hanya menoleh ke arah lain.
" katakan sesuatu jika kau marah denganku. " desak Berlian dengan sedikit mencari bola mata Aaron yang terus berlarian saat dirinya mencoba menatap mata itu.
pun lagi lagi Aaron hanya meninggalkan dirinya tanpa berbicara sedikit pun.
oh shit !
" siapa yang berani mengganggu ku hah ! " umpat Rao dengan kesalnya.
pasalnya ia sedang asik bermain game tapi seseorang menggangunya dengan mencabut kabel tv sehingga tv nya pun mati.
" lupakan game itu. apa kau tahu tuan mu itu kenapa ? " ucap Berlian dengan tidak peduli rasa deritanya Rao.
__ADS_1
jika saja bukan nyonya nya mungkin saat ini Rao akan mengajaknya untuk baku hantam. tapi saat yang Rao tahu sang nyonya lah yang mengganggu dirinya, Rao hanya memasang wajah kesal.
" apa kau tak mendengarkan ku ? " pertanyaan Berlian membuat Rao hanya berdecak kesal.
" pahamilah nyonya. tuan pun ingin merasa dibutuhkan ! " ucap Rao masih dengan rasa kesalnya.
Berlian terdiam memikirkan apa yang dikatakan Rao. " apa selama ini aku bersikap menyebalkan ? " tanya Berlian dan di jawab anggukkan cepat oleh Rao.
deg, begitu ngilu rasa hatinya saat tahu bahwa dirinya adalah sosok yang menyebalkan.
" a ...... "
" buatlah sesuatu yang berkesan nyonya agar tuan mau memaafkanmu ! " ucap Rao cepat memotong perkataan Berlian.
Berlian terdiam kembali. begitu banyak pertanyaan didalam fikirannya sehingga Berlian meninggalkan Rao begitu saja.
" waaahhh, lihatlah. sudah menggangguku dan sekarang tidak berterimakasih. " Rao menggerutu kesal.
mobil ?
tidak, Aaron sudah terlanjur kaya.
apa yang pria itu butuhkan !
Berlian mendesah frustasi, semalaman suntuk ia memikirkan cara agar membujuk Aaron.
dan lagi kini Aaron tak menampakkan dirinya meninggalkan Berlian dengan kesunyian.
hah.
sudahlah mungkin ini rasanya diabaikan.
Ting.
sebuah pesan masuk membuat Berlian bersemu merah.
ternyata tak ada salahnya membagi keluh kesahnya pada Tasya sang sahabatnya. ternyata Tasya pun memberikan sebuah solusi yang sedikit membuat jantungnya berdetak cepat.
Daebak !
Berlian melupakan darimana Tasya mendapatkan otak ...... itu sedangkan dirinya masih lajang dan ??????
" ya tuhan ! apa tidak mungkinkah itu ? " teriak terkejut Berlian.
___________
__ADS_1
love untuk kalian semua.
tetap semangat ya.