
***menikah ?
apakah pria ini benar benar terbentur ?
baru kenal sudah akan menikah !
sepertinya otaknya sudah terbentur.
Ck, pria menyebalkan*** !
entah apa yang ada di otak Aaron saat ini. dia ingin sekali menikahi Berlian saat ini juga. bahkan ia tidak ragu menemui Mark untuk membicarakan perihal pernikahan ini.
Mark sedikit terkejut dengan keberanian Pria satu ini. bak kesatria pemberani datang melamar tuan Putri dengan berkuda putih.
kesatria ?
Mark belum tahu saja siapa Aaron sebenarnya. mungkin jika saja ia tahu Aaron adalah pria berhati beku akan menolaknya dengan segera.
" apakah aku boleh menikahi putrimu tuan ? " tanya Aaron yang kala ini sedang duduk dihadapan Mark dengan gagahnya.
" aku tidak mengijinkan kau menikahi adikku ! " ucap Gustav yang baru saja tiba disana dengan lantangnya.
Gustav cukup terkejut dengan ucapan Aaron saat dirinya baru saja tiba dari kantornya.
***menikahi adikku ?
mimpi saja kau di siang hari*** !
" aku tidak meminta persetujuan darimu ! " ucap Aaron dengan sedikit senyum mengejek ke arah Gustav.
" aku ini kakaknya ! dan kau ingin menikahi adikku jadi aku berhak memutuskan siapa yang akan menikahi adikku kelak ! " Gustav sedikit menaikkan volume suaranya agar Aaron terdepak mundur.
" kau tenanglah ! " kali ini Mark ikut bersuara memisahkan udara panas di antara keduanya.
" apa kau sudah berbicara dengannya ? " tanya Mark dengan sedikit menyesap kopi yang masih beruap panas.
__ADS_1
" ya, aku sudah berbicara padanya ! " jawab Aaron dengan nada serius.
Mark sedikit melirik ke arah kamar anak gadisnya itu. setelah itu bola matanya beralih pada sosok Aaron yang masih setia duduk di hadapannya.
" kau tahu jalan yang ditempuhnya tidaklah mudah dan aku tidak ingin hatinya hancur kembali ! " Mark menatap masa lalu Berlian.
" aku tahu dan aku tahu semuanya ! " ucap Aaron membuat Mark menatap mata tajamnya.
" kau jangan takut ! aku akan selalu membahagiakan dirinya ! " ucap Aaron dengan matangnya.
" tidak ! aku tidak setuju ! " Gustav tetap tidak ingin Berlian menikah dengan Aaron.
Gustav tahu bagaimana Aaron. pria ini benar benar tidak bisa di anggap remeh. dan bahkan semua masa lalu Aaron dirinya mengetahui.
ia tidak ingin Berlian menjadi seperti gadis gadis yang dulu pernah singgah dalam diri Aaron. gadis yang hanya dibutuhkan sesaat dan setelah itu ia buang dengan kejamnya.
Aaron yang mendengar penolakan Gustav hanya tersenyum dan mengejeknya.
" sudah aku katakan bukan bahwa aku tidak butuh persetujuan darimu ! dan aku juga tidak ingin ada penolakan dari semua ini ! suka tidak suka, mau tidak mau aku akan menikahi Berlian ! " ucap Aaron yang membuat semua terdiam.
apapun caranya aku akan lakukan asal Berlian menjadi milikku !
*
*
*
*
" apa ini ! " ucap Berlian terkejut saat memegang sebuah buku pernikahan.
hari berganti hari, Berlian fikir Aaron sudah hilang dari kehidupannya bak ditelan bumi. tapi kini Aaron datang kembali dengan senyum yang penuh kebahagiaan.
ia memberikan salah satu buku pernikahan itu pada Berlian agar Berlian melihat dan tahu apa isinya.
__ADS_1
awalnya Berlian enggan untuk melihatnya. tapi karena desakan dari Aaron, kini dirinya dengan malasnya membacanya. dan saat mengetahui isi buku itu, bola matanya terbuka penuh serta rahangnya yang nyaris terjatuh.
" apa kau gila hah ! " Berlian kali ini benar benar tak bisa mengontrol amarahnya.
" kenapa ada namaku disini ! " dihunuskan tatapan tajamnya ke arah Aaron.
Aaron yang ditatap hanya bisa tersenyum dan tak peduli bagaimana marahnya Berlian.
" aku sudah bilang aku tidak mau ! kenapa kau tidak mendengarkan aku ! apa kau tuli ? " ucap Berlian dengan terus melempar barang yang ada di dekat dirinya pada Aaron.
andai saja dirinya sudah bisa berjalan saat ini, pastinya dirinya akan menghajar Aaron tanpa ampun.
Aaron yang terus dilempar oleh berbagai barang hanya bisa menghindar agar tak mengenai dirinya.
setelah memastikan sudah tidak ada yang bisa Berlian lempar lagi untuk dirinya, Aaron berjalan menghampiri Berlian dan duduk bersimpuh dihadapan Berlian.
Berlian yang merasa ada kesempatan untuk memukul Aaron, kini tertahan oleh gerakan Aaron yang lebih cepat darinya.
Aaron mencengkeram kedua tangan Berlian dengan erat serta mendorong tubuh Berlian agar terbaring di ranjangnya.
Aaron menatap kedua mata Berlian yang membuat Berlian membeku dengan tatapan mata itu.
setiap kali Aaron menatapnya, setiap kali itu pula Berlian merasa tak sanggup untuk melihatnya lebih lama karena ada magnet tertentu dalam bola mata Aaron.
Aaron mencium bibir Berlian dengan sekilas serta melihat kembali Berlian.
Berlian yang ingin protes kembali terkejut dengan Aaron yang menciumnya kembali. dan kali ini bukan hanya sekedar ciuman singkat tapi ciuman yang penuh dengan *******.
Berlian memukul dada bidang Aaron agar melepaskannya. tapi Aaron sepertinya enggan untuk melepaskan Berlian.
Berlian pun menggigit bibir Aaron barulah Aaron melepaskan dirinya.
Aaron mengusap sudut bibirnya yang baru saja di gigit oleh Berlian dengan pandangan mata yang masih mengarah pada Berlian.
Aaron mendekat dan berbisik pada Berlian membuat Berlian tidak tahan dengan ucapan Aaron tersebut.
__ADS_1
" aku sangat menyukai kucing yang benar benar liar ! "